Tutup Iklan

Dianggap Diskreditkan PDIP, Dokter Wonogiri Dilaporkan ke Polisi

PDIP Wonogiri melaporkan seorang dokter, Mto, ke Polres Wonogiri atas tuduhan menyebarkan kebencian dengan mengirim konten negatif di grup Whatsapp (WA) yang dinilai mendiskreditkan partai berlambang banteng moncong putih itu. Penanganan kasus telah mencapai tahap penyidikan.Sekretaris DPC PDIP Wonogiri, Setyo Sukarno, saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Jumat (27/4/2018), mengatakan konten yang disebarkan Mto berupa gambar disertai kalimat provokatif, yakni PDIP tidak butuh suara umat Islam yang seolah-olah diucapkan Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarno Putri, karena ada tulisan menyebut nama Ketum.

Dianggap Diskreditkan PDIP, Dokter Wonogiri Dilaporkan ke Polisi

SOLOPOS.COM - Lambang PDIP. (Solopos-Dok)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong> -- PDIP Wonogiri melaporkan seorang dokter, Mto, ke Polres Wonogiri atas tuduhan menyebarkan kebencian dengan mengirim konten negatif di grup Whatsapp (WA) yang dinilai mendiskreditkan partai berlambang banteng moncong putih itu. Penanganan kasus telah mencapai tahap penyidikan.</p><p>Sekretaris DPC PDIP Wonogiri, Setyo Sukarno, saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Jumat (27/4/2018), mengatakan konten yang disebarkan Mto berupa gambar disertai kalimat provokatif, yakni <a title="PDIP Rayu Parpol Biar Jokowi Tak Lawan Kotak Kosong" href="http://news.solopos.com/read/20180408/496/908956/pdip-rayu-parpol-biar-jokowi-tak-lawan-kotak-kosong">PDIP</a>&nbsp;tidak butuh suara umat Islam yang seolah-olah diucapkan Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarno Putri, karena ada tulisan menyebut nama Ketum.</p><p>Gambar itu juga disertai lambang partai pendukung, yakni PKB, Golkar, PPP, Hanura, Nasdem, dan Perindo. Menurut Ketua DPRD Wonogiri itu, kalimat tersebut bisa membentuk interpretasi publik bahwa PDIP partai anti-Islam. Padahal, PDIP merupakan partai yang merangkul semua agama dan berideologi Pancasila.</p><p>&ldquo;Kalimat itu menggiring opini publik bahwa PDIP partai tertutup. Ini jelas merugikan PDIP,&rdquo; kata Setyo Sukarno melalui telepon.</p><p>Konten yang diduga disebarkan Mto kali pertama diketahui Setyo saat berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) <a title="Bupati Wonogiri Ingin Sediakan Layanan OSS" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180407/495/908726/pembangunan-wonogiri-bupati-ingin-sediakan-layanan-oss">Wonogiri</a>, dr. Adhi Dharma, di area merokok Bandara Muara Bungo, Jambi, 8 Januari 2018 lalu. Rombongan legislatif dan eksekutif saat itu akan pulang ke Wonogiri.</p><p>Sebelumnya rombongan menghadiri peringatan Hari Hadi ke-13 Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat. Saat berbincang, Setyo tak sengaja melihat Adhi Dharma membuka grup WA kalangan dokter.</p><p>Setyo sontak kaget karena di grup para dokter ada gambar PDIP disertai kalimat tertentu. Penasaran dengan hal itu Setyo mengeceknya. Setelah dicek ternyata gambar tersebut disertai kalimat provokatif yang dinilai dapat membuat publik membenci PDIP.</p><p>Setelah dibahas secara internal, partai memutuskan melaporkan dr. Mto, Selasa, 17 April lalu. Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan laporan yang dilayangkan partainya sebagai respons atas tuduhan tak mendasar yang disampaikan seseorang melalui gambar.</p><p><a title="Bupati Wonogiri Malu Namanya Dicatut Penipu Dompleng Event Campursari" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180427/495/913117/bupati-wonogiri-malu-namanya-dicatut-penipu-dompleng-event-campursari">Bupati Wonogiri </a>itu tak ingin mengomentari terlapor yang seorang dokter. Menurut dia, siapa pun jika menyebarkan kebencian layak diproses hukum.</p><p>Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, mengonfirmasi saat ini penanganan kasus itu telah mencapai tahap penyidikan. Namun, dokter dimaksud belum ditetapkan sebagai tersangka. Dengan dilakukannya penyidikan berarti penyidik telah menemukan indikasi tindak pidana.</p><p>Penyidik telah memeriksa lima saksi, termasuk pelapor dan terlapor. Di hadapan penyidik Mto mengakui mengirim gambar PDIP disertai kalimat tertentu ke grup WA dokter. Namun, menurut Mto tindakan itu hanya iseng.</p><p>&ldquo;Terlapor mengaku tidak bermaksud mendiskreditkan partai tertentu. Penyidik masih terus bekerja untuk menentukan tersangka,&rdquo; kata Kariri mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.</p><p>Dr. Mto hingga berita ini ditulis belum dapat dimintai konfirmasi. Saat <em>Solopos.com</em> menghubungi nomor teleponnya, Mto tidak menjawab panggilan.</p><p><br /><br /></p>

Berita Terkait

Berita Terkini

Sandara Park Resmi Hengkang dari YG Entertainment

Pada Mei 2009, Sandara Park, dengan nama panggung Dara, memulai debutnya bersama 2NE1.

Sempat Dilanda Kebakaran, Kelenteng Sam Poo Kong Tetap Buka

Wisata Sam Poo Kong tetap buka. Bagi wisatawan yang mau berkunjung tetap mematuhi protokol kesehatan.

4 Jam Galang Dana Untuk Palestina, Sukarelawan Muhammadiyah Sragen Himpun Rp51,7 Juta

Sukarelawan Muhammadiyah Sragen berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan lebih dari Rp51 juta yang akan dikirim ke Palestina.

Roro Mendut, Kisah Romansa Legendaris dari Pesisir Utara Jawa

Kota pesisir pantura, Pati, memang memiliki beragam kisah legenda dan mitologi, salah satunya adalah Roro Mendut.

Tak Boleh di Rumah, Warga Solo Positif Covid-19 Wajib Karantina di Asrama Haji Donohudan

Mulai Senin (17/5/2021) warga Solo yang positif Covid-19 dilarang karantina mandiri di rumah, tetapi wajib ke Asrama Haji Donohudan.

129 ASN Sragen Absen Kerja di Hari Pertama Masuk Setelah Lebaran 2021

Sebanyak 129 ASN di lingkungan Pemkab Sragen absen pada hari pertama masuk kerja setelah Lebaran 2021 karena izin dan cuti.

650 Personel TNI AU Disuntik Vaksin Astrazeneca Di RSAU Solo, Ada Efeknya?

RSAU Solo di Colomadu, Karanganyar, sudah menyuntikkan 1.300 dosis vaksin Covid-19 dari Astrazeneca kepada 650 personel TNI AU.

KUA Pondok Gede Tanggapi Isu Rencana Pernikahan Ayus dan Nissa Sabyan

Sebagaimana diketahui KUA Pondok Gede merupakan daerah domisili Nissa Sabyan.

Dies Natalis ke-21, FISKOM UKSW Bantu Mahasiswa NTT

Pandemi Covid-19 yang terjadi telah mendorong FISKOM UKSW Salatiga melakukan berbagai adaptasi.

Insiden Perahu Terbalik Kedungombo, Pemkab Boyolali: Posisi Kami Serba Repot

Pemkab Boyolali mengatakan dalam posisi serba repot terkait insiden perahu terbalik di Waduk Kedungombo yang menewaskan sembilan orang.

Ruko Dua Lantai Terbakar di Mergangsan, Diawali Ledakan

Kebakaran awalnya diketahui oleh pedagang bakmi yang berjualan di depan ruko

Catat Lur! Ini Daftar Formasi CPNS & P3K Wonogiri

Berikut daftar formasi CPNS dan P3K Wonogiri beserta jadwal seleksinya pada 2021.