Kategori: Karanganyar

Dikenal Rajin, Begini Sosok PNS Karanganyar yang Jatuh ke Bengawan Solo di Mata Sahabat


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR – Sulardi, 50, warga warga Dukuh Gerdu, Desa Jetis, Kecamatan Jaten, yang jatuh ke Sungai Bengawan Solo, Minggu (14/2/2021) dikenal baik dan rajin. Dia adalah seorang PNS yang bekerja sebagai tukang kebun sekaligus penjaga SDN 03 Jetis, Karanganyar.

Di mata rekan kerjanya, Sri Wahono, Sulardi adalah sosok yang rajin. Pria 50 tahun itu juga taat pada perintah.

Sri Wahono menyebut hubungannya dengan Sulardi cukup dekat. Dia pun tidak menyangka teman serta tetangganya itu bakal tercebur ke sungai.

"Anak baik, rajin, taat perintah. Dia itu tetangga saya. Lalu saya jadi teman satu kantor itu beberapa waktu lalu, tahun 2013-an. Ya kami dekat dan suka cerita apapun soal kantor maupun pribadi. Saya tidak menyangka bakalan begini [tercebur ke sungai]," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di sekitar lokasi kejadian, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Ini Loh Fungsi Luweng di Pracimantoro Wonogiri yang Hilang

Sulardi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Informasi yang dihimpun Solopos.com, saat kejadian, Sulardi bersama istri dan anak bungsunya keluar rumah untuk membeli sayuran. Sesampainya di Jembatan Sroyo, Dusun Dalon, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, korban mengeluh sakit kepala, mual, dan ingin muntah.

Kapolsek Jaten, Iptu Achmad Riedwan Prevoost, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, menuturkan Sulardi tercebur ke sungai dari Jembatan Sroyo. Dia membenarkan bahwa PNS Karanganyar itu mengeluh mual dan ingin muntah sebelum jatuh ke sungai dari jembatan.

Baca juga: PNS Karanganyar yang Jatuh ke Bengawan Solo Ternyata Tukang Kebun di SDN Jetis 03

"Korban bersama istri dan anak berboncengan mengendarai sepeda motor. Sampai di jembatan Ring Road sisi utara, korban menepikan sepeda motornya. Menurut keterangan istri korban bahwa korban merasa mual dan ingin muntah. Korban menghadap ke aliran sungai. Dugaan kami korban terpeleset dan jatuh ke sungai Bengawan Solo," ujar Prevoost saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Sampai saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Sekitar 100 sukarelawan diterjunkan untuk mencari korban kecelakaan air tersebut sampai ke wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita