Tutup Iklan
Petugas mengevakuasi jenazah Darwin Susanto yang ditemukan meninggal di dalam ruko di Jl. Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (11/8/2019). (Istimewa-Polres Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Polres Madiun mengirim istri dari https://madiun.solopos.com/read/20190812/516/1011566/pria-madiun-ditemukan-meninggal-bersimbah-darah-diduga-korban-pembunuhan">Darwin Susanto, https://madiun.solopos.com/read/20190812/516/1011580/ungkap-misteri-pembunuhan-pria-di-ruko-madiun-polisi-cari-istri-korban">Mari Happy, ke rumah sakit jiwa Ngawi untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Mari diduga kuat pelaku pembunuhan suaminya yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya di ruko di Jl. Pannglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (11/8/2019). 

https://madiun.solopos.com/read/20190812/516/1011636/polres-madiun-bentuk-2-tim-untuk-ungkap-kasus-pembunuhan-di-ruko-mejayan">Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, mengatakan Mari belum ditetapkan sebagai tersangka. Logos menuturkan saat ini Mari masih dirawat di rumah sakit jiwa di Ngawi karena terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. 

Dalam pemeriksaan psikiater, Mari mengalami skizofrenia paranoid atau gangguan kejiwaan yang menyebabkan seseorang mengalami halusinasi dan delusi secara berlebihan. Bahkan saat kambuh, kekuatan penderitanya bisa meningkat sampai lima kali lipat. 

"Iya, MH [Mari Happy] ini mengalami skizofrenia paranoid. Jadi dia ini selalu merasa curiga yang berlebihan. Dan apabila dia mengalami gangguan, tenaganya bisa mencapai lima kali orang normal," kata dia, Senin (19/8/2019). 

Logos menambahkan, Mari memiliki riwayat penyakit jiwa. Saat ini masih menjalani perawatan di RSJ Nganjuk, rumah sakit yang sama tempat Mari kali terakhir dirawat pada 2018. 

Untuk saat ini, kata Logos, pihaknya belum menentukan siapa tersangka dalam pembunuhan sadis tersebut. Tetapi, dari keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, pelaku pembunuhan mengarah pada Mari.

Polisi masih belum menemukan benda yang digunakan untuk membunuh korban. Dari hasil pemeriksaan fisik, korban mengalami penganiayaan dengan benda tumpul. "Untuk pemeriksaan selanjutnya, kami menunggu hasil pemeriksaan dari RSJ Ngawi," ujarnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten