Sukarelawan pendukung mendeklarasikan Wiwaha Aji Santoso sebagai cabup jalur independen di Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Kamis (2/1/2020) malam. (Istimewa/Tim Pemenangan Wiwaha).

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Wiwaha Aji Santosa, didesak agar maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020 lewat jalur independen oleh para pendukungnya.

Para pendukung dan sukarelawan Wiwaha bahkan sudah menggelar acara deklarasi Wiwaha sebagai calon bupati (cabup) melalui jalur independen di Mulur, Bendosari, Kamis (2/1/2020) malam.

Acara deklarasi itu dihadiri pengurus PDM Sukoharjo dan ratusan sukarelawan Wiwaha. Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pemenangan Wiwaha, Suryanto, membacakan pernyataan sukarelawan yang meminta agar Wiwaha maju sebagai cabup lewat jalur independen.

Permintaan itu langsung direspons Wiwaha yang menyatakan siap mengemban amanah masyarakat sebagai calon pemimpin masa depan.

“Saya masih pikir-pikir pada beberapa hari lalu. Setelah berdiskusi dengan beberapa sukarelawan, saya siap mengemban amanah masyarakat. Visi saya adalah Sukoharjo Barokah,” kata Wiwaha saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (3/1/2020).

Perjalanan KA Bandara Solo Dikurangi Jadi Hanya 12 Kali PP, Ini Jadwalnya

Wiwaha mengungkapkan banyak potensi sumber daya manusia (SDM) termasuk kalangan muda yang pintar, berkualitas, dan berintegritas di Sukoharjo. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak gara-gara tak memiliki modal dana.

Kondisi ini harus diubah agar kontestasi politik menghasilkan pemimpin yang amanah, jujur, dan berakhlak mulia. Selain itu, Wiwaha berkomitmen membebaskan aparatur sipil negara (ASN) dari bayang-bayang jeratan politik praktis.

“Para pegawai negeri sipil [PNS] harus bekerja profesional tanpa harus terlibat politik praktis. Etika dalam bekerja diutamakan karena mereka pamong dan pelayanan masyarakat,” ujar dia.

Wiwaha meminta agar para sukarelawan menghargai perbedaan dan santun dalam berpolitik. Dia berharap jaringan sukarelawan di setiap desa/kelurahan merapatkan barisan menjelang bergulirnya Pilkada Sukoharjo pada September.

Saat acara deklarasi berlangsung, sukarelawan Wiwaha mendirikan posko pengumpulan fotokopi KTP. Ratusan orang inisiatif untuk mengumpulkan fotokopi KTP dan membuat surat pernyataan sebagai syarat dukungan masyarakat.

Angkutan Pelajar SMPN 3 dan SMPN 18 Solo Semrawut, Ini Penjelasan Dishub

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Wiwaha, Suryanto, mengatakan majunya Wiwaha lewat jalur independen tak lepas dari dinamika politik yang berkembang baik di pusat maupun daerah. Sukarelawan tak ingin membuang waktu lantaran pelaksanaan pilkada tinggal sembilan bulan lagi.

Selain itu, apabila Wiwaha ikut kontestasi politik lewat koalisi partai politik diperkirakan hanya mendapat rekomendasi sebagai cawabup.

“Kami tak punya waktu lagi jika harus menunggu rekomendasi partai politik. Kami ingin agar Pak Wiwaha maju sebagai cabup, bukan cawabup,” tutur dia.

Mantan anggota DPRD Sukoharjo ini menambahkan sukarelawan telah mendirikan seratusan posko pengumpulan fotokopi KTP di 167 desa/kelurahan. Mereka wajib mengumpulkan minimal 50.126 fotokopi KTP yang tersebar minimal di tujuh kecamatan. Sukarelawan Wiwaha telah mengumpulkan sekitar fotokopi KTP sebanyak 27.000 lembar pada Oktober 2019.

Sebelumnya, Wiwaha Aji Santoso bersama Joko “Paloma” Santosa sempat diajukan sebagai cabup-cawabup oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra. Kedua figur potensial itu juga diundang dalam rapat konsolidasi internal PAN dan Partai Gerindra menjelang bergulirnya tahapan pilkada pada beberapa bulan lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten