Diduga Tak Netral di Pilkada Klaten, 4 Kades Dipanggil Bawaslu

Sebanyak empat kepala desa (kades) dipanggil Bawaslu Klaten karena diduga menunjukkan sikap tak netral di masa kampanye Pilkada Klaten 2020.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pilkada. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten kebanjiran laporan dugaan kepala desa (kades) yang tak netral di awal masa kampanye Pilkada 2020. Sebanyak empat kades dipanggil Bawaslu terkait dugaan penggunaan jabatan, yakni mengajak warganya memilih pasangan calon (paslon) tertentu, Selasa (29/9/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Bawaslu Klaten memperoleh laporan dari masyarakat terkait dugaan empat kades yang tidak netral di awal masa kampanye.

Keempat kades itu secara terang-terangan mengajak masyarakatnya memilih paslon tertentu. Ajakan itu dilakukan di suatu kegiatan desa yang dihadiri sejumlah orang.

Inilah Gua Petilasan Pangeran Mangkubumi di Sragen, Bisa Muat Warga Satu Kampung!

Laporan dugaan kades tak netral diperoleh Bawaslu Klaten, Senin (28/9/2020) pukul 10.00 WIB. Di kesempatan itu, Bawaslu langsung menerima laporan empat kades yang dianggap tak netral. Seluruh laporan dilengkapi dengan beberapa bukti pendukung.

Selanjutnya, Bawaslu Klaten bertindak cepat dengan menggelar rapat pleno. Hasil pleno menyebutkan, Bawaslu Klaten berencana memanggil para kades yang diduga tak netral di masa kampanye Pilkada Klaten 2020.

Sebelum pemanggilan keempat kades, Bawaslu Klaten sudah memintai keterangan ke pelapor terlebih dahulu.

"Hari ini, kami memanggil empat kades karena dugaan menggunakan jabatannya untuk mengajak masyarakat memilih paslon tertentu. Di sini masih dugaan, kami belum bisa menyebutkan nama masing-masing kades dari empat kecamatan itu. Kami pun juga belum bisa menyampaikan paslon mana yang diminta para kades untuk dipilih warganya. Itu semua masih kami telusuri. Pemeriksan empat kades di Bawaslu berlangsung pukul 10.00 WIB-14.00 WIB," kata Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, saat ditemui Solopos.com, di kantornya, Selasa (29/9/2020).

Masih Punya Waktu

Arif Fatkhurrahman mengatakan Bawaslu Klaten masih memiliki waktu satu hari lagi guna memintai keterangan sejumlah saksi terkait. Sesuai rencana, Bawaslu Klaten masih mendalami dugaan kasus ketidaknetralan para kades itu, Rabu (30/9/2020).

Pulang Latihan, 2 Anggota PSHT Dikeroyok di Sragen & 1 Ponsel Dirampas

"Jika nantinya disimpulkan mengarah ke pidana, bisa saja kami limpahkan ke sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu)," katanya.

Arif Fatkhurrahman mengimbau ke seluruh kades di Klaten untuk menaati regulasi. Para kades diminta tetap bisa menempatkan diri sebagai pihak netral selama masa kampanye Pilkada Klaten 2020.

"Kades bisa saja menghadiri acara yang dimiliki para paslon. Kades juga bisa memberikan sambutan. Tapi, dalam sambutan itu tak boleh ada unsur ajakan memilih paslon tertentu," katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sumber Solopos.com, di antara kades yang dipanggil Bawaslu Klaten ada yang berada di kawasan perkotaan.

"Di sebuah acara, para kades itu diduga mengajak memilih paslon tertentu. Kasus itu langsung dilaporkan ke Bawaslu Klaten. Salah satunya di kawasan kota" kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten, Kartika Sari Handayani, mengatakan masa kampanye di Pilkada 2020 berlangsung 26 September 2020-5 Desember 2020. Selama menggelar masa kampanye, masing-masing paslon diminta menaati protokol pencegahan Covid-19.

Tiga paslon yang telah ditetapkan KPU Klaten yakni paslon nomor urut 1 Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo); paslon nomor urut 2 One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI); dan paslon nomor urut 3 Arif Budiyono-Harjanta (ABY-HJT).

"Lantaran kampanye di tengah pandemi Covid-19, masing-masing paslon diharapkan menaati protokol pencegajan Covid-19," kata Kartika Sari Handayani.

Berita Terbaru

Wali Kota Rudy Berharap Partisipasi Pemilih Pilkada Solo 2020 Capai 80%

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada Solo 2020 pada Desember mendatang...

Gibran Geregetan Branding Pariwisata Solo Masih Kalah dari Jogja

Solopos.com, SOLO-Calon wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka menyatakan keprihatinannya dengan stagnasi sektor pariwisata Kota Bengawan beberapa...

Cawali Solo Bagyo Wahyono Menunggak Tagihan Rp25 juta, Ini Penjelasan PDAM

Solopos.com, SOLO--Calon Wali Kota (Cawali) Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp25 juta. Nilai...

Bawaslu Jateng : Ada 16 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilkada 2020

Solopos.com, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan...

Bawaslu Awasi Medsos Paslon di Pilkada Grobogan 2020

Solopos.com, PURWODADI -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Grobogan terus melakukan pengawasan tahapan kampanye Pilkada Grobogan 2020. Tidak...

Dikritik Program Belum Terealisasi, Cabup Petahana Sragen Langsung Kasih Jawaban

Solopos.com, SRAGEN — Calon bupati (cabup) petahana di Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan terdapat 8.569 lapangan...

Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sukoharjo kembali memperpanjang pendaftaran rekrutmen calon pengawas tempat pemungutan suara atau...

Bawaslu Boyolali Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS 10 Kecamatan, Kekurangan Paling Banyak Ngemplak

Solopos.com, BOYOLALI -- Masa pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara atau TPS Pilkada Boyolali 2020 diperpanjang hingga Senin (19/10/2020). Perpanjangan...

KPU Wonogiri Coret 57.497 Data Tak Memenuhi Syarat

Solopos.com, WONOGIRI—Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mencoret 57.497 data pemilih tak memenuhi syarat (TMS) melalui tahapan pencocokan, penelitian, pencermatan, dan...

Gibran-Teguh Panasi Mesin Tim Pemenangan Internal PAN Solo, Ini Targetnya

Solopos.com, SOLO -- DPD PAN Solo mengukuhkan tim pemenangan untuk pasangan cawali-cawawali, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, pada...