Diduga Ikut Susun Skenario Ferdy Sambo, Fahmi Alamsyah Diperiksa

Penyusunan skenario baku tembak itu disusun Fahmi dan Ferdy Sambo, tak lama setelah Brigadir J tewas ditembak.

 Mantan penasihat ahli Kapolri bidang media, Fahmi Alamsyah. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Mantan penasihat ahli Kapolri bidang media, Fahmi Alamsyah. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Penasihat hukum keluarga mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Kamaruddin Simanjuntak, mendesak Kapolri menangkap dan menahan salah satu mantan penasihat ahlinya, Fahmi Alamsyah.

Fahmi Alamsyah diduga sebagai penyusun skenario baku tembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Penyusunan skenario baku tembak itu disusun Fahmi dan Ferdy Sambo, tak lama setelah Brigadir J tewas ditembak.

Fahmi Alamsyah mengundurkan diri sebagai penasihat ahli, Selasa (9/8/2022) siang, setelah kasus Ferdy Sambo meledak dahsyat.

Baca Juga: Pakar: Ferdy Sambo Sengaja Pilih Rumdin untuk Bunuh Brigadir J

Pengunduran diri Fahmi Alamsyah hanya beberapa jam sebelum Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar konferensi pers penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

“Terbukti penyusun skenarionya sudah mundur. Mundur itu tidak cukup. Kami minta Kapolri tangkap dan tahan staf ahlinya yang bikin cerita palsu soal kematian Yosua,” tandas Kamaruddin Simanjuntak dalam diskusi yang diunggah kanal Youtube tvOneNews, dikutip Solopos.com, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga: Deolipa Yumara Laporkan Pengacara Bharada E ke Polres Jaksel

Salah satu skenario yang diduga disusun Fahmi bersama Ferdy Sambo, menurut Kamaruddin, adalah peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E), yang dipicu tindakan pelecehan Brigadir J kepada Putri Candrawathi, istri Sambo.

Bertahan satu bulan skenario itu akhirnya berantakan setelah Mabes Polri menyatakan kronologi itu tidak sesuai fakta.

Fakta yang ditemukan penyidik Bareskrim Mabes Polri, Brigadir J ditembak berkali-kali dalam posisi tidak berdaya.

Baca Juga: Ultah Pernikahan Ferdy Sambo di Magelang Picu Pembunuhan Brigadir J

Menurut Kamaruddin, apa yang dilakukan Fahmi Alamsyah itu jelas merupakan perbuatan pidana persekongkolan jahat.

Jeratan pasalnya adalah Pasal 221 juncto Pasal 223 KUHP juncto Pasal 48 tentang permufakatan jahat.

Tidak Jujur

Salah satu penasihat ahli Kapolri, Hermawan Sulistyo, menyatakan Fahmi Alamsyah tidak jujur sejak awal.

Baca Juga: Pascaisu Ferdy Sambo Bos Judi, Ratusan Penjudi Digulung Polisi

Ia menjelaskan, di Grup WhatsApp Staf dan Penasihat Ahli Kapolri, Fahmi Alamsyah tidak pernah mengabarkan dirinya sempat mendengar langsung cerita dari Ferdy Sambo setelah membunuh Brigadir J.

Di mata para Penasihat dan Staf Ahli Kapolri, menurut Hermawan, Fahmi terkesan seolah-olah tidak mengetahui apa pun.

Fahmi justru aktif mengirim informasi di grup WA dan terkesan menggiring opini Brigadir J memang terbunuh karena baku tembak dengan Bharada E.

Baca Juga: Timsus Diserang, Staf Ahli Kapolri: Ada Faksi-Faksi di Kepolisian

“Dia penasihat ahli yang tidak ahli karena tidak ada track recornya. Fahmi ini sahabatnya Sambo, sudah lama, setiap hari bersama-sama. Ketika habis peristiwa hari itu Sambo telepon Fahmi, berdua menyusun penjelasan ke ruang publik. Karena mengaku bekas wartawan dibuatlah skenario menjelaskan tembak menembak, ini itu, banyak sekali skenario yang disebarkan ke ruang publik,” ujar Hermawan yang mengaku tidak kenal Fahmi Alamsyah, seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube tvOneNews, Rabu (17/8/2022).

Menurut Hermawan, saat ini Fahmi Alamsyah sedang menjalani pemeriksaan oleh tim khusus Bareskrim Polri.

Baca Juga: IPW: Brigadir J Tahu Banyak Praktik Lancung Ferdy Sambo

Jika memang terindikasi pidana, ia setuju koleganya sesama penasihat ahli Kapolri itu ditangkap dan ditahan.

“Saat ini sedang diperiksa oleh polisi, apakah perbuatannya itu masuk ke wilayah pidana atau tidak. Apakah hanya bikin rilis-rilis untuk disebar atau ikut menyusun skenario,” katanya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.

      Warganet Dukung Bharada Eliezer: Terima Kasih, Teruslah Jujur demi Yosua

      Warganet mendukung Eliezer yang merupakan penembak Yosua itu terus berkata jujur di persidangan.

      Anggota Brimob Diadang lalu Ditembaki di Papua, 2 Tertembak, 1 Gugur

      Petugas patroli Damai Cartenz ditembaki ketika melintas di Dekai, Kabupaten Yahukimo hingga terjadi baku tembak.

      Fakta Persidangan: Sebelum Dibunuh Yosua Sempat akan Dicelakai di Jalan

      Bripka Ricky Rizal disebut berniat menabrakkan sisi kiri mobil yang ditempati Brigadir Yosua.

      Breaking News, 1 Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak Brimob dan KKB Papua terjadi di KM 9 Dekai, Kabupaten Yahukimo.

      Sadisnya Pembunuhan Yosua, Dieksekusi tanpa Sempat Diinterogasi

      Brigadir Yosua dieksekusi Bharada Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo tanpa sempat diinterogasi.

      Sebulan Sebelum Yosua Dibunuh, Sambo dan Istri Tak Lagi Tinggal Serumah

      Bharada Eliezer menyatakan sejak bulan Juni 2022 Ferdy Sambo tinggal di rumah pribadinya di Jl. Saguling, Jakarta Selatan sedangkan Putri Sambo di rumah Jl. Bangka, Jakarta Selatan.