Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Korban kecelakaan bus asal Kampung Sewu, Solo, di Tol Cipali, yang sempat dikabarkan meninggal, ternyata masih hidup.

Solopos.com, SOLO -- Sempat dikabarkan meninggal dunia, Winanto, 56, salah satu korban kecelakaan bus wisata di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Senin (24/1/2017) pagi, masih bertahan hidup. Namun, warga RT 002/RW 005, Kampung Sewu, Sewu, Jebres, Solo, itu masih dalam kondisi koma.

Keluarga sempat mendapatkan kabar bahwa Winanto meninggal dunia. Pasalnya, dia merupakan korban yang berada dalam kondisi kritis setelah kecelakaan itu. Bahkan, keluarganya di Solo sudah memberi kabar kepada warga kampung bahwa Winanto sudah meninggal.

Reporter Solopos, Cahyadi Kurniawan, di rumah korban melaporkan, keluarga juga sudah melakukan berbagai persiapan rumah duka. Mereka memasang tenda dan berbelanja berbagai kebutuhan penyambutan Winanto yang disangka sudah meninggal dunia.

Baru hari ini, mereka mendapatkan konfirmasi dari Rumah Sakit (RS) Thamrin Purwakarta bahwa Winanto masih hidup, namun kondisinya masih koma. Dokter RS tersebut telah merujuk Winanto ke RS Islam Kustati Solo untuk penanganan selanjutnya.

Saat ini, Winanto sedang dalam perjalanan dengan mobil ambulans ke Solo dan diperkirakan akan tiba pada Selasa malam. Tak hanya Winanto yang menjadi korban. Istrinya, Sartini, 52, juga mengalami patah kaki kiri akibat kecelakaan itu. Baca juga: Bus Wisata dari Sewu Solo Kecelakaan di Tol Cipali, 1 Kritis.

Selain keduanya, ada dua orang lainnya yang dibawa ke RS Kustati, yaitu Walidi, ketua RT setempat; dan kernet bus bernama Aji. Sebelumnya, diberitakan Solopos.com bahwa kecelakaan terjadi antara bus pariwisata Pandawa Wolu Pitu berpelat nomor AD 1729 BD dengan truk pengangkut pasir berpelat nomor DD 8209 FU, di ruas Palimanan arah Cikopo.

Korban luka dibawa ke RS Thamrin, Purwakarta, dan sebagian lainnya dibawa ke RS Cieteng, Subang. Kanit PJR Cipali, Iptu Heri Pranata, seperti dikutip dari sumber yang sama, menyebutkan penyebab kecelakaan tersebut diduga karena pengemudi bus mengantuk sehingga tidak menjaga jarak dengan kendaraan di depannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten