Putra kedua Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Putra kedua Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, 38, menyatakan dirinya sengaja belum mau all out di dunia politik saat ini lantaran tak mau disebut aji mumpung saat ayahnya sedang berkuasa di Solo, termasuk mencalonkan diri di Pilkada Solo.

Sejak Pemilu Legislatif 2009 hingga 2019, ayah dari dua orang anak itu konsisten menolak saat akan dicalonkan sebagai anggota DPRD Solo oleh para kader PDIP Solo. Pernyataan itu disampaikan Rheo kepada Solopos.com via ponsel, Senin (14/10/2019).

“Saya terima kasih sudah dinilai layak mendampingi Mas Gibran. Tapi saya memilih tegak lurus dengan partai. Saya berkomitmen sebagai anak dari wali kota tak mau ada opini masyarakat tentang dinasti politik di pemerintahan,” ujar dia.

Apalagi menurut Rheo saat ini banyak seniornya di PDIP yang lebih pantas menjadi cawali-cawawali Solo tahun depan. Dia mencontohkan sosok Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa yang juga telah berpengalaman di pemerintahan Solo.

Baca juga: Gibran Rakabuming & Anaknya Duet di Pilkada Solo? Ini Kata Rudy.

Rheo menyatakan ayahnya selalu menekankan bila terjun di politik harus dengan perjuangan sendiri, tak mengandalkan orang tua. “Tahun 2009 hingga 2019 saya didorong maju. Saya tolak. Saya tidak mau dicap aji mumpung,” kata dia.

Rheo mengatakan pihak keluarga mendukung keputusan dan prinsipnya itu. Alasannya, agar tidak muncul stigma masyarakat bahwa keluarga FX. Hadi Rudyatmo sedang membangun dinasti politiknya saat masih berkuasa di Solo.

Ditanya ihwal langkah politiknya setelah Rudy tak lagi menjabat wali kota Solo, secar diplomatis Rheo menyatakan akan mengikuti mekanisme partai. “Kalau itu saya ikut mekanisme pertai. Sebagai kader saya patuh instruksi partai,” urai dia.

Baca juga: Gibran Rakabuming Diduga Berpasangan dengan Kader Muda PDIP Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten