Wirabuana Prayogo (istimewa)

Solopos.com, SOLO — Terdepaknya Wirabuana “Vandy” Prayogo dari kerangka tim Persis Solo sempat menjadi kejutan di kalangan suporter. Di media sosial, pendukung Persis mempertanyakan tidak adanya nama Vandy dalam gerbong 14 pemain yang disiapkan untuk musim depan.

Sebagian suporter menilai bek sayap asal Jakarta itu layak dipertahankan lantaran menjadi pemain penting pada musim lalu. Vandy bisa dibilang pilihan reguler di posisi bek sayap meski Persis mengalami pergantian pelatih dari Agus Yuwono, Choirul Huda hingga Salahudin.

Kemampuan bermain di bek sayap kanan dan kiri menjadi salah satu kelebihan pemain 24 tahun itu. Vandy juga dianggap menjadi salah satu pemain yang ngotot ketika tampil bersama Laskar Sambernyawa. Namun tim pelatih memiliki pertimbangan lain sehingga memilih mempertahankan Andreantono Ariza dan Dedi Tri Maulana yang sama-sama beroperasi di bek sayap.

Dikonfirmasi Solopos.com, Selasa (12/11/2019), Vandy membenarkan tak lagi dipanggil untuk mengikuti latihan Persis. Padahal dia sejatinya sangat antusias untuk kembali berseragam Laskar Sambernyawa musim depan. Eks pemain PSS Sleman itu merasa sudah nyaman dengan atmosfer tim dan Kota Solo.

“Penginnya sih tetap di Persis. Namun semua saya serahkan pada manajemen,” ujar Vandy.

Sang pemain mengaku belum berpikir untuk mencari klub baru dalam waktu dekat. Dia masih menunggu keputusan resmi Persis yang menyatakan dirinya tak lagi masuk rencana tim. Saat ini Vandy masih menghabiskan waktu dengan keluarga di kampung halaman.

“Saya masih menunggu kepastian dari Persis. Kalau memang tidak diperpanjang ya apa boleh buat,” kata dia.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, mengatakan pemilihan 14 pemain untuk dipertahankan musim depan sudah melalui rekomendasi pelatih. Menurut Langgeng, tim pelatih memiliki rapor masing-masing pemain yang bertanding di fase grup Liga 2 2019. Dia menegaskan pencoretan Vandy murni untuk kebutuhan tim.

“Dari evaluasi kan kelihatan siapa saja yang cocok untuk kebutuhan strategi coach Salahudin musim depan,” ujar Langgeng.

Pihaknya masih berpeluang menggelar seleksi terbuka sehingga para pemain musim lalu yang terdepak bisa kembali mencoba peruntungan. Langgeng juga menegaskan 14 pemain yang sudah diikat kontrak belum tentu akan dipertahankan hingga kompetisi Liga 2 2020.

“Evaluasi berkala terus kami lakukan. Kalau performa mereka tidak sesuai harapan, kontrak bisa ditinjau ulang.”


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten