Tutup Iklan

Didesak Urus Kasus Ahok, Jokowi Diperingatkan akan Seperti 1998

Didesak Urus Kasus Ahok, Jokowi Diperingatkan akan Seperti 1998

SOLOPOS.COM - Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) saat berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu, 27 September 2016 lalu. (Istimewa/Youtube)

Jokowi didesak untuk turun tangan agar kasus Ahok tidak berlarut-larut. Bahkan, memori 1998 ikut dibawa-bawa.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah diminta untuk bijak dalam memahami aspirasi rakyat menyusul berlarut-larutnya proses pengusutan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan bahwa berlarut-larutnya proses hukum kasus tersebut akan berpotensi menimbulkan aksi gelombang massa. Bahkan dia menyebutkan bukan tidak mungkin aksi massa bisa berkembang menjadi seperti 1998.

Untuk itu dia meminta agar Polri segera memproses dugaan penistaan agama tersebut. Dia menilai proses hukum atas dugaan penistaan agama itu berlarut-larut. “Ya tentu pemerintah harus bijak, memahami aspirasi rakyat,” kata Syarif di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Sebelumnya pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mendesak Presiden Jokowi untuk segera menanggapi kasus terkait Surat Al Maidah ayat 51. Menurutnya, kasus tersebut sangat serius dan perlu disikapi dengan hati-hati.

“Sebagai salah seorang yang berada di pusat pusaran krisis 1998, saya memahami situasi yang kita hadapi sekarang ini serius sehingga perlu ditangani dan disikapi dengan ekstra hati-hati namun tetap tenang dan kepala dingin,” ujar Yusril dalam akun jejaring sosial miliknya.

Situasi akhir-akhir ini, tambahnya kalau tidak dikelola dengan baik bisa mengarah kemana-mana dan tidak terkontrol. Demo yang lebih besar pada 4 November mendatang terkait isu penodaan agama, jika tidak direspons dengan tepat ujungnya bisa bermuara ke presiden, ujarnya.

Sebagai catatan, rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa pada 1998 berujung pendudukan Gedung DPR/MPR menuntut pengunduran diri Soeharto dari kursi Presiden RI. Soeharto pun akhirnya mundur dan digantikan BJ Habibie yang saat itu menjabat Wakil Presiden.

Berita Terkait

Berita Terkini

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.