Dies Natalis ke-23, Universitas Setia Budi Cetak Lulusan Berkompeten dan Berbudi Pekerti Luhur
Wakil Rektor I USB, Peni Pujiastuti (dari kanan); Rektor USB, Djoni Tarigan; Wakil Rektor II, Narimo, dan Wakil Rektor III USB, Titik Sunarni.(Istimewa/ Dokumentasi USB)

Solopos.com, SOLO--Universitas Setia Budi (USB) membangun manusia melalui pendidikan sudah berlangsung 23 tahun terakhir. Para alumni USB dikenal memiliki sikap berbudi pekerti luhur karena sejak USB berdiri mengedepankan pendidikan budi pekerti luhur.

Sikap berbudi pekerti luhur disusun dalam kurikulum pendidikan di 13 program studi (Prodi) dari lima fakultas, yaitu Fakultas Farmasi, Ilmu Kesehatan, Ekonomi, Teknik, dan Fakultas Psikologi.

Pada Dies Natalis ke-23, USB mengusung visi baru dengan menjadi perguruan tinggi unggul dan menghasilkan lulusan yang berkompeten, berbudi pekerti luhur, dan berwawasan internasional.

RSUD Caruban Madiun Operasikan Mesin PCR Untuk Percepat Deteksi Covid-19

Wakil Rektor I USB, Peni Pujiastuti menjelaskan USB menyusun sejumlah milestone antara lain, menambah Prodi 2020-2025, meningkatkan peningkatan daya saing nasional dan peringkat akreditasi BAN-PT/ LAMPT-KES 2025-2030, persiapan menuju reputasi tingkat regional 2030-2035, dan Pencapaian reputasi Internasional 2040.

“Kami sedang dalam proses mendirikan prodi S-2 teknologi laboratorium medik. Dosen S-3 sudah terpenuhi dari internal USB dan gedung sudah ada. Kami sedang mengembangkan laboratorium. Mudah-mudahan [prodi baru] mulai 2021,” katanya kepada Solopos.com, Selasa (10/11/2020).

Menurut Peni, sapaan akrabnya, kapasitas layanan pendidikan sekitar 1.300 mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Jumlah mahasiswa baru sebanyak 693 mahasiswa atau meningkat tiga persen dari tahun sebelumnya.

Ini Pilihan Sri Mulyani Bangkit Dari Resesi

Meningkatkan Pelayanan

Wakil Rektor II, Narimo, mengatakan USB berusaha meningkatkan pelayanan secara kuantitatif dan kualitatif. Pelayanan pendidikan bisa diakses semua kalangan karena USB menyalurkan sejumlah program beasiswa kepada mahasiswa.

“Kami menyalurkan fasilitas dari pemerintah dengan Beasiswa KIP, beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), dan beasiswa internal dari Yayasan Pendidikan Setia Budi bagi mahasiswa berprastasi, dan menyalurkan bantuan beasiswa dari Pemerintah Daerah,” katanya.

Menurut Narimo, beasiswa Yayasan Pendidikan Setia Budi mengkaver biaya kuliah sejak awal masuk hingga lulus. Keluarga karyawan USB juga mendapatkan subsidi biaya pendidikan dengan biaya Rp350.000 per bulan.

Wakil Rektor III USB, Titik Sunarni, mengatakan semua mahasiswa mendapatkan fasilitas laptop, gawai, dan kuliah umum tatap muka dengan sejumlah mitra perguruan tinggi USB di Singapura. USB ramah bagi para pekerja yang ingin studi karena mulai tahun ajaran (TA) 2020/2021 membuka kelas sore.

“Harapan kami tahun ini USB tetap eksis di masyarakat. Meskipun pandemi Covid-19 tetap bisa menunjukkan kiprahnya dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Meningkatkan kegiatan untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom