Diduga Hendak Berbuat Jahat, 15 Remaja Digiring ke Mapolres Kulonprogo

Belasan remaja tanggung diringkus aparat Polres Kulonprogo karena diduga akan berbuat kejahatan jalanan, seperti klitih.

 Belasan remaja yang diduga hendak melakukan kejahatan dibawa ke Mapolres Kulonprogor, Minggu (28/11/2021). (Harian Jogja)

SOLOPOS.COM - Belasan remaja yang diduga hendak melakukan kejahatan dibawa ke Mapolres Kulonprogor, Minggu (28/11/2021). (Harian Jogja)

Solopos.com, WATES — Sebanyak 15 remaja ditangkap jajaran Polres Kulonprogo di Jalan Nanggulan-Magelang, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Minggu (28/11/2021). Mereka ditangkap karena diduga hendak melakukan kejahatan jalanan, seperti klitih.

Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan ditangkapnya belasan pemuda bukan lain adalah upaya polisi dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di masyarakat.

“15 anak yang saat ini masih berada Polres Kulonprogo telah dimintai keterangannya. Berdasarkan hasil penyelidikan, ada beberapa remaja yang menenggak alkohol. Bagi remaja yang terbukti menenggak alhohol akan diproses tipiring [tindak pidana ringan],” kata Jeffry, Minggu.

Baca juga: Khawatir Siswa Lakukan Klitih, Satpol PP DIY Kini Awasi Sekolah

Dikatakan Jeffry, sejumlah barang bukti ikut diamankan polisi. Barang bukti itu antara lain dua botol plastik berukuran 1,5 liter dengan tutup berwarna kuning, satu bendera warna kombinasi hijau, putih, dan hitam bertuliskan NORDKAPE, dan bambu panjang sekitar 3 meter.

Selain itu polisi juga menyita tangga dari bambu sepanjang 3 meter, serta tangga lipat alumunium dengan panjang sekitar dua meter. Polisi juga menyita 11 sepeda motor yang digunakan para remaja tersebut. Ke-11 unit sepeda motor itu saat ini diamankan di Mapolsek Nanggulan.

“Awalnya ada spanduk yang dianggap provokasi, kemudian diduga itu spanduk suporter bola. Kami tidak hanya mengarah ke klitih tapi lebih ke kejahatan jalanan terutama di malam hari. Hingga saat ini, 15 remaja tanggung masih dalam lidik [penyelidikan] dan diamankan beserta barang bukti di Polres Kulonprogo,” terang Jeffry.

Lebih lanjut, Polres Kulonprogo juga telah berupaya menghubungi sejumlah orang tua remaja. Rencana, orang tua dihadirkan ke Polres Kulonprogo untuk menjemput anaknya masing-masing. “Kami sudah hubungi orang tua remaja yang diringkus polisi untuk menjemput. Rencana Selasa atau Rabu pekan depan orang tua kami minta untuk menjemput. Untuk anak yang kedapatan minum miras akan dikenakan tipiring,” kata Jeffry.

Baca juga: Paman di Kulonprogo Cabuli Keponakan Saat Tidur, Beralasan Khilaf

Penggunaan motor di kalangan remaja yang belum genap berusia 17 tahun juga menjadi salah satu fokus penegakan hukum dalam Operasi Zebra 2021 yang dilaksanakan jajaran Polres Kulonprogo. 140 personel diturunkan dalam operasi yang berlangsung sekitar dua pekan sejak Senin (15/11/2021).

Kapolres Kulonprogo AKBP, Muharomah Fajarini, mengatakan penggunaan kendaraan bermotor oleh remaja yang belum genap berusia 17 tahun berpotensi menimbulkan kecelakaan yang melibatkan si pengguna kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya.

“Orang tua diharapkan tidak memberikan izin kepada anaknya yang belum berusia 17 tahun untuk mengendarai kendaraan bermotor. Target utama kami dalam Operasi Zebra kali ini adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Kulonprogo yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Fajarini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Mantan Kapolres Sleman Digugat ke Pengadilan, Ini Penyebabnya

Mantan Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, mendapat gugatan dari seorang warga Wedomartani, Ngemplak, di Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

Pemkot Jogja Minta Warga Laporkan Parkir Nuthuk, Ini Reaksi Netizen

Pemkot Jogja dianggap tidak serius dalam menanggani permasalahan parkir nuthuk atau menerapkan tarif di luar kewajaran yang kembali viral di media sosial (medsos).

Geger! Mayat Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di Selokan Mataram

Warga Dusun Glondong, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang terbungkus plastik berwarna hitam.

Hujan Deras Berjam-jam di Bantul, Pohon Roboh dan Tanggul Jebol

Belasan pohon di wilayah Bantul tumbang setelah diguyur hujan berjam-jam pada Rabu (19/1/2022).

Tren Covid-19 Mulai Naik Lagi, Sleman Tambah 7 Kasus

Terjadi penambahan tujuh kasus baru COvid-19 di Sleman. Selain itu masih ada dua kalurahan yang masuk zona merah.

Viral Tarif Parkir di Kota Jogja Nuthuk, Ini Pengakuan Pengelola Parkir

Tarif parkir bus wisata di Kota Jogja dianggap tidak wajar alias nuthuk viral di media sosial (medsos) setelah dikeluhkan seorang wisatawan.

Hujan Deras, 2 Rumah Warga Sleman Kebanjiran Luapan Sungai Perengan

Hujan deras yang mengguyur Sleman menyebabkan air Sungai Perengan meluap. Akibatnya, dua rumah warga kebanjiran.

Kredit Fiktif, Pincab Transvision Jogja Divonis 10 Tahun Penjara

Pimpinan Cabang Transvision Jogja, Klau Victor Apryanto, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus kredit fiktif di Bank Jogja yang menjeratnya.

Tarif Parkir Nuthuk Rp350.000 di Jogja, Polisi: Hasil Mark Up Kru Bus

Aparat Polresta Jogja mengklaim telah mengungkap kasus tarif parkir nuthuk bus wisata di Kota Jogja yang baru-baru ini viral di media sosial (medsos).

+ PLUS Penataan Malioboro dan PKL di Ruang Sarat Konflik Kepentingan

Penataan Malioboro dan rencana pemindahan para pedagan kaki lima adalah wujud konflik kepentingan di ruang besar Malioboro pada era kiwari. Sejarah Malioboro adalah sejarah tentang konflik kepentingan.

Viral Parkir Nuthuk Rp350.000, Ini Daftar Tarif Resmi Parkir di Jogja

Penerapan tarif parkir di atas kewajaran atau nuthuk kembali terjadi di Kota Jogja.

Cek! Bantul Mulai Terapkan Harga Baru Minyak Goreng Rp14.000 per Liter

Pemkab Bantul mengecek toko berjejaring sudah menerapkan harga baru minyak goreng Rp14.000 per liter, tetapi pedagang pasar tradisional malah belum.

Waduh! Parkir 1,5 Jam, Wisatawan di Jogja Disuruh Bayar Rp350.000

Aksi parkir nuthuk atau menerapkan tarif di atas rata-rata kembali terjadi di kawasan wisata Kota Jogja.

Pekan Ini, Vaksin Booster di Jogja Mulai Sasar Guru dan ASN

Mulai Jumat pekan ini, Pemkot Jogja mulai menyasar para ASN dan guru untuk disuntik vaksin booster.

Waspada! Kasus DBD di Kulonprogo Diprediksi Melonjak, Ini Penyebabnya

Kasus demam berdarah dengue atau DBD di Kabupaten Kulonprogo diprediksi mengalami lonjakan pada tahun 2022 ini.