Ilustrasi angin puting beliung. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak enam panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Desa Ngreco dan Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, roboh diterjang hujan yang disertai angin kencang, Senin (2/12/2019) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Angin lisus itu juga memporak-porandakan warung makan dan pohon di pinggir jalan. Hujan dan angin kencang itu berlangsung setelah munculnya awan hitam di atas wilayah Sukoharjo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin, awan hitam menggumpal di langit sesaat sebelum turun hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Weru dan sekitarnya. Hujan lebat disertai angin kencang terjadi selama sekitar 10 menit.

Terjangan lisus di Desa Ngreco dan Tawang mengakibatkan tiga panel PLTS roboh. Kepala Desa Tawang, Maryanto, mengatakan tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Siswi Lahirkan Bayi di Toilet Dikeluarkan dari Sekolah

Selain panel PLTS, satu warung makan milik Paidi di Dusun/Desa Tawang juga ambruk diterjang lisus. Dampaknya, bangunan warung semi permanen yang ambruk itu kemudian menimpa delapan unit sepeda motor.

“Ada beberapa sepeda motor yang tertimpa bangunan warung makan termasuk sepeda motor dinas saya. Atap rumah warga juga ada yang rusak,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Lahir di Toilet, Bayi dari Siswi SMK Madiun Ditemukan Tewas Dalam Tas Sekolah

Menurut Maryanto, panel PLTS itu memasok listrik penerangan jalan umum yang dipasang di sepanjang jalan Tawang-Cawas, Klaten. Panel PLTS itu dipasang pada 2018 untuk menerangi ruas jalan penghubung itu.

Sukarelawan bencana alam bersama warga langsung memotong batang pohon tumbang di bahu jalan. “Pasokan listrik warga tak ada masalah lantaran panel PLTS hanya digunakan untuk penerangan jalan umum. Sekarang kondisi jalan gelap karena lampu penerangan jalan mati,” ujar dia.

Bau Anyir Tengah Malam, Siswi SMK Madiun Lahirkan Bayi di Toilet

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan sukarelawan bencana alam masih membersihkan puing bangunan warung dan pohon tumbang.

Apple Watch Series 5 Segera Meluncur di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

Mereka juga mendata jumlah rumah penduduk yang rusak akibat diterjang lisus.

Biasanya, angin lisus terjadi sesaat sebelum turun hujan dengan gejala angin kencang yang berputar-putar.

Tips Siapkan Anak Agar Tak Iri dengan Kehadiran Adik Baru

“Kami meminta agar masyarakat mewaspadai angin kencang saat turun hujan lebat. Hujan turun kadang kala disertai angin kencang yang bisa merusak rumah penduduk dan menumbangkan pohon,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten