Diduga Kandungan PH Rendah, 3 Hektare Padi di Bedoro Terancam Gagal Panen

Fenomena tanaman padi kerdil terjadi hampir merata di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Petani terancam gagal panen karena kandungan PH tanah yang rendah.

 PPL Bedoro bersama petani di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, mengambil sampel tanaman padi yang gagal tumbuh untuk mengecek kondisi akarnya dan ternyata memang kecokelatan, Rabu (21/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - PPL Bedoro bersama petani di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, mengambil sampel tanaman padi yang gagal tumbuh untuk mengecek kondisi akarnya dan ternyata memang kecokelatan, Rabu (21/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Tanaman padi seluas 3 hektare di wilayah Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, terancam gagal panen. Kondisi tanaman padi di sana tidak bisa berbunga dan cenderung kerdil.

Setelah dilihat petani, tanaman padi yang kerdil itu ternyata akanya tidak berkembang dan warnanya cenderung kecokelatan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Tanaman padi yang kerdil itu salah satunya terdapat di sawah milik petani di Dukuh Bedekan, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Pariyo, 53. Ia mengaku tanaman padi di sawah seluas empat patok miliknya awalnya subur. Tapi, saat waktunya berbunga malah tidak berbunga, daunnya justru menguning.

Ia sudah berusaha mengobatinya namun tidak berhasil. kini tanaman padinya sudah berusia sekitar 50 hari.

“Jadi tanaman padi itu kerdil atau gagal tumbuh. Saya lihat akarnya itu kekuningan dan cokelat. Akar yang sehat itu biasanya putih. Pada usia 50 hari itu seharusnya sudah mrapu atau berbunga ternyata tidak. Dengan kondisi seperti itu ya jelas gagal panen. Dari empat patok itu yang kondisinya seperti itu mencapai 80%. Kemungkinan nanti ya hanya untuk makanan ternak,” katanya.

Baca Juga: Produktivitas Padi Anjlok Hingga 54%, Petani Gondang Sragen Bingung Kenapa

Pariyo menggunakan bibit padi Inpari 32. Dia melihat petani lain yang menggunakan bibit Ciherang dan 64-SS tidak masalah. “Kalau panen itu biasanya per patok bisa laku Rp10 juta untuk hasil panen musim tanam ketiga ini. Dengan kondisi seperti itu jelas kalin ini tidak dapat apa-apa,” keluhnya.

Dia menunjukkan sampel tanaman padinya dengan kondisi akar yang kecokelat-cokelatan. Dia mengatakan dengan akar seperti itu menunjukkan tanaman padi tidak sehat sehingga tidak bisa maksimal.

“Entah apa penyebabnya kurang tahu. Harapannya pihak terkait bisa memberi solusi kepada petani untuk musim tanam berikutnya,” ujarnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Bedoro, Dwi Aprilia Jaya, menerangkan kondisi tanaman padi kerdil terjadi merata di Desa bedoro. Tetapi ada sawah 3 hektare yang kondisinya paling parah dan kemungkinan gagal panen.

Baca Juga: Sukorejo Sragen Kembangkan Pertanian Terintegrasi dengan Prinsip Zero Waste

Untuk antisipasi, ia mengatakan pada musim tanam berikutnya harus dikawal sejak dari pembibitan, yakni dengan penyemprotan obat wereng.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan petugas laboratorium pertanian di Palur, Karanganyar. Untuk persiapan lahannya supaya ditambah pupuk organik. Kasus seperti ini baru kali pertama terjadi di Sambungmacan,” ujarnya.

PH Tanah Jadi Penyebab

Koordinator PPL Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Sumarno, mengambil sampel tanah sawah di Desa Bedoro, Desa Sambungmacan, Desa Banyurip, Desa Gringging, dan Desa Banaran. Dia mengatakan gangguan tumbuh pada tanaman padi itu bukan disebabkan virus kerdil rumput. Tetapi karena kandungan PH tanahnya rendah.

Dia menjelaskan dari uji sampel tanah di tanaman yang kerdil itu ternyata diketahui kandungan PH hanya 4,5-5,2. Sementara sampel tanah pada kondisi tanaman padi yang bagus, kata dia, kandungan PH normal, yakni 6,2 dan 6,3.

Baca Juga: 36 Petani Sukorejo Sragen Babat Habis Jati dan Sengon Ganti dengan Durian

“Kondisi ini terjadi secara sporadis dalam satu patok sawah dan memang berpengaruh pada produksi padinya tidak bisa 100%. Satu rumpun padi itu biasanya ada 25-30 tanamn padi, paling yang bisa berbunga hanya 2-5 batang  atau bahkan semua tidak bisa berbunga sama sekali,” ujarnya.

Kalau kena virus, menurut dia, akar padinya masih banyak tetapi tidak bisa tumbuh normal. Sementara kalau kekurangan PH maka akarnya sedikit dan kecokelatan karena tidak bisa menyerap unsur hara tanah.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Selasa (4/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022, Dominan Berawan

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Solo Rabu 5 Oktober: Berawan Sepanjang Hari dan Tidak Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada Rabu (5/10/2022) ini menurut prakiraan cuaca dari BMKG akan berawan sepanjang dan tidak ada potensi hujan.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Berawan Pagi-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.