Diduga Tak Netral di Pilkada & Dipanggil Bawaslu, 4 Kades di Klaten Disuruh Klarifikasi

Sebanyak empat kades yang diduga tak netral pada masa Pilkada Klaten 2020 dipersilakan memberi klarifikasi ke Bawaslu Klaten.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pilkada Klaten. (Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN — Keempat kepala desa (kades) yang dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten lantaran dugaan tak netral di Pilkada Klaten 2020 dipersilakan memberikan klarifikasi sejelas-jelasnya.

Pemkab Klaten di bawah komando Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mempersilakan Bawaslu Klaten menelusuri dugaan kasus tersebut.

Demikian penjelasan Pjs Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, saat ditemui Solopos.com di Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Rabu (30/9/2020). Selaku Pjs bupati, Sujarwanto Dwiatmoko berharap setiap kades dan aparatur sipil negara (ASN) wajib menaati regulasi yang sudah ditetapkan di tengah masa kampanye Pilkada 2020.

"Netralitas itu harga pasti [bagi ASN dan kades]. Di tingkat kades, saya sudah menginformasikan juga ke Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) agar menjaga netralitas dengan baik," kata Sujarwanto Dwiatmoko.

2 Anggota Dikeroyok, Warga PSHT Sragen Diminta Tanggalkan Atribut Saat Keluar Rumah

Sujarwanto Dwiatmoko mengaku sudah mendengar adanya empat kades yang dipanggil dan diperiksa Bawaslu Klaten terkait dugaan pelanggaran netralitas kades di Pilkada 2020. Menyikapi hal itu, Sujarwanto Dwiatmoko memberikan kesempatan Bawaslu Klaten menelusurinya.

"Kami menunggu penelusuran Bawaslu Klaten. Hingga sekarang belum tahu [ada tidaknya pelanggaran]. Semuanya kan masih dugaan. Kades [empat kades yang dipanggil] berikan klarifikasi yang sejelas-jelasnya ke Bawaslu," kata Sujarwanto Dwiatmoko.

Netral Aktif

Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan netralitas ASN dan para kades perlu dibangun aktif di tengah masa kampanye. Diharapkan terwujudnya netralitas juga berpengaruh ke angka partisipasi saat pemungutan suara, 9 Desember 2020.

"Jangan sampai percaya dengan omongan yang mengajak golongan putih [golput]. Suksesnya pilkada ini juga diukur dari tingkat partisipasi masyarakat," katanya.

Sebagaimana diketahui, Bawaslu Klaten langsung kebanjiran laporan dugaan kades yang diduga tak netral di awal masa kampanye Pilkada 2020. Sebanyak empat kades dipanggil Bawaslu Klaten terkait dugaan penggunaan jabatan, yakni mengajak warganya memilih pasangan calon (paslon) tertentu, Selasa (29/9/2020).

Inilah Gua Petilasan Pangeran Mangkubumi di Sragen, Bisa Muat Warga Satu Kampung!

"Pemeriksan empat kades di Bawaslu Klaten berlangsung, Selasa (29/9/2020) pukul 10.00 WIB-14.00 WIB," kata Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten, Kartika Sari Handayani, mengatakan target partisipasi pemilih Pilkada 2020 di tengah pandemi tetap tinggi.

"Target partisipasi pemilih di Pilkada 2020 mencapai 77,5%," kata Kartika Sari Handayani.

Berita Terbaru

Wali Kota Rudy Berharap Partisipasi Pemilih Pilkada Solo 2020 Capai 80%

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada Solo 2020 pada Desember mendatang...

Gibran Geregetan Branding Pariwisata Solo Masih Kalah dari Jogja

Solopos.com, SOLO-Calon wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka menyatakan keprihatinannya dengan stagnasi sektor pariwisata Kota Bengawan beberapa...

Cawali Solo Bagyo Wahyono Menunggak Tagihan Rp25 juta, Ini Penjelasan PDAM

Solopos.com, SOLO--Calon Wali Kota (Cawali) Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp25 juta. Nilai...

Bawaslu Jateng : Ada 16 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilkada 2020

Solopos.com, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan...

Bawaslu Awasi Medsos Paslon di Pilkada Grobogan 2020

Solopos.com, PURWODADI -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Grobogan terus melakukan pengawasan tahapan kampanye Pilkada Grobogan 2020. Tidak...

Dikritik Program Belum Terealisasi, Cabup Petahana Sragen Langsung Kasih Jawaban

Solopos.com, SRAGEN — Calon bupati (cabup) petahana di Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan terdapat 8.569 lapangan...

Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sukoharjo kembali memperpanjang pendaftaran rekrutmen calon pengawas tempat pemungutan suara atau...

Bawaslu Boyolali Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS 10 Kecamatan, Kekurangan Paling Banyak Ngemplak

Solopos.com, BOYOLALI -- Masa pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara atau TPS Pilkada Boyolali 2020 diperpanjang hingga Senin (19/10/2020). Perpanjangan...

KPU Wonogiri Coret 57.497 Data Tak Memenuhi Syarat

Solopos.com, WONOGIRI—Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mencoret 57.497 data pemilih tak memenuhi syarat (TMS) melalui tahapan pencocokan, penelitian, pencermatan, dan...

Gibran-Teguh Panasi Mesin Tim Pemenangan Internal PAN Solo, Ini Targetnya

Solopos.com, SOLO -- DPD PAN Solo mengukuhkan tim pemenangan untuk pasangan cawali-cawawali, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, pada...