Dibanding Colomadu, Harga Tanah di Solo Baru Lebih Ngeri Lur!

Ternyata segini hlo harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Enggak ada apa-apanya dengan Colomadu, Karanganyar!

 Patung Pandawa di Solobaru. (Solopos-dok)

SOLOPOS.COM - Patung Pandawa di Solobaru. (Solopos-dok)

Solopos.com, SUKOHARJO — Kira-kira berapa sih harga tanah di daerah modern Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah?

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kabar harga tanah yang melambung tinggi di Colomadu, Karanganyar. Daerah ini memang menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk memiliki tempat tinggal.

Selain dekat dengan Kota Solo, akses dan fasilitas di daerah tersebut sudah tersedia dengan baik. Tak ayal, harga tanah di Colomadu kini paling murah Rp2 juta per meter persegi. “Harga tanah tergantung dari lokasinya. Untuk tanah di perkampungan sekitar Rp2 juta-Rp2,5 juta per meter persegi. Sedangkan untuk tanah di perumahan atau persawhan antara Rp2 juta sampai Rp3 juta per meter persegi,” terang Kepala Desa Klodran, Colomadu, Warsito, sebagaimana telah diberitakan Solopos.com sebelumnya.

Baca Juga: Mitos Larangan Menikah Anak Pertama dengan Ketiga, Ada yang Percaya?

Tetapi, harga tanah di Colomadu itu ternyata terbilang masih murah jika dibandingkan dengan daerah modern Solo Baru, Sukoharj

Berdasarkan penelusuran Solopos.com di situs jual beli properti online, Rumah.com, bisa mencapai Rp4,5 juta per meter persegi untuk tanah cluster di Solo Baru yang disebut hanya berjarak 500 meter saja dari salah satu mal terbesar di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Biodata Ribka Sugiarto, Pebulutangkis Berprestasi Asli Karanganyar

Bahkan, ada yang paling mahal mencapai Rp25 juta per meter persegi dengan lokasi yang strategis berada di Jl. Ir Soekarno, Solo Baru.

Memang harga tanah di Solo Baru terbilang mahal, mengingat daerah ini sudah tumbuh menjadi wilayah modern. Hal ini ditandai dengan berdirinya mal, rumah sakit, perhotelan, restoran, dan pusat perbelanjaan lainnya.

Baca Juga:  Sejarah Makamhaji Sukoharjo, Cinta Sejati Guru Ngaji dengan Putri Raja

Berdasarkan asal-usulnya, Solo Baru dibangun bertujuan untuk area permukiman yang dikembangkan oleh perusahaan properti PT Pondok Solo Permai (PSP) pada 1990-an.

Pada awalnya, PSP ingin mendirikan area permukiman seluas 200 ha di daerah Madegondo, Sukoharjo. Kemudian, terus berkembang dan mulai dilirik oleh investor untuk membuka usaha di Solo Baru. Hingga sekarang, Solo Baru dikenal sebagai wilayah modern yang menjadi salah satu hiburan masyarakat Solo dan sekitarnya untuk melepas penat.

Baca Juga: Viral Makan di Angkringan Habis Rp106.000, Netizen Bandingin Sama Solo!

Berita Terkait

Berita Terkini

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.

Retribusi Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan, Bakul Mogok Berjualan

Sebanyak 256 pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi.

Nunggak Semi Boyolali-Sukoharjo Angon Rasa ke Magelang, Ini Tujuannya

Komunitas Nunggak Semi adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial, seni dan budaya.