Penyanyi Didi Kempot bernyanyi dalam konser Pameran Inovasi Kesehatan yang diadakan DKK Sragen di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (26/10/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Ribuan warga Sragen memadati GOR Diponegoro Sragen yang menjadi lokasi pameran produk inovasi kesehatan puskesmas dan rumah sakit sejak Sabtu (26/10/2019) pagi.

Mereka menunggu kedatangan Godfather of Broken Heart alias penyanyi campursari asal Solo yang tengah naik daun, Didi Kempot.

Seusai melihat-lihat produk inovasi kesehatan dalam pameran yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen itu, warga memasuki lokasi penonton konser Didi Kempot sesuai dengan tanda tiket.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala DKK Sragen Hargiyanto. Seusai Hargiyanto turun panggung, pembawa acara langsung menyambut para pemusik yang mengiringi lagu-lagu Didi Kempot.

Kemunculan sang penabuh ketipung, Dory Haryanto Eka Saputra ataun Dory Harsa, 27, mendapat sambutan luar biasa dari penonton, terutama penonton perempuan.

Suara penonton menggema untuk kali kedua ketika Didi Kempot muncul dari balik tirai putih. Kali ini, penyanyi berambut gondrong itu tampil dengan kemeja lengan panjang bermotif batik warna merah dan motif kotak-kotak warna hitam putih.

Didi menyapa penonton kali pertama dengan lagu Cidro. “Ambyar itu ternyata dari kekuatan nasional untuk kerukunan, seperti di Sragen ini,” ujar Didi Kempot.

Kalung Emas menjadi lagu kedua Didi. Ia bernyanyi seolah berduet dengan perempuan yang memainkan biola dalam lagu itu. Pada lirik-lirik tertentu, penonton yang juga fans berat Didik Kempot ikut bernyanyi menirukan suara Didi Kempot.

Didi Kempot kemudian meminta Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati naik ke panggung. Sebelum mereka berduet, Yuni mengingatkan pengunjung agar menikmati stan-stan inovasi kesehatan.

Yuni, sapaan Bupati, berduet dengan Didi Kempot lewat lagu Sewu Kutho. Menjelang akhir duet, Yuni iseng mendekati Dory yang duduk di belakang ketipung. Yuni mengeluarkan ponselnya dan berselfie bersama Dory Harsa.

Didi Kempot mengingat kebesaran namanya tidak lepas dari Sragen. Lagu Layang Kangen yang dinyanyikan berduet dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen Yosep Benyamin Yembise siang itu merupakan hasil karyanya yang dibuat di studio mini milik almarhum Harsono di Bener, Ngrampal, Sragen.

Termasuk Banyu Langit juga direkam di studio itu. Didi juga menyebut sejumlah lagu lain digarap di Sragen, yakni Pamer Bojo dan Suket Teki.

Pada lagu ke sekian, Didi bernyanyi Pamer Bojo yang membuat Bupati dan para pejabat daerah berdiri dan berjoget bersama.

Seusai berjoget, penonton dihadiahi suara emas Dory yang menyanyikan Kangen Neng Nickerie. Lagu itu ditulis Didi Kempot tentang kisah hidup Dory yang ikut dalam grup musiknya sejak lulus SMA hingga sekarang.

Di pengujung konsernya, Didi Kempot menutup dengan lagu Pantai Klayar.

“Sampai sekarang saya masih rekaman di Bener. Saya rekaman di mana saja sambil memotivasi anak-anak di desa. Rekaman di Ibu Kota dan desa itu sama saja asalkan SDM ditata. Lagu-lagu pesanan Jakarta kami garap di Sragen juga lolos tidak masalah. Mari berseni serius, berkarya yang santun dan menghibur supaya bisa dinikmati sepanjang masa,” ujar Didi saat ditemui wartawan sesuai konser.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten