Diangkut Hercules, Puluhan Penyintas Gempa Mamuju Pulang Ke Soloraya
Korban gempa Sulawesi Selatan tiba di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis (21/1/2021) pukul 10.30 WIB. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 54 penyintas gempa bumi Kebupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang pulang ke kampung halaman mendarat di Base Ops Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis (21/1/2021) pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, para penyintas diterbangkan dengan pesawat Hercules A1330P. TNI Angkatan Udara (AU) menurunkan warga tujuan Jawa Tengah dan melanjutkan perjalanan mengantar 48 orang ke Bandara Abdulrahman Saleh, Malang.

Mereka berjalan membawa tas berisi pakaian. Ada empat anak bawah lima tahun (balita) ikut dalam rombongan. Prajurit TNI AU mengarahkan semua yang mengikuti perjalanan untuk mengantre uji cepat antigen deteksi Covid-19.

Karyawati Hamil Ditemukan Terluka Bersimbah Darah Di Minimarket Colomadu, Begini Kronologinya

Danlanud SMO, Kolonel Nav I Nyoman Suadnyana, menjelaskan TNI AU mengantarkan penyintas gempa bumi Mamuju dari Makassar menuju Pulau Jawa. Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah mendata warga yang tiba.

"Mudah-mudahan enggak ada yang reaktif [Covid-19]. Setelah ini kami antarkan ke Solo Technopark. Nanti kami sampaikan ke rekan-rekan ini mau ke mana. Kami antarkan ke lokasi atau rumah masing-masing. TNI membantu sepenuhnya dalam misi ini," paparnya.

Ia menjelaskan sebelum diterbangkan dari Makassar para penyintas gempa bumi itu sudah menjalani uji cepat antigen. Sejumlah warga belum bisa pulang ke kampung halaman karena hasil uji cepat mereka reaktif.

PPKM Diperpanjang, Pemkot Solo Ajak Rembukan Pengusaha Ritel Untuk Revisi SE

“Ada yang ingin pulang kami antarkan ke seluruh Indonesia. Dari Makassar ada yang berangkat dulu. Intinya semua terwadahi. Kami tidak mau ada yang tidak inginkan untuk ketemu dengan keluarga,” paparnya.

Takut Gempa Susulan

Salah satu penyintas gempa Mamuju, Pitri Rohayani, 48, memutuskan pulang ke Kecamatan Masaran, Sragen, bersama suaminya, Rendi, 45, dan kedua putranya Rafeyfa, 10, dan Raya, 1. Ia dan keluarganya langsung mendaftar begitu mendapatkan kabar bantuan dari Dinas Sosial setempat dan TNI AU.

Mereka hanya membawa pakain saja dalam tas. Perempuan yang merantau ke Mamuju sejak 11 tahun lalu tersebut dibayang-bayangi rasa takut setelah gempa karena beredar isu gempa susulan yang lebih besar.

Perut Tersayat dan Wajah Lebam, Karyawati Minimarket di Colomadu Diduga Diserang

Gempa membuat perabotan rumah rusak, rumah tetangganya hancur, serta fasilitas umum tidak dapat diakses, antara lain mesin ATM. “Perekonomian sudah mati. Mau ambil uang aja enggak bisa. Saya pulang sampai situasi membaik,” paparnya.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Harso Susilo, menjelaskan 50 orang penyintas gempa Mamuju menuju Soloraya, dua orang menuju Demak, dan dua orang menuju Magelang. Sebanyak 14 orang masih tertahan di Makassar karena reaktif antigen.

“Dari Sulbar belum ada laporan [jumlah warga yang ingin pulang]. Ini yang bertahan di Makassar difasilitasi,” paparnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom