Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan. (Detik.com)

Solopos.com, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, batal menjadi inspektur upacara Hari Santri Nasional di Surabaya. Apakah Risma memenuhi panggilan Presiden Jokowi ke Istana Negara?

Seperti dilansir detik.com, sebelumnya, Risma disebut-sebut sebagai salah satu calon menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kemudian beberapa tokoh yang diduga bakal membantu Jokowi dalam pemerintahan mulai mendatangi istana pada Senin (21/10).

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun detik.com, Risma belum datang ke Istana Negara di Jakarta. Ia baru tiba di Surabaya setelah menjadi pembicara Unicef di Jerman. Seperti yang disampaikan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhtiya Prajatara.

Menurut Febri, hari ini Risma ada di Surabaya karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. "Ibu ada rapat staf, tidak ada agenda lain," kata Febri, Selasa (22/10/2019).

Beberapa hari lalu, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebutkan tiga kepala daerah di Jatim yang berpotensi menjadi menteri di Kabinet Jokowi. Yakni Wali Kota Risma, Bupati Banyuwangi Abudullah Azwar Anas, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Bupati Kanang.

"Dari Jatim berdasarkan penilaian masyarakat ada Bu Risma, ada Bapak Kanang, Bapak Anas. Tetapi sekali lagi itu kami sudah menyerahkan ke Bu Mega yang sudah secara intensif membangun dialog dengan Bapak Presiden Jokowi," kata Hasto di kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Jumat (18/10).

Menurut Hasto dari pintu kepala daerah, presiden telah melakukan profiling yang dinilai berhasil membangun daerahnya. Meski begitu, usulan melalui pintu kepala daerah dari PDIP sepenuhnya telah diserahkan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati.

NU Ingin Risma Bertahan

Sementara itu, PCNU Surabaya menanggapi soal kabar Risma yang disebut-sebut menjadi calon menteri. NU berharap Risma menuntaskan masa jabatannya.

"Saya berharap Bu Risma menyelesaikan (masa jabatannya) kurang sedikit saja. Kurang sedikit tok. Menteri itu bisa masuk dalam reshuffle kabinet," kata Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri, seusai upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Tugu Pahlawan, Surabaya.

Menurut Muhibbin, jika Risma dilirik Jokowi menjadi menteri, pasti itu karena prestasi. Namun, ia menegaskan, yang terbaik yang bisa dilakukan Risma saat ini adalah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya, seperti yang diharapkan warga.

"Tidak sekarang pun tidak apa-apa. Jadi saya kira lebih maslahat kalau menyelesaikan sampai selesai. Sesuai dengan amanat warga Surabaya yang saat itu ingin dipimpin selama 5 tahun," imbuhnya.

Ia menambahkan, perkara Risma menjadi menteri hanyalah soal waktu. Sebab, wali kota dua periode itu memiliki segudang prestasi dalam membangun Kota Pahlawan.

"Ini soal amanat rakyat, kepercayaan rakyat yang diberikan kepada Bu Risma untuk lima tahun. Sedangkan di kementerian itu sebenarnya juga banyak orang yang kompeten. Banyak orang yang punya kapasitas. Tetapi kalau Bu Risma dianggap memiliki prestasi yang sangat diharapkan, saya kira timing saja. Waktunya mungkin tidak sekarang," terang Muhibbin.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono,  mengatakan keputusan yang diambil Risma soal menteri akan menjadi yang terbaik untuk semua.

"Bu Risma akan mengambil keputusan yang menurut beliau adalah terbaik bagi Surabaya dan bagi Indonesia," ujar Adi.

 

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten