Operasi pencarian nelayan hilang di perairan Tambaklorok, Semarang, oleh tim SAR Sadewa Basarnas Jateng, Senin (9/12/2019). (Semarangpos.com-Basarnas Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Nasib nahas menimpa Abdul Rohim, 26, nelayan asal Tambakmulyo RT 009 RW 015, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di perairan Tambaklorok, Kota Semarang, Senin (9/12/2019) siang, sekitar pukul 10.55 WIB.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah (Jateng), Aris Sofingi, mengungkapkan korban semula diketahui melaut di perairan utara Tambaklorok, Semarang pada Minggu (8/12/2019) malam. Ia melakukan pencarian ikan bersama tiga rekannya yang masing-masing menggunakan perahu yang berbeda.

Namun sekitar pukul 20.00 WIB, korban memutuskan pulang menyusul cuaca yang buruk berupa hujan disertai petir. Namun sesampainya di sungai Tambaklorok, korban menghilang dan hanya tersisa perahu yang ditumpangi.

“Ada dugaan perahu serta korban tersambar petir. Akibatnya, korban terjatuh ke laut dan tenggalam. Pukul 22.00 WIB, perahu korban ditemukan terperosok di pinggir permakaman Tambaklorok,” ungkap Aris.

Mendapat laporan adanya nelayan yang hilang di perairan Tambaklorok, Basarnas Jateng langsung menerjungkan regu penyelamat untuk melakukan pencarian. Operasi pencarian yang dilakukan tim SAR Sadewa menggunakan kapal rigid inflatable boat (RIB) itu menyisir lokasi korban hilang.

“Setelah upaya pencarian dengan metode penyisiran di sekitar TKP, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka,” terang Aris.

Aris pun mengimbau kepada nelayan yang ingin melaut mencari ikan untuk lebih berhati-hati dan menjaga kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem saat ini. Nelayan diharap mengutamakan keselamatan di atas segalanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten