Didorong Jadi Bupati Klaten 2 Periode, Ini Jawaban Sri Mulyani
Suasana syukuran Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang berulang tahun ke-42 di rumah dinas (rumdin) bupati Klaten, Sabtu (4/5/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, terang-terangan mendorong Bupati Klaten, Sri Mulyani agar maju kembali sebagai bupati periode II, 2021-2026.

Menyikapi permintaan itu, Sri Mulyani belum ingin menanggapi serius karena masih fokus menjalankan tugas sebagai bupati Klaten periode 2016-2021. Pernyataan permohonan Sekda Klaten tersebut disampaikan saat memberikan sambutan di acara perayaan ulang tahun ke-42 Bupati Klaten, Sri Mulyani, di rumah dinas (rumdin) bupati Klaten, Sabtu (4/5/2019).

Acara tersebut dihadiri mantan Bupati Klaten sekaligus suami Sri Mulyani, Sunarna; pejabat Pengadilan Agama (PA) Klaten, dan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) beserta istri/suami, serta para sukarelawan juang PDIP Klaten.

“Selamat ulang tahun ke-42 untuk Ibu Sri Mulyani. Semoga selalu ginanjar sehat, yuswo ingkang panjang lan barokah saking Alloh SWT. Mugi-mugi kerso mimpin di periode II,” kata Jaka Sawaldi.

Tak sampai di sana, Jaka Sawaldi juga melemparkan pernyataan itu ke tamu undangan yang hadir di syukuran ulang tahun ke-42 Sri Mulyani. Jaka Sawaldi bertanya apakah yang hadir dalam acara tersebut setuju dengan kepemimpinan Sri Mulyani di periode II.

“Niki pun sarujuk sedaya. Pokoke nderek, nyengkuyung njenengan kaping kalih [Ini sudah setuju semua. Pokoknya ikut mendukung Anda dua periode],” katanya.

Menanggapi pernyataan Jaka Sawaldi tersebut, Sri Mulyani enggan menanggapi serius. Sebaliknya, Sri Mulyani ingin fokus bekerja sebagai bupati Klaten periode 2016-2021.

“Saya siap memberikan yang terbaik [bagi Klaten] di periode 2016-2021. Ini harus didukung bapak/ibu aparatur sipil negara [ASN] di Klaten,” katanya.

Disinggung tentang program yang ingin dirampungkan di sisa waktu jabatan 2016-2021, Sri Mulyani ingin fokus meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bersinar. Hal itu termasuk perbaikan jalan, pasar, dan bertekad mengentaskan kemiskinan.

“Pernyataan pak sekda tadi [kemarin] hanya spontanitas. Saya masih bekerja [sebai bupati] hingga 2021. Yang terpenting saat ini, saya ingin membangun Klaten sesuai program yang ada,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani semula mendampingi Bupati Klaten Sri Hartini periode 2016-2021. Sri Hartini secara definitif menjadi orang nomor satu di Pemkab Klaten mulai 17 Februari 2017. Di akhir 2016, Sri Hartini terseret kasus jual beli jabatan yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lantaran terjerat kasus pidana, kursi bupati Klaten yang kosong diisi Sri Mulyani. Di waktu sebelumnya, Sri Mulyani mendampingi Sri Hartini sebagai wakil bupati (wabup) Klaten. Selama menjadi bupati Klaten hingga sekarang, Sri Mulyani belum didampingi wakil bupati (wabup).

Sri Mulyani merupakan istri Sunarna yang pernah menjabat sebagai bupati Klaten selama dua periode. Sedangkan Sri Hartini merupakan istri Haryanto Wibowo yang pernah menjabat sebagai bupati Klaten sebelum Sunarna.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom