Didatangi Kepala BKKBN, Brebes Bertekad Tekan Angka Kelahiran 2,1%
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo didampingi BupatI Brebes Idza Priyanti mengunjungi Puskesmas Kecipir Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019). (Antara-Humas BKKBN Jateng)

Solopos.com, BREBES — Kabupaten Brebes bertekad menekan angka fertilitas total (total fertility rate) hingga 2,1% dari yang saat ini masih 2,5%. Tekad itu diungkapkan BupatI Brebes Idza Priyanti tatkala wilayahnya ketamuan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

"Oleh karenanya, saya berharap penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak hanya digunakan untuk kegiatan pertemuan saja melainkan dapat digunakan untuk anggaran penggerakkan, mobilisasi akseptor KB agar banyak masyarakat yang dapat dimudahkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi," katanya di Brebes, Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019).

Di Kabupaten Brebes, jumlah akseptor dengan menggunakan Metode Operasi Wanita (MOW) mencapai 15% dan keluarga menggunakan alat kontrasepsi KB di bawah 7%, serta TFR 2,5%. "Oleh karena, kami berharap bisa bersama-sama dan kerja keras untuk menurunkan TFR sampai 2,1%. Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada provider, seperti dokter, TNI, dan bidan yang terus kerja keras menyampaikan program keluarga berencana, stunting [kekerdilan], dan perlindungan anak," katanya.

Hasto Wardoyo pada kesempatan itu menyaksikan bagaimana para akseptor mendapatkan pelayanan dari provider KB di tempat fasilitas kesehatan tersebut yang ditargetkan pada hari ini mampu melayani 200 akseptor. Selain itu, secara simbolis dilakukan pemberian bantuan pada Bina Keluarga Balita (BKB) Kit dan sepeda motor bagi para penyuluh KB.

Ia meminta pemerintah daerah melakukan pelayanan bersama, meliputi kerja sama fasilitas dan tenaga kesehatan yang melintasi garis perbatasan antarprovinsi agar warga Jateng yang berada di perbatasan dapat memperoleh pelayanan KB oleh pemerintah daerah di Jawa Barat. "Saat ini, jumlah pernikahan usia anak di wilayah Kabupaten Brebes pun masih tinggi ditambah dengan tingginya angka kematian bayi yang menempati peringkat kedua di Jateng sehingga perlu mendapat penanganan yang serius oleh pemda setempat," katanya.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan angka kelahiran bayi di wilayah itu memang masih cukup tinggi, yaitu mencapai 36.000 orang setiap tahun dan angka kematian bayi pada 2019 mencapai 29 orang. "Ini cukup tinggi. Oleh karena itu, melalui program KB saya yakin dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Kita harus bekerja keras dan untuk mencapai hal, saya berharap dukungan pemerintah pusat dan masyarakat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho