Dijajah Belanda, Tapi Tak Bisa Berbahasa Belanda

Pendidikan tak merata pada masa penjajahan Belanda membuat tak banyak masyarakat Indonesia yang fasih berbahasa Belanda.

 "Inlandsche School Pasar Kliwon - Solo." (KITLV)

SOLOPOS.COM - "Inlandsche School Pasar Kliwon - Solo." (KITLV)

Solopos.com, SOLO — Belanda diperkirakan menjajah Indonesia hingga ratusan tahun, namun mengapa tak banyak masyarakat Indonesia yang fasih berbahasa Belanda? Menurut Presiden Soekarno, Indonesia berada dalam cengkeraman kolonialisme selama 350 tahun, namun pendapat itu kini dibantah karena penelitian menyebut rentang itu terlalu panjang.

Hasan Sadeli dalam telaah-nya di Kantor Berita Antara, Kamis (4/8/2022), menyebut sejarawan Universitas Indonesia (UI) keturunan Belanda, G.J Resink, melalui bukunya Bukan 350 Tahun Dijajah menilai narasi 350 tahun dijajah tidak lebih dari propaganda. 

Karena kenyataannya Indonesia tidak dijajah selama itu. Resink menguatkan karyanya melalui pendekatan hukum yang ditunjang dengan dokumen-dokumen perjanjian. Ia sampai pada kesimpulan bahwa ketika hegemoni kolonial bertahta, ternyata masih terdapat banyak otoritas lokal yang berdaulat.

Espos Plus

Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan

+ PLUS Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan

Di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menyimpan jejak sungai besar purba yang terekam dalam salah satu lapisan tanahnya.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Merebak Lagi di Karanganyar, Campak Rubella jadi Ancaman Kesehatan Global

Sejumlah kecamatan di Karanganyar melaporkan temuan kasus campak dan rubella, sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut penyakit itu berpotensi menjadi ancaman kesehatan global.

+ PLUS Pacitan: Wilayah Rawan Gempa Bumi Darat, Laut dan Tsunami

Pacitan merupakan daerah yang berpotensi terkena ancaman gempa bumi, baik yang berpusat di laut (zona subduksi) maupun di darat berupa sesar aktif.

+ PLUS Gudeg, Kuliner Istimewa Warisan Raja Mataram Islam

Gudeg adalah salah satu makanan warisan Kerajaan Mataram Islam yang eeksis sebagai ikon kuliner Jogja.

+ PLUS Catur Gatra Tunggal Keraton Surakarta, Kombinasi Jagad Alit dan Jagad Gede

Keraton Kasunanan Surakarta menerapkan sistem catur gatra tunggal yang merupakan kombinasi jagad gede dan jagad alit.

+ PLUS Mengenal Zona Benioff & Titik Rawan Gempa di Sukabumi

Sukabumi termasuk wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi karena berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng Indo-Australia serta dilintasi Sesar Cimandiri yang merupakan sesar aktif.

+ PLUS Delusi Keagungan, Sumber Eksistensi Sunda Empire & Kerajaan Fiktif di Indonesia

Fenomena munculnya kerajaan fiktif seperti Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat di Indonesia digawangi seseorang atau sekumpulan orang yang mengalami delusi keagungan

+ PLUS Tanaman Unik Pemakan Serangga, Kantung Semar Terancam Perdagangan Liar

Populasi tumbuhan karnivora nepenthes atau yang lebih dikenal dengan sebutan kantung semar terancam perdagangan liar.

+ PLUS Belasan Sesar Aktif Penyebab Gempa Melintang di Jawa Tengah

Seluruh wilayah di Jawa Tengah berpotensi terjadi gempa, lantaran terdapat 13 sesar aktif yang bisa memunculkan gempa daratan.

+ PLUS Bom Bunuh Diri Astana Anyar - Cap Soloraya Sarang Teroris

Soloraya dicap sebagai sarang teroris, karena sudah lebih dari 20 pelaku teroris ditangkap di Kota Solo dan sekitarnya.

+ PLUS Jalan Berliku RKUHP yang Masih Saja Kontroversial

RKUHP yang telah disahkan sebagai undag-undang masih menuai protes dari berbagai pihak dengan tagar #ReformasiDikorupsi.

+ PLUS Lord Rangga dan Runtuhnya Sunda Empire

Lord Rangga Sasana adalah sosok di balik kelompok Sunda Empire yang muncul di Bandung, Jawa Barat, pada 2017.

+ PLUS Hampir 50% Anak Kelas 3 SD di Indonesia Bisa Baca tapi Tak Paham Maknanya

Hasil riset terbaru menemukan anak kelas 3 SD di Indonesia mampu membaca, namun tak paham atau mengerti maknanya.

+ PLUS Angka Kelahiran Turun, Menakar Potensi Resesi Seks Hinggapi Indonesia

Apakah Indonesia menyusul banyak negara dunia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang mengalami resesi seks sehingga angka kelahiran terus turun?

+ PLUS Serabi Notosuman: dari Apem Jadi Kuliner Khas Solo

Asal-usul serabi notosuman yang menjadi salah satu olahan kuliner khas Solo ternyata berawal dari resep apem.

+ PLUS Antara Pesta dan Siasat di Rumah Dinas Bergaya Jawa-Eropa-India, Loji Gandrung

Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung bakal menjadi lokasi prosesi adat ngunduh mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, yang jejaknya rumah bergaya Jawa-Eropa-India itu pernah dijadikan rumah pesta dan rumah siasat.

+ PLUS Makna Ngunduh Mantu Kaesang & Erina, Prosesi Sakral Pernikahan Adat Jawa

Ngunduh mantu pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono digelar mengikuti tata cara adat yang sakral dan penuh makna.

+ PLUS Makan Belalang Goreng di Gunungkidul Tradisi Luhur Warisan Nenek Moyang

Tradisi menyantap belalang goreng ternyata merupakan kearifan lokal warga Gunungkidul yang diwariskan dari nenek moyang.

+ PLUS Urutan Upacara Perkawinan Adat Yogyakarta, Penuh Makna Simbolis

Dalam penyelenggaraan upacara perkawinan adat Yogyakarta ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

+ PLUS Belalang Setan atau Belalang Bulus Racuni Warga Gunungkidul, Jadi Wabah di 2018

Warga Paliyan, Gunungkidul meninggal dunia akibat mengonsumsi belalang beracun jenis belalang bulus atau setan, yang pernah mewabah di daerah itu pada 2018.

+ PLUS Tak Hanya Jembatan Jurug, Bangunan Warisan Paku Buwono X Lain juga Tangguh

Jembatan Jurug A warisan Paku Buwono X sampai saat ini masih tangguh, meski pernah dibom berulang kali, sama seperti bangunan lain yang dibangun di era yang sama.