Dianggap Pahlawan Melawan Covid-19, Ini Profil Almarhum Achmad Yurianto

Di mata kolega dan banyak kalangan, Achmad Yurianto dianggap sebagai pahlawan melawan Covid-19.

 Dokter Reisa Broto Asmoro bersama Achmad Yurianto sebagai Jubir Gugus Tugas Covid-19 Indonesia. (Instagram)

SOLOPOS.COM - Dokter Reisa Broto Asmoro bersama Achmad Yurianto sebagai Jubir Gugus Tugas Covid-19 Indonesia. (Instagram)

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto tutup usia, pada Sabtu (21/5/2022) sore, di Malang, Jawa Timur.

Di mata kolega dan banyak kalangan, Achmad Yurianto dianggap sebagai pahlawan melawan Covid-19.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Berikut profil Achmad Yurianto sebagaimana dilansir dari laman BPJS Kesehatan, Sabtu (21/5/2022).

Dokter Achmad Yurianto, lahir di Malang, 11 Maret 1962. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jawa Timur angkatan tahun 1990 ini banyak berkarier di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga: Innalilahi, Mantan Jubir Satgas Covid-19 Achmad Yurianto Berpulang

Selama masa perkuliahan, Yurianto aktif dalam organisasi dan dipercaya menjadi Komandan Resimen Mahasiswa Unair tahun 1986 sampai 1988.

Selepas kuliah, dia mengawali kariernya sebagai dokter militer. Tahun 1987 Achmad bergabung menjadi Perwira Pertama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya.

Kemudian pada 1991 mengabdi di Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali. Di tahun yang sama, Achmad Yurianto juga dipercaya menjadi dokter di Lospalos Timor Timur.

Pada 2008 Yurianto dipercaya menjadi Wakil Kepala RS tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat karena kariernya yang baik sebagai dokter militer.

Baca Juga: Jenazah Eks Jubir Satgas Covid-19 Achmad Yurianto Dimakamkan di Batu

Kemudian dia juga diangkat menjadi Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang, hingga pada 2011 menjadi Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI.

Achmad Yurianto bergabung ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Pria murah senyum itu juga menduduki Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Lalu pada 9 Maret 2020 dia menjabat sebagai Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI.

Baca Juga: Wiku Adisasmito Gantikan Achmad Yurianto Jadi Juru Bicara Satgas Covid-19

Bersamaan dengan Wabah Covid-19 melanda Indonesia, Yurianto ditunjuk langsung oleh Kepala Negara/Presiden Jokowi sebagai Juru Bicara Pemerintah pada Lembaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dia mengemban tugas rutin memberitakan dan menginformasikan update perkembangan wabah Covid-19 di Indonesia dengan benar dan tepat sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Hingga pada 22 Februari 2021, Kepala Negara kembali memberikan kepercayaan dan melantiknya sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Periode 2021-2026.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Profil Achmad Yurianto, Eks Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Sumber: Bisnis.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Iduladha di Indonesia & Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di bawah ini terdapat penjelasan ilmiah terkait perbedaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi menurut Kementerian Agama RI.

Mengembalikan Musik Metal ke Jantung Klenengan

Rencana konser grup band rock progresif Dream Theater dan rencana penyelenggaraan lagi Rock in Solo pada 2022 layak disebut ikhtiar mengembalikan musik metal ke jantung klenengan.

Kenapa Iduladha 2022 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda?

Kira-kira kenapa Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi jatuh pada tanggal yang berbeda? Ini jawaban dan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ridwan Kamil dan Komunikasi Politik Menuju 2024

Pengelolaan citra atau image management yang dilakukan oleh Ridwan Kamil terlihat unik.

Bayi Hasil Hubungan Inses Kakak-Adik Meninggal Setelah Dilahirkan

Bayi laki-laki dengan kelainan genetik hasil hubungan inses antara kakak dan adik kandung di Dustlik, Uzbekistan, meninggal dunia dua jam setelah dilahirkan.

Narasi Kontra Polarisasi di Tengah Manuver Politik

Politikus dan cendekiawan berulang kali memperingatkan bahaya polarisasi, terutama yang berbasis keagamaan, terhadap demokrasi Indonesia.

Jangan Biarkan Taman Siswa Lenyap dari Ingatan

Sayang jika Taman Siswa sampai lenyap dari ingatan. Perlu ada gerakan penyelamatan Taman Siswa.

Taman Siswa dan Sisa-Sisa Romantisisme

Tanggal 3 Juli 2022 tepat seabad Perguruan Nasional Taman Siswa berdiri. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan nasional tersebut di Kota Jogja. Kini tersisa romantisisme dari idealisme Taman Siswa.

Peugeot e-Expert Hydrogen Kendaraan Van Serba Listrik

Peugeot menguji coba kendaraan listrik jenis van angkut berbahan bakar Hydrogen e-Expert, yang dilengkapi teknologi elektrifikasi

Keren! Mahasiswa ITNY Raih Juara II Lomba Cipta Puisi Nasional

Mahasiswa FTSP ITNY, Deandra Marhaendra, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Cipta Puisi Nasional.

Sejarah Hari Ini: 3 Juli 1608, Kota Quebec Kanada Didirikan

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah dari tahun ke tahun pada 3 Juli.

30 Hari Muhibah Budaya Jalur Rempah Berujung Spirit Majapahit

Nusantara adalah negeri yang diberkahi. Negeri yang dipilih Tuhan sebagai tempat pertama di bumi untuk menumbuhkan rempah.

Wow, Per Tahun, Orang Indonesia Gunakan 182,7 Miliar Kantong Plastik

masyarakat dunia diperkirakan membuang 5 triliun sampah kantong plastik setiap tahunnya.

Cuaca Buruk di Jakarta, Pesawat Berputar-putar & Transit di Palembang

Pesawat yang menuju ke Jakarta sempat mengalami kendala pendaratan akibat cuaca buruk.

Praktik Baik SDGs Desa Butuh Inovasi dan Kreativitas

Praktik baik implementasi Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa membutuhkan inisiatif, inovasi, kreativitas, dan kepeloporam dengan model berpikir yang tidak biasa atau out of the box.