Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Instagram/@juliyatmono.1)

Solopos.com, KARANGANYAR – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Karanganyar, Juliyatmono, berhati-hati menanggapi pencalonan dirinya menjadi Ketua Golkar Jateng. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya menempati posisi tersebut.

Seperti diketahui, Bupati Karanganyar itu digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng). Apalagi Juliyatmono sempat mengumpulkan elite Partai Golkar se-Jateng di Semarang, Rabu (5/2/2020) lalu.

Aura Kasih Diguna-Guna?

Pertemuan itu diinisiasi Juliyatmono menjelang musyawarah daerah (musda) Partai berlambang Pohon Beringin yang rencananya digelar di Kota Semarang, Sabtu-Senin (15-17/2). Salah satu agenda musda adalah memilih Ketua DPD I Partai Golkar Jateng periode 2020-2025.

Meski demikian, Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, justru menanggapi santai kabar pencalonannya sebagai Ketua Golkar Jateng dengan kalem. Berbeda saat ditanya soal kebijakan yang akan diambil di pemerintahannya yang biasa dijelaskan secara gamblang dan menggebu-gebu.

"Ya kan itu kan teman-teman mengusulkan, mendorong. Diusulkan jadi DPD I. Itu dorongan, masukan, kami pertimbangkan. Kami hargai, terima kasih ada perhatian," kata Yuli saat ditanya perihal pencalonannya, Kamis (6/2/2020).

Begini Tampang Jersey Pramusim Persis Solo

Lebih lanjut, Yuli enggan memberikan jawaban pasti saat ditanya apakah sudah menjalin komunikasi dengan ketua DPD II Partai Golkar di Soloraya maupun kabupaten/kota lain di Jateng. Dia mengatakan, seluruh Ketua DPD II Partai Golkar se-Jateng adalah temannya dan sering berkomunikasi melalui grup Whatsapp.

"Kan teman saya semua. Mereka semua baik. Tinggal dibicarakan saja nanti. Kami beromunikasi, bergaul secara langsung maupun melalui WA grup," tutur dia.

Tragis! Balita Cirebon Koma Dipatuk Ular Weling

Yuli juga berkilah belum memikirkan prediksi perolehan suara saat ditanya peluang dukungan dari Ketua DPD II Golkar se-Jateng. Dia justru mengalihkan pembicaraan bahwa musda Partai Golkar adalah bagian dari dinamika partai politik. Dia berharap setiap orang tidak melihat perhelatan politik itu sebagai kompetisi.

"Ini bukan kompetisi tetapi bagian dari diskusi menentukan arah partai dan hal baik untuk partai. Mendorong perkembangan dan pertumbuhan partai. Memperlihatkan dinamika bahwa makin banyak kader bagus. Jangan sampai sepi. Saya tidak pernah melihat mereka sebagai pesaing. Jadi lihat nanti komunikasi saat pelaksanaaan," tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten