Tutup Iklan

Diduga Curi Sayur, Maman Dihabisi 14 Orang dan Dikubur Hidup-hidup

Pria 50 tahun, Maman, dihabisi 14 orang dengan cara dikeroyok dan dikubur hidup-hidup di kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedung, Garut pada Selasa (21/10/2021) diduga karena mencuri sayur.

 Ilustrasi pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardamean. dokJIBI/SOLOPOS

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardamean. dokJIBI/SOLOPOS

Solopos.com, GARUT — Seorang pria 50 tahun, Maman, meninggal dikeroyok dan dikubur hidup-hidup di kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedung, Kabupaten Garut pada Selasa (21/10/2021). Peristiwa itu terungkap setelah keluarga Maman melapor ke polisi.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengungkap kronologi kejadian. Peristiwa dimulai saat warga memergoki Maman hendak masuk ke salah satu gudang sayuran. Warga menduga Maman hendak mencuri sayur. Alih-alih melaporkan polisi, warga itu main hakim sendiri.

Maman menjadi bulan-bulanan dan dikeroyok sejumlah warga setempat. Wirdhanto mengatakan Maman dikeroyok belasan orang. Bahkan, sejumlah pelaku memakai senjata tajam. “Ada (warga) yang pakai senjata tajam, ada yang mukul,” kata Wirdhanto seperti dilansir Suara.com, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga : Sadis! Maman Dikubur Hidup-Hidup di Kaki Gunung

Maman tidak berdaya setelah dikeroyok belasan orang. Kondisi itu justru memicu inisiatif pelaku untuk mengubur Maman. Belasan warga menggotong tubuh Maman ke kawasan Blok Waspada Gunung Cikuray. Mereka berjalan sejauh 2 kilometer dari lokasi pengeroyokan sambil membawa korban. “Korban kemudian digotong beramai-ramai ke kewasan Blok Waspada Gunung Cikuray. Kira-kira 2 kilometer dari lokasi,” jelas Wirdhanto.

Sesampainya di Blok Waspada Gunung Cikuray, sejumlah warga mulai menggali lubang. Mereka berniat mengubur Maman yang masih hidup. Wirdhanto mengatakan kondisi Maman babak belur, tetapi masih bernyawa. Bahkan, lanjut dia, seorang pelaku melihat jika Maman masih hidup.

Namun, mereka justru sepakat memasukkan tubuh Maman yang tak berdaya ke liang lahat. Korban dililit karung sebelum dimasukkan lubang. Seorang warga memutuskan mengakhiri nyawa Maman. Pelaku menyayat leher korban lalu bersama warga lain mengubur Maman.

Baca Juga : 4 Kontroversi Sukmawati yang Tak Pernah Berujung Hukuman

“Saat itu, ada salah satu pelaku yang melihat korban masih bernyawa. Pelaku kemudian turun ke lubang dan menghabisi nyawa korban dengan luka sayatan di leher,” ujar Wirdhanto.

Kasus kematian Maman terungkap 5 hari setelah kejadian. Polres Garut menerima laporan pihak keluarga kehilangan Maman. Polres Garut melakukan penyelidikan dan menerima informasi pengeroyokan di kawasan Cigedug. Polisi menemukan jenazah Maman. “Dari sana, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan menemukan adanya informasi di kawasan Cigedug,” beber Wirdhanto.

Jenazah Maman dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan 14 orang tersangka dalam kasus tersebut. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengakhiri nyawa Maman. Mulai dari mengeroyok sampai menggali lubang untuk mengubur Maman hidup-hidup.

Baca Juga : Biadab! KKB Tembak Dua Anak di Intan Jaya, Satu Meninggal

Wirdhanto mengatakan pelaku telah ditangkap dan mendekam di sel tahanan Mako Polres Garut. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yakni terkait pengeroyokan, penganiayaan, pembunuhan dan pembunuhan berencana. “Kami jerat Pasal 170, 351, 338 dan 340 KUHP,” pungkas Wirdhanto.


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Kenapa Presiden Indonesia Selalu dari Jawa? Ini Sebabnya

Selama 76 tahun berdiri, Indonesia  telah dipimpin oleh tujuh presiden. Dari tujuh presiden tersebut, enam diantaranya berlatarbelakang dari Suku Jawa.

Jeff Smith Ditangkap Lagi, Polisi Sebut Kemungkinan Hukuman Lebih Berat

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Endra Zulpan, menyebut kemungkinan Jeff Smith mendapatkan hukuman lebih berat karena pernah terjerat kasus serupa.

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Kisah Ali Nguli Pasir Demi Sesuap Nasi, Hilang Ditelan Erupsi Semeru

Kisah tragis tentang Ali, seorang kuli penambangan pasir yang hilang diduga tertimbun awan panas erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021).

Jokowi Singgung Tuntutan Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri, Ada Apa?

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyinggung tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa kasus korupsi PT Asabri.

Orang Suku Jawa Mudah Diterima, Ini Alasannya!

Jumlah populasi Suku Jawa yang cukup signifikan di berbagai daerah di Indonesia ini menjadi bukti bahwa Suku Jawa adalah kelompok masyarakat yang paling mudah diterima.

Olaf Scholz Resmi Dilantik Jadi Kanselir Jerman Gantikan Angela Merkel

Olaf Scholz resmi dilantik sebagai Kanselir baru Jerman pada Rabu (8/12/2021), mengakhiri empat masa jabatan Angela Merkel di pucuk pimpinan negara tersebut.

Update Lokasi Rawan di Semeru, PVMBG: Peta Geologi Tak Ingkar Janji

Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan sejumlah ahli untuk memperbarui peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru di Jawa Timur.

Akun YouTube BNPB Indonesia Diretas Ethereum

Akun resmi YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diretas pada Kamis (9/12/2021).

Target Investasi Nasional Pada 2022 Capai Rp1.200 Triliun

Target capaian investasi Indonesia pada 2022 kembali ditingkatkan secara signifikan. Tidak main-main, pada tahun depan Indonesia menargetkan realisasi investasi sebesar Rp1.100 triliun hingga Rp1.200 triliun.

+ PLUS PDIP-Gerindra dan Anies Baswedan-Demokrat di Tengah Ketidakpastian

Ketiadaan perpecahan konsolidasi di antara para pihak, selain persaingan pribadi, menyebabkan situasi akan tetap cair dan tidak pasti untuk beberapa waktu.

10 Berita Terpopuler: Satpol Sukoharjo Segel Rumah dan Tengkleng Viral

Kabar petugas Satpol PP Sukoharjo menyegel rumah kosong di Gembongan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, dan tengkleng viral di Soba menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (9/12/2021).

Solopos Hari Ini: Pandemi dan Modal Optimisme 2022

Pengalaman dua tahun pandemi Covid-19 di dunia seharusnya cukup menjadi bekal bangsa Indonesia menghadapinya pada 2022. Dengan modal itu, pemerintah menampilkan proyeksi optimistis dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk investasi.

Dikecam Dunia Atas Vonis Penjara San Suu Kyi, Junta Myanmar Bergeming

Junta Myanmar pada Senin (6/12/2021) mengatakan hukuman penjara pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, dikurangi menjadi dua tahun yang awalnya empat tahun.

Target Golkar 2024: Rebut Suara di Kandang Banteng!

Henry mengingatkan agar setiap kader Golkar bekerja lebih keras dan cerdas untuk kebesaran dan kemenangan Partai Golkar.

Sejarah Hari Ini : 9 Desember 1987, Intifadhah I Meletus di Jalur Gaza

Beragam peristiwa bersejarah terjadi pada 9 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya dimulainya Intifadhah I.