Dihamili Sepupu, Remaja 14 Tahun Tambah Diperkosa Mertua
Ilustrasi pemerkosaan. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO — Kisah tragis dialami N, remaja 14 tahun di Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Setelah diperkosa sepupu hingga hamil dan terpaksa menikah, ia kemudian juga diperkosa sang mertua yang tak lain ayah sepupunya yang kini menjadi suaminya.

Dilaporkan Beritabali.com—jaringan Solopos.com, N diperkosa sang ayah mertua di kediamannya di Pedungan, Denpasar, 29 April 2020 lalu sekitar pukul 03.00 WIB. N diperkosa saat di kamar sendirian tanpa si suami.

N kemudian melaporkan aksi mertuanya itu kepada aparat Polresta Denpasar dengan didampingi perwakilan usat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, mengatakan N diperkosa saat sendirian. “Laporannya masih dikembangkan,” terang Sukadi.

Dihamili Sepupu

Sementara itu, Ketua P2TP2A Denpasar, Luh Anggreni, menerangkan N sebelumnya sempat diperkosa sepupunya sendiri. Pemerkosaan terjadi saat N tinggal satu rumah dengan sepupunya yang kebetulan ditinggal ayahnya ke Jawa.

Setelah diperkosa sepupunya yang juga masih dibawah umur, N hamil. Keduanya lantas dinikahkan meski masih dibawah umur.

“Setelah anaknya lahir dilakukan upacara adat kecil untuk pengesahan kelahiran bayinya. Selanjutnya, kedua anak [korban dan pelaku] ini tinggal pisah kamar dan tidak saling bicara,” terang Anggreni ke wartawan, Senin (29/6/2020).

Diperkosa Lagi

Setelah sebulan melahirkan anak dari hasil hubungannya dengan sang sepupu, korban kembali diperkosa oleh sang mertua. “Mertua yang juga merupakan uwak atau paman si korban. Korban diperkosa tengah malam saat tidur, saat korban tertidur,” kata dia.

Di dalam kamar korban yang sendirian itu sempat melawan dan menendang mertuanya. Tapi karena tenaga mertuanya kuat, perkosaan itu akhirnya terjadi sehingga korban trauma berat.

“Anak ini sekarang trauma berat. Dia selalu takut, bengong dan marah. Dia curhat sama konselor puskesmas tempat dia periksa kandungan. Konselor langsung lapor ke kami P2TP2A Denpasar,” ujarnya.

Menurut Anggreni, pihaknya cukup lama meyakinkan pihak keluarga agar kasus ini segera dilaporkan. Hal ini dikuatkan dari keterangan psikolog kami. “Kami kasih sedikit pemahaman hukum agar ibu korban yakin. Akhirnya kemarin kami laporkan ke Polresta Denpasar,” pungkasnya.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho