Warga Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat mengelola sampah dan menata sepetak tanah menjadi taman./Istimewa/Dokumentasi Yayasan Harmoni

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat menjadi salah satu wilayah yang mengikuti program kampung iklim (proklim) 2019. Data yang dihimpun Solopos.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar mengajukan 13 desa/kelurahan di sembilan kecamatan di Kabupaten Karanganyar yakni Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jaten, Matesih, Jumapolo, Ngargoyoso, Tawangmangu, Jatipuro, dan Jatiyoso.

Dari 13 desa terpilih tujuh desa/kelurahan yang akan mengikuti verifikasi lapangan. Sebanyak tujuh desa itu meraih nilai lebih dari 81 saat seleksi administrasi. Salah satunya Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat. Yayasan Harmoni mendampingi warga menyiapkan proklim. Dimulai dari sekolah warga terpadu yakni warga diajari membuat tangki komposter, pupuk cair, green house, dan bibit tanaman. Program lain pemanfaatan pekarangan rumah, pengelolaan sampah melalui bank sampah, dan lain-lain.

Project Manager Yayasan Harmoni, Albertin Yesica Stevani T., menyampaikan Yayasan Harmoni mendampingi teknis persiapan. "Kami mengajak warga belajar ke Kampung Proklim Kopen di Kabupaten Sukoharjo. Kami duplikasi ke Dusun Karangkidul. Sebagian kegiatan kan sudah jalan, seperti bank sampah, pemanfaatan pekarangan rumah. Apa yang dilakukan warga Dusun Karangkidul sudah mengarah ke proklim hanya tinggal legalisasi dinas maka kami ajukan," kata Sika saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (26/6/2019).

Dia mencontohkan hal lain yang sudah dilakukan warga Dusun Karangkidul dan mencerminkan kampung proklim. Seperti air bekas mencuci piring dan beras disiramkan ke tanaman, mereka menanam tanaman hias maupun sayur di pekarangan rumah, memilah sampah sejak dari rumah, menjadi nasabah bank sampah, dan lain-lain. Sika menyampaikan Yayasan Harmoni mendampingi Dusun Karangkidul mengikuti program proklim karena rata-rata warga yang melaksanakan program proklim adalah kader harmoni.

"Warga sudah melaksanakan komponen proklim sehari-hari. Nah kami tingkatkan lagi pendampingan dalam bentuk monitoring dan solusi apabila terjadi kendala terutama bank sampah. Kami juga mendampingi mereka budi daya jamur dan lele sejak tahun lalu," tutur dia.

Sika berharap melalui program proklim ini, Dusun Karangkidul lebih dikenal masyarakat luar. Dusun Karangkidul bisa menjadi destinasi wisata maupun tujuan studi banding. Efek selanjutnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Secara enggak langsung ketika banyak kunjungan, masyarakat bangga. Lalu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Dari sisi lingkungan, masyarakat malu saat lingkungan kotor. Mari bersama menyadarkan masyarakat bahwa kebersihan lingkungan bukan tanggung jawab kader tetapi seluruh warga," tutur dia.

Sementara itu, Kepala DLH Karanganyar, Edy Yusworo, menyampaikan tujuh desa itu dinilai secara administrasi kondisi lingkungannya mampu mempertahankan iklim. Edy menyampaikan Dusun Karangkidul menerima pendampingan dari CSR salah satu perusahaan di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat. "Keterlibatan warga dan perusahaan melalui CSR. Dia [perusahaan] sudah membantu Desa Pulosari dan Kelurahan Gedong dahulu. Semua hanya untuk kelestarian lingkungan. Proklim ini harus dipacu, perlu digerakkan karena berkaitan dengan pengendalian iklim dan pengendalian pencemaran lingkungan," tutur Edy.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten