Tutup Iklan
Penyerang Persis Solo, Dimas Galih (kanan), mencoba melewati adangan pemain Persik Kediri di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (6/7/2019). (istimewa/ofisial Persis Solo)

Solopos.com, MADIUN - Persis Solo mendapat hukuman berat akibat dari perilaku suporter mereka pada laga kontra PSIM Jogja di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat (16/8/2019) lalu. Persis dihukum bermain tanpa suporter pada laga selanjutnya melawan Mitra Kukar, Jumat (23/8/2019).

Sesuai surat yang dilayangkan kepada Persis, PSSI menemukan fakta berupa tingkah laku buruk suporter Persis yakni tidak mengindahkan sikap sportif, respect, dan fair karena melakukan intimidasi terhadap pemain PSIM yang hendak melakukan pemanasan.

Suporter juga dianggap meneriakkan hal-hal bernada rasis dan tidak patut. Suporter melakukan pelemparan botol air minum dan menyalakan flare dan petasan. Merujuk pada pasal 68 jo pasal 69 ayat (1) dan (2) jo pasal 34 ayat (3) Kode Disiplin PSSI, PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman bermain tanpa penonton atau penutupan stadion secara keseluruhan pada laga versus Mitra Kukar.

Laskar Sambernyawa juga didenda senilai Rp25 juta karena melanggar pasal 68 Kode Disiplin PSSI. Denda tersebut wajib dibayar maksimal 14 hari setelah diterimanya keputusan itu oleh Persis Solo. Repotnya, Persis tak memiliki kesempatan untuk banding pada keputusan Komdis PSSI tersebut.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (21/8/2019), mengatakan pihaknya telah menerima surat dari PSSI terkait larangan dilihat penonton pada pertandingan Persis melawan Mitra Kukar. Ia juga sudah mengetahui Persis mendapatkan denda.

Selain karena suporter, Laskar Sambernyawa juga didenda karena terdapat lima pemain yang mendapat kartu kuning pada laga tandang melawan PSBS Biak, 8 Agustus 2019 lalu. Total denda yang harus dibayar adalah Rp50 juta. “Kami tidak akan banding karena memang demikian regulasinya,” ujarnya.

Pelatih Persis, Choirul Huda, mengatakan pada awal Liga 2, Persis bermain dengan dukungan yang minim. Namun, pada laga kontra PSIM beberapa waktu lalu, banyak sekali suporter yang datang memberikan dukungan. “Kedatangan mereka memberikan dampak positif ke tim,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Ia turut menyayangkan saksi bermain tanpa penonton tersebut. Namun, terlepas dari itu semua, ia menilai anak-anak asuhnya tetap akan bermain dengan sebaik mungkin. “Kami telah mengalami beberapa situasi. Saya kira pemain tak terpengaruh. Awal-awal kami minim dukungan. Saya mengharapkan para pemain tetap konsisten. Selama beberapa pertandingan terakhir mereka konsisten,” tutur dia. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten