Polres Magelang menahan warga Jogja dan Klaten pencuri spesialis barang elektronik. (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, MAGELANG — Polres Magelang menahan warga Jogja dan Klaten yang dituduh melakukan pencurian barang elektronik. Keduanya diidentifikasi sebagai maling spesialis barang elektronik.

Kabag Ops Polres Magelang, Kompol Ngadisa mengungkapkan kedua tersangka pencuri itu adalah M. Adnan Rifai, 27, warga Notoprajan, Ngampilan, Kota Jogja dan Rudianto, 39, warga Prambanan, Kabupaten Klaten. Rudianto merupakan residivis yang telah menjalani hukuman sebelumnya dan telah melakukan puluhan kali tindak pidana pencurian.

“Dalam melakukan pencurian mereka selalu menggunakan hitungan Jawa,” ungkap Kompol Ngadisa di Kota Munkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2019).

Ngadisa mengatakan pengungkapan kasus pencurian ini karena adanya laporan dari korban, yakni Fitri Agustiningrum, 39, warga Krajan, Salaman, Kabupaten Magelang. Peristiwa pencurian itu terjadi pada 5 Juli 2019. Pelaku mengambil laptop atau komputer jinjing dan tiga unit pesawat telepon seluler.

"Pelaku melakukan pencurian laptop dan tiga telepon seluler dengan cara mencongkel jendela. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp15 juta," ucapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, pelaku telah melakukan aksi serupa di beberapa tempat, antara lain di Magelang dengan dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Tempuran dan Salaman, Boyolali satu TKP, Klaten empat TKP, Wonogiri tiga TKP, Bantul 10 TKP, dan Sleman 11 TKP. "Menurut pengembangan dan penyidikan sasaran utama barang-barang elektronik, ada HP, ada TV, laptop," paparnya.

Tersangka Rudianto mengaku sebelum melakukan aksinya menghitung dengan melihat hari dan pasaran. "Selain itu, menghitung pula nama daerah yang akan dijadikan sasaran. Hitungan tersebut dengan cara yang dipakai orang Jawa," ujarnya.

Ia menuturkan sengaja menerjang pantangan sehingga tertangkap saat berada di Magelang. Ketika itu, menghadiri sebuah acara di rumah temannya yang berada di Pakis. Sedangkan temannya, Adnan terlebih dulu ditangkap saat bermain di rumah temannya di Klaten.

"Setelah acara selesai, saya ditangkap. Hitungan itu, semestinya bukan ke arah itu, tapi saya terjang," katanya.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten