Didakwa Pasal Kelalaian, 3 Terdakwa Tragedi Susur Sungai Sempor Terancam 5 Tahun Penjara

Sidang kasus tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 10 siswi SMPN 1 Turi Sleman dimulai, Senin (15/6/2020).

 Tiga tersangka tragedi susur Sungai Sempor dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Sleman, DIY, Selasa (25/2/2020). (Suara.com)

SOLOPOS.COM - Tiga tersangka tragedi susur Sungai Sempor dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Sleman, DIY, Selasa (25/2/2020). (Suara.com)

Solopos.com, SLEMAN – Sidang kasus tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 10 siswi SMPN 1 Turi di Desa Donokerto, Sleman, DIY, digelar, Senin (15/6/2020).

Persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Annas Mustaqim dilakukan secara online melalui teleconference. Jadi, terdakwa tidak dihadirkan langsung ke Pengadilan Negeri Sleman.

PromosiWork From Anywhere Ngetren di AS, Bakal Jadi Model Kerja Masa Depan?

Terdakwa mengikuti persidangan di ruang tahanan di Polres Sleman. Pengunjung yang menghadiri sidang di PN Sleman tetap dibatasi demi menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kasus ini, tiga terdakwa yang diajukan ke meja hijau masing-masing IYA, 36, warga Caturharjo, Sleman, RY, 58, warga Turi dan DDS, 58, warga Ngaglik.

Ketiga terdakwa tragedi susur sungai Sempor didakwa melanggar pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Rahardjo.

Ditemukan Mengapung di Tepi Bengawan Solo, Jenazah Satpam Cantik Sragen Masih Berseragam Lengkap

Terdakwa Lalai

Pasal 359 KUHP menjelaskan tentang kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain. Berdasarkan pasal itu, terdakwa terancam hukuman penjara lima tahun. Sedangkan pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang luka berat dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun bui.

Dalam dakwaannya, Yogi mengatakan, ketiga terdakwa merupakan pembina Pramuka pada kegiatan susur sungai yang digelar 21 Februari 2020 pukul 13.30 di Sungai Sempor. Kegiatan susur sungai yang menjadi program ekstrakurikuler sekolah tersebut diikuti sekitar 249 siswa.

Jaksa menilai susur sungai merupakan kegiatan yang mengandung berbahaya dan berisiko bagi keselamatan peserta. Para pembina pramuka tersebut, kata Yogi, seharusnya berpedoman SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.227/2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Pramuka.

Menurut Yogi, para terdakwa tidak meminta izin ke Kamabigus, orang tua siswa, TNI/Polri dan SAR sebelum kegiatan dilakukan. Meskipun awalnya kegiatan tersebut berjalan lancar tetapi sebelum mencapai finish, air deras dari hulu sungai tiba-tiba menerjang sejumlah peserta.

Gara-Gara Bakar Sampah, Rumah Kayu Dihuni ODGJ di Grobogan Hangus Terbakar

Para terdakwa dinilai tidak mempertimbangkan masalah peralatan perlindungan diri, petugas penjaga, dan cuaca.

"Tidak ada alat yang digunakan untuk pegangan karena siswa-siswi tidak membawa peralatan apapun untuk menjaga diri. Akibatnya kegiatan tersebut menyebabkan sejumlah siswi meninggal dunia," katanya.

Tidak ada alat pendukung

Yogi menilai tragedi susur sungai Sempor terjadi akibat para pembina tidak menyiapkan peralatan pendukung yang memadai seperti tali, ban bekas, dan tongkat. Dengan demikian jaksa menilai ketiga terdakwa melanggar Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Mereka didakwa lalai sehingga mengakibatkan orang luka-luka bahkan meninggal dunia.

Semua Objek Wisata di Karanganyar Dibuka Besok, Tapi…

"Seharusnya para terdakwa selaku pembina Pramuka juga melakukan survei lokasi. Menyiapkan alat keselamatan susur sungai seperti pelampung dan perahu kecil, alat komunikasi dan alat kesehatan yang dibutuhkan," katanya.

Safiudin, kuasa hukum salah satu terdakwa tragedi susur sungai Sempor, DDS, tidak mengajukan eksepsi atas surat dakwaan tersebut. Safiudin masih akan menguji sejauh mana peran dan tanggungjawab masing-masing terdakwa di pengadilan.

"Nanti diuji sejauh mana peran dan tanggungjawab masing-masing terdakwa. Klien kami (DDS), tugasnya di pos terakhir dan saat mengetahui kejadian ikut turun mengevaluasi siswa," katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Belum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

Frasa ”aja kesusu” atau jangan terburu-buru yang dikemukakan Presiden Joko Widodo dalam acara Rapat Kerja Nasional Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/5/2022), adalah pesan yang berlaku umum, namun juga bisa ditafsirkan lebih sempit sesuai konteks dan ruangnya.

Andika Perkasa Muncul dalam Bursa Capres NasDem

Nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Rahmat Gobel masuk dalam bursa capres Partai NasDem.

Profil Ketua MK Anwar Usman, Adik Ipar Baru Presiden Jokowi

Ketua MK Anwar Usman resmi menjadi adik ipar Presiden Jokowi setelah menikahi Idayati di Solo, Kamis (26/5/2022).

Memprihatinkan, Belum Banyak Mahasiswa Hukum Baca Putusan Peradilan

Cukup memprihatinkan, mahasiswa Fakultas Hukum saat ini tidak tertarik untuk membaca putusan-putusan hukum semisal putusan MK terkait dengan persoalan KPK.

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Temui Presiden dalam GPDRR di Bali, Save The Children Suarakan Aspirasi

Presiden Joko Widodo menyambangi Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) sebagai bagian dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Main Film, Ini Judulnya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman yang menikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata pernah bermain film. Apa judulnya?

Kembalinya Sentralisasi

Penunjukan dan pengangkatan para penjabat kepala daerah pada 2022 dan 2023 dengan masa jabatan setahun hingga lebih dari dua tahun sama saja dengan mengembalikan sentralisasi pemerintahan.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Jadi Guru Honorer

Nikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, ternyata pernah menjadi guru honorer.

Biodata Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Hari Ini

Ini dia biodata atau profil dari Anwar Usman, Ketua MK yang menikahi adik Jokowi, Idayati hari ini, Kamis, 26 Mei 2022.

Dinilai Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dapat Pujian dari PBB

Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji Indonesia yang dinilai berhasil mengendalikan Covid-19 sehingga perhelatan forum Platform Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) 2022.

Kisah Nokia yang Hilang dan DPD yang Merasa Dibedakan

Saat Apple membukukan keuntungan US$123,9 miliar atau setara Rp1,779 triliun per Desember 2021, Nokia justru mulai dilupakan.

Sejarah Hari Ini: 26 Mei 1889 Menara Eiffel Dinaiki Pengunjung

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 26 Mei.

Ada Beasiswa S2 di China dari Luhut dan LPDP, Begini Persyaratannya

Untuk teknis pelaksanaan program beasiswa tersebut, Menteri Luhut bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).