Diduga Langgar Netralitas dalam Pilkada, 2 PNS di Klaten Dilaporkan Bawaslu

Adapegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Klaten yang dilaporkan Bawaslu diduga melanggar netralitas di Pilkada 2020.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ASN atau PNS. (Antara)

Solopos.com, KLATEN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten melaporkan dua aparatur sipil negara (ASN) atau pengawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), sejak satu pekan terakhir. Kedua PNS itu diduga melanggar netralitas dalam Pilkada Klaten 2020.

Kedua ASN yang dilaporkan ke KASN itu menduduki top leader di tempatnya bertugas. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Bawaslu Klaten tetap memantau gerak-gerik ASN meski tahapan kampanye di Pilkada Klaten belum dimulai secara resmi.

Sesuai peraturan, setiap ASN wajib menjaga netralitasnya sebagai abdi negara. Bawaslu Klaten tak akan tebang pilih dalam menjalankan pengawasan.

"Kami sudah melakukan pemantauan di lapangan. Kami pun sudah melaporkan dua ASN di lingkungan Pemkab Klaten ke KASN karena dugaan pelanggaran netralitas ASN. Mohon maaf, saat ini kami belum bisa menyampaikan siapa sosok kedua ASN itu. Yang jelas, keduanya berposisi sebagai top leader di tempatnya bertugas," kata Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (14/9/2020).

Arif Fatkhurrahman mengatakan pelaporan kedua ASN ke KASN itu merupakan hasil temuan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di dua daerah berbeda. Panwascam di kedua daerah tersebut juga sudah memintai keterangan ke kedua ASN yang diduga melanggar netralitas ASN.

"Kalau sudah kami laporkan ke KASN artinya masing-masing yang bersangkutan sudah dimintai keterangannya oleh Panwascam dengan didampingi Bawaslu Klaten. Kami pun juga sudah menyerahkan bukti pendukung ke KASN, seperti foto dan lainnya. Saat ini tinggal menunggu hasil rekomendasi dari KASN. Sanksinya menunggu dari KASN karena yang berwenang memberikan sanksi di sana [saat ini belum berlangsung masa kampanye di Klaten]," katanya.

Peringatan

Selain fokus mengawasi gerak-gerik dan netralitas PNS menjelang berlangsungnya tahapan kampanye di Pilkada Klaten 2020, lanjut Arif Fatkhurrahman, Bawaslu Klaten juga sudah mengingatkan ke seluruh ASN di lingkungan Pemkab Klaten agar menjaga netralitasnya di Pilkada 2020.

Peringatan tersebut disampaikan secara tertulis ke sekretaris daerah (Sekda) Klaten, beberapa waktu lalu.

"Kami bahkan sudah berkirim surat sebanyak dua kali. Ini kami lakukan agar jangan sampai ada yang melanggar netralitas ASN. Sekali lagi, kami tak akan tebang pilih dalam menegakkan peraturan ke depan. Setiap ASN mestinya harus menjaga kode etiknya. Itu yang perlu diperhatikan saat sekarang," katanya.

Tolak KAMI Masuk Sragen, LSM Drajat Gelar Aksi Damai

Sebagaimana diketahui, Pilkada 2020 di Klaten bakal diikuti tiga pasangan calon (paslon). Seluruh paslon sudah mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten. Masing-masing paslon, yakni Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo); Arif Budiyono (ABY)-Harjanta (HJT); One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI).

"Kami sudah punya catatan terkait materi netralitas ASN dan para kades. Tim sudah disebar di lapangan [guna mengawasi ASN dan kades]," kata perwakilan tim sukses (timses) ABY-HJT, yakni Darmadi, kepada Solopos, pekan lalu.

Berita Terbaru

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menggodok peraturan KPU (PKPU) tentang pemungutan suara Pilkada serentak, 9 Desember...

KPU Grobogan Tak Undang Bapaslon Saat Penetapan

Solopos.com, PURWODADI -– Penetapan pasangan calon oleh KPU Grobogan tahun ini berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Bakal pasangan calon...

Penetapan Paslon Pilkada Sukoharjo Digelar Tertutup, Etik-Agus dan Joswi Tak Diundang

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon atau paslon pada Pilkada...

KPU Sragen Pastikan TPS Aman dari Covid-19, Warga pun Tak Takut Nyoblos

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memastikan tempat pemungutan suara (TPS) tempat warga mencoblos...

KPU Klaten: Calon Bupati-Wakil Bupati Dilarang Bawa Massa saat Pengundian Nomor Urut!

Solopos.com, KLATEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten melarang pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati membawa massa saat menghadiri pengundian...

Polemik Penundaan Pilkada 2020, Ini Kata Wali Kota Solo Rudy

Solopos.com, SOLO -- Desakan penundaan pilkada serentak 2020 terus bergulir selama beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul sikap Presiden...

Komisi II DPR, Mendagri dan KPU Sepakat Pilkada 2020 Jalan Terus

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil pertemuan Komisi II DPR bersama Mendagri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP sepakat tidak ada...

Rebut Hati Milenial Solo, Gibran-Teguh Siapkan Konser Musik Virtual

Solopos.com, SOLO -- Tim Pemenangan cawali-cawawali Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, menyiapkan acara konser musik secara virtual...

Strategi Fajri Galang Suara di Pilkada Klaten: Sering Nongkrong di Angkringan

Solopos.com, KLATEN — Salah satu calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Muhammad Fajri, bakal lebih rutin menongkrong di sejumlah angkringan...

Kompak! 6 Parpol Deklarasikan Yuni-Suroto Jadi Cabup-Cawabup Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Pimpinan enam partai politik (parpol) secara resmi mendeklarasikan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (Yuni-Suroto)...