Dicari! Chant Baru untuk Pasoepati
Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO — DPP Pasoepati membikin gebrakan dengan rencana peluncuran album kompilasi lagu karya suporter awal tahun depan. Saat ini Pasoepati tengah berancang-ancang menggelar sayembara untuk mengumpulkan 10 lagu terbaik yang akan dirilis dalam album kompilasi bertema Pasoepati #1. Lagu-lagu ini diharapkan menambah variasi chant bagi suporter saat mendukung Persis Solo.

Selama ini Pasoepati dikenal sebagai salah satu kelompok suporter kreatif di Nusantara lewat chant dan yel-yelnya. Namun belakangan kreativitas itu sedikit macet sehingga tak banyak chant baru yang mewarnai stadion saat Laskar Sambernyawa bertanding. Menteri Kreativitas DPP Pasoepati, Valentinus Yoga, mengatakan pembuatan album kompilasi tak lepas dari upaya membangunkan kembali kreativitas suporter Persis.

“Dulu banyak anggota Pasoepati yang punya band dan menghasilkan karya. Kami ingin band-band seperti ini muncul kembali,” ujar Yoga saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (25/12/2018).

Pihaknya mengatakan band yang ingin mengirimkan karya tak harus anggota Pasoepati, melainkan suporter Persis Solo secara umum. Hal ini untuk mewadahi kreativitas suporter yang lebih luas. Yoga mengaku tak memberikan syarat terlalu njelimet dalam penyusunan karya.

Menurutnya, yang terpenting lagu tersebut dapat menggelorakan semangat Persis saat bertanding dan menghindari lirik-lirik rasis. “Kami juga mencari lagu-lagu yang anthemic. Tak menutup kemungkinan lagu dalam album kompilasi nantinya bisa menjadi chant baru untuk tim,” kata Yoga.

DPP menyatakan pengumpulan karya dimulai 1-20 Januari 2019. Yoga memperkirakan album kompilasi perdana Pasoepati bakal diluncurkan bulan Maret. “Kami mencari 10 lagu terbaik untuk dibuatkan album,” ujar Yoga.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengaku ingin merangkul para suporter yang memiliki jiwa seni untuk berkontribusi lewat album kompilasi. Lelaki yang akrab disapa Rio ini menyebut banyak anggota Pasoepati yang juga memiliki bakat sebagai musisi. “Kemunculan lagu-lagu baru yang kreatif dan mendidik secara tidak langsung bisa meminimalisasi chant-chant rasis saat pertandingan,” kata dia. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom