Dikhianati Pacar, Jebolan Ponpes Curi Motor Eks Calon Mertua di Sragen
Yeppi (dua dari kiri) saat dihadirkan Kapolsek Tangen Iptu Zaini dalam kasus pencurian sepeda motor di Mapolres Sragen, Kamis (10/10/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN --  Pemuda Sragen ini nekat mencuri motor mantan calon mertuanya lantaran sakit hati dikhianati kekasihya berinisial R.

Yeppi Terammadana, 27, seorang pemuda asal Dukuh Nglinggang RT 005, Desa Ngrombo, Tangen, Sragen, mencuri sepeda motor orang tua mantan pacarnya pada pertengahan September 2019 lalu.

Kini, Yeppi yang juga jebolan santri pondok pesantren itu terpaksa mendekam di penjara Mapolres Sragen untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus pencurian tersebut diungkap Kapolsek Tangen Iptu Zaini atas seizing Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Zaini menerangkan peristiwa pencurian itu berawal pada pukul 04.30 WIB saat korban, Suyanto, warga Dukuh Ngrombo RT 013/RW 002, Desa Ngrombo, Tangen, Sragen, mengumandangkan azan di masjid.

Saat itulah, kata dia, pelaku melintas di depan masjid dan memastikan siapa yang azan.

Kepergok Ibu Mantan Pacar

“Kemudian pelaku mendatangi rumah korban dengan mengendarai motor tetapi motor ditaruh di Balai Desa Ngrombo. Dari balai desa, pelaku jalan kaki ke rumah korban yang dalam kondisi pintu terbuka. Pelaku langsung mengambil motor Honda Vario warna biru putih berpelat nomor AD 6331 AUE,” ujar Zaini.

Kejadian itu sempat dicurigai Muryati, istri korban tak lain ibu mantan pacar yang saat itu tiduran di kamar. Muryanti mendengar suara motor yang dibawa kabur pelaku.

Namun Muryati tidak kuasa mengejar karena cepat. Saksi lainnya, Purnomo, sempat melihat pelaku di sebuah toko pada keesokan hari dengan gerak-gerik mencurigakan saat menawarkan sepeda motor Vario milik ayah mantan pacarnya.

“Saat menawarkan itu, pelaku tidak berani menunjukkan motornya tetapi hanya menunjukkan kuncinya. Dari hasil keterangan itu, kami melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Yeppi pada 30 September 2019. Motor belum sempat dijual. Aksi ini merupakan aksi kali pertama,” ujar Zaini.

Dia menyampaikan akibat pencurian itu korban menderita kerugian Rp12 juta.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom