Tutup Iklan
Diawali Suara Ledakan, Begini Kronologi Kebakaran Toko Bahan Kimia Bratachem Solo 
Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi kebakaran toko bahan kimia Bratachem Jl dr Radjiman, Solo, Rabu (15/7/2020) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Kebakaran di toko bahan kimia Bratachem di Jl dr Radjiman, Laweyan, Solo, Rabu (15/7/2020) malam, diduga disebabkan korsleting instalasi listrik.

Hal itu berdasarkan laporan pemeriksaan sementara oleh kepolisian, Rabu malam. Dalam laporan yang diperoleh Solopos.com dari Paur Humas Polresta Solo Aiptu Iswan Tri Wahudiono mewakili Kasubag Humas Polresta Solo Kompol Yuliantara, terungkap kebakaran terjadi mulai pukul 18.45 WIB.

Nakes RSUD dr Moewardi Solo Positif Covid-19 Tambah 34 Orang

Saat itu, warga yang melintas di depan toko milik PT Brataco Chemica itu melihat asap dan mendengar suara ledakan dari bagian belakang toko. Warga kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Laweyan.

Aparat Polsek Laweyan langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo dan Polresta Solo. Pukul 18.51 WIB, aparat Polsek Laweyan disusul Polresta Solo tiba di lokasi toko bahan kimia Bratachem guna mengamankan area.

Toko Bahan Kimia Bratachem di Jl Radjiman Solo Terbakar, Bau Pekat Bikin Warga Nyaris Pingsan

Sekitar pukul 19.05 WIB, petugas Dinas Damkar Solo tiba di lokasi kejadian dan langsung melaksanakan proses pemadaman. Namun, saat itu pintu toko belum dapat dibuka.

Personel Damkar Sesak Napas

Pintu toko bahan kimia itu baru bisa dibuka 10 menit kemudian setelah kepala toko, Sadat Kadhafi, datang membawa kunci. Petugas damkar langsung bekerja memadamkan api.

Padamkan Kebakaran Toko Bahan Kimia Bratachem, Petugas Damkar Solo Alami Sesak Napas

Hingga satu jam kemudian, tepatnya pukul 20.15 WIB, api yang membakar toko bahan kimia Bratachem itu baru berhasil dipadamkan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Saat proses pendinginan, ada enam personel damkar yang mengalami sesak napas karena menghirup asap bahan kimia yang terbakar. Mereka langsung ditangani petugas medis dengan pemberian alat bantu oksigen.

Solo Tambah 29 Kasus Baru Positif Covid-19, Kumulatif Jadi 100 Orang!

Sementara itu, di dalam toko terdapat bahan kimia yang mudah terbakar dan meledak. Bahan kimia itu antara lain klorin 5 ton, metanol 1 ton, asam HCL 400 liter, alkohol 1,5 ton, Etanol 400 liter.

Total ada 10 unit mobil damkar yang dikerahkan untuk memadamkan api. Mobil damkar itu didatangi dari Pos Kota Barat, Pos Gading, dan Pos Pedaringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materiil juga belum dapat ditaksir.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho