Diduga Kembar, 2 Bayi Dibuang di Pintu Air Madukoro Semarang
Ilustrasi bayi (JIBI/Dok)

Solopos.com, SEMARANG — Dua bayi dibuang di seputaran Pintu Air Madukoro, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021) sekitar pukul 09.40 WIB. Masyarakat sekitar pun geger dengan penemuan bayi tanpa nyawa yang diduga kembar tersebut.

Petugas pintu air, Ariyanto, yang kali pertama menemukan mayat bayi kembar tersebut. Saat ditemukan, mayat kedua bayi kembar itu terbungkus kain di dalam tas belanja minimarket berwarna kuning.

“Saya dapat jatah sif pagi. Ketika membersihkan pintu air dari sampat ada tas itu. Baunya amis, jadi saya penasaran. Awalnya saya kira jeroan ikan,” terang Ariyanto kepada wartawan di lokasi penemuan, Selasa siang.

Pahami Fengsui Arah Rumah Ini!

Ariyanto pun langsung tersentak begitu membuka bungkusan di dalam tas tersebut. Ia melihat dua sosok mayat bayi yang kondisinya tak jauh berbeda.

“Kemungkinan kembar karena kondisinya sama,” ujar Ariyanto.

Ariyanto pun langsung melaporkan penemuan mayat bayi yang diduga kembar itu ke aparat kepolisian. “Enggak tahu siapa yang membuangnya. Satu jam lalu, tas itu [berisi bayi] belum ada,” ujarnya.

Bahkan Fengsui Atur Posisi Tangga

Pihak kepolisian yang menerima laporan adanya penemuan mayat bayi yang diduga kembar itu pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi Gerak Cepat

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana, menyatakan akan bergerak cepat mengungkap pelaku pembuangan mayat dua bayi itu. “Kami berusaha mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi di pintu air Madukoro. Saat ini kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Dia menyebut menerima laporan tersebut dari petugas penjaga pintu air. Petugas ketika itu membersihkan pintu air rutin untuk mengangkat sampah yang tersangkut di pintu air tersebut.

Ini Alasan Hukum Gisel Jadi Tersangka

Kondisi bayi, lanjut Indra saat ditemukan tubuhnya masih utuh dan lengkap. Meski demikian, kondisi bayi tersebut diduga prematur dan masih terdapat plasenta atau ari-ari yang menempel.

“Melihat kondisi bayi sepertinya bukan bayi dalam kandungan Sembilan bulan. Ada kemungkinan bayi itu dikeluarkan secara paksa dan kemudian dibuang,” ungkapnya.

Ia juga menduga bayi itu dibuang di aliran saluran air. Oleh karenanya, pihaknya akan menelusuri aliran saluran air tersebut yang berasal dari wilayah Semarang Barat dan wilayah lain.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom