Kategori: Wonogiri

Diduga Langgar Aturan Netralitas ASN, Begini Penjelasan Camat Giritontro Wonogiri


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Camat Giritontro, Wonogiri, Fredy Sasono, membantah dirinya melanggar peraturan netralitas ASN di Pilkada Wonogiri 2020 saat dirinya datang ke acara konsolidasi PAC PDI Perjuangan Giritontro pada Senin (23/11/2020).

Fredy merupakan ASN yang diberitakan Solopos.com sebelumnya terkait adanya dugaan pelanggaran oleh ASN saat ada acara konsolidasi partai di Giritontro. Fredy mendatangi panggilan Bawaslu pada Rabu (25/11/2020), pagi untuk memberi keterangan.

Fredy mengaku dirinya diberi 40 pertanyaan terkait kehadirannya saat acara pembukaan konsolidasi tersebut. Acara konsolidasi itu digelar di rumah Ketua PAC PDIP Kecamatan Giritontro, Soetarno SR., Senin pagi.

Pria Ngadirojo Wonogiri Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar

Menurut Fredy, acara itu bukan acara kampanye, tetapi pembukaan konsolidasi partai. Ia mengaku mendapat undangan melalui pesan Whatsapp untuk menghadiri acara ketika pembukaan berlangsung.

"Saya datang sesuai undangan. Hanya duduk, menyanyikan lagu Indonesia raya, makan dan minun, lalu meninggalkan acara. Setelah itu saya menghadiri pelantikan KPPS di pendapa kecamatan," kata dia setalah memberi keterangan di Kantor Bawaslu, Rabu.

Saat acara konsolidasi berlangsung, kata Fredy, dirinya sudah meninggalkan lokasi acara. Selama di lokasi, ia juga tidak memberi sambutan.

Fredy berpendapat bahwa kehadirannya bersama lima kepala desa itu bukan merupakan pelanggaran. Karena acara itu bukan kampanye paslon, melainkan konsolidasi. Selain itu, menghadiri undangan acara menjadi semacam kewajiban moral Fredy selaku Camat Giritontro.

"Jika ada partai apapun yang mengundang saya dengan model acara seperti itu, saya pasti akan datang juga. Undangan syukuran akikah atau kondangan warga saja saya datang. Karena saya tinggal di Giritontro," kata Fredy.

Penyelenggara acara konsolidasi sekaligus Ketua PAC PDIP Giritontro, Soetarno SR, menegaskan acara yang dihadiri Camat Giritontro dan lima Kades di Giritontro itu merupakan konsolidasi partai tingkat kecamatan, bukan kampanye paslon.

Hindari Kerumunan

Kegiatan itu, kata Soetarno, dilaksanakan selama dua hari. Hal itu untuk menghindari kerumunan. Karena peserta mencapai ratusan yang diikuti anggota ranting dan anak ranting. Saat hari pertama, tepatnya saat pembukaan, pihaknya mengundang camat dan beberapa Kades.

"Memang kami mengundang mereka, tapi hanya di acara pembukaan. Saat konsolidasi berlangsung mereka sudah tidak ada di lokasi. Jadi tamu undangan itu hanya datang duduk, diam dan menikmati makanan. Setelah acara dibuka mereka pulang," kata dia di Kantor Bawaslu Wonogiri, Rabu.

Kepala Dispertan Beri Penjelasan soal Sinyal Pupuk Langka di Wonogiri

Soetarno juga memastikan bahwa seluruh tamu undangan tidak diberi waktu untuk melakukan sambutan. Selama kegiatan para tamu undangan tidak ada yang melanggar. Sejak 1999, menurut dia, setiap ada acara partai, saat pembukaan pihaknya selalu mengundang tamu, baik camat maupun kades.

"Sudah berulang kali setiap ada pembukaan acara partai, kami mengundang tamu undangan. Namun saat acara inti, kami persilahkan untuk pulang. Sudah seperti budaya. Baru kali ini kami dimintai keterangan dari Bawaslu. Sebelumnya tidak ada persoalan," kata Soetarno.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan pada Rabu pagi-sore, pihaknya meminta klarifikasi terhadap 12 orang yang mengikuti konsolidasi dan diduga melanggar peraturan.

Sebanyak 12 orang itu terdiri dari, satu orang oknum ASN, lima orang oknum Kepala Desa, lima orang oknum KPPS dan satu penyelenggara kegiatan. "Semua kami undang untuk memberi klarifikasi," kata dia.

Klarifikasi itu, kata dia, bertujuan untuk mendalami dan menggali fakta-fakta yang terjadi untuk memperkuat temuan pihaknya pada Senin lalu. Selanjutnya Bawaslu akan melakukan pembahasan dengan Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk menentukan status pelanggarannya pada Jumat (27/11/2020) mendatang.

Dimodifikasi pada Rabu, 25 November 2020 17:42

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi