Di Wonogiri, Tak Semua Desa Salurkan BLT Mulai Januari
Warga menerima BLT dari dana desa di Balai Desa Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Oktober 2020. (Istimewa-Kades Singodutan Karsanto)

Solopos.com, WONOGIRI — Tidak semua desa di Wonogiri dapat memulai penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT bersumber dari dana desa pada Januari ini. Itu karena setiap desa menghadapi persoalan yang berbeda.

Seperti diketahui, berdasar Peraturan Menteri Keuangan No. 222/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Desa 2021, penyaluran BLT dilanjutkan tahun 2021 dengan alokasi Rp300.000/penerima/bulan selama 12 bulan atau setahun penuh. Regulasi mengamanatkan penyaluran dilaksanakan setiap bulan, mulai Januari. Keluarga penerima manfaat (KPM) ditentukan berdasar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) melalui musyawarah desa.

Hal itu berbeda dengan mekanisme penentuan KPM BLT 2020. Saat itu meski melalui musyawarah desa atau musdes, tetapi penentuan KPM selain berdasar DTKS juga berdasar subjektivitas. Penentuan KPM ditekankan pada indikator warga terdampak pandemi Covid-19. Seperti pedagang kaki lima yang pendapatannya turun atau usahanya tutup. Lalu perantau yang pulang kampung karena kehilangan pekerjaan, dan sebagainya.

Bupati Akan Kaji Ketentuan Baru Jam Buka PKL di Wonogiri

Kepala Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Dwi Prasetyo, kepada Solopos.com, Jumat (15/1/2021), menyampaikan hingga pekan kedua Januari belum menggelar musdes untuk menentukan KPM. Pihaknya masih menunggu proses verifikasi dan validasi DTKS yang dilakukan Dinas Sosial atau Dinsos. Jika DTKS terbaru sudah diterima pemerintah desa segera menggelar musdes.

DTKS digunakan sebagai pedoman dalam menentukan KPM. Warga yang bisa menjadi KPM BLT adalah warga kurang mampu yang masuk DTKS dan bukan penerima bantuan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan atau PKH, bantuan pangan nontunai atau BPNT, dan bantuan sosial tunai atau BST.

Lebih Sedikit

Dia berharap musdes bisa digelar setelah musyawarah rencana pembangunan desa atau musrenbangdes, pekan depan. Seusai musdes dia menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja atau APB Desa 2021. Selanjutnya pemerintah desa mengurus pencairan dana desa. Data yang Solopos.com peroleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wonogiri, pagu dana desa 2021 untuk Bulusulur senilai Rp856,9 juta.

“Kami mengejar target agar bisa mulai menyalurkan BLT setidaknya akhir Januari,” kata Dwi Prasetyo saat dihubungi.

Hore! 1.250 Pembayar PBB Tercepat di Solo dapat Hadiah dari Pemkot

Dia memprediksi keluarga penerima manfaat BLT tahun ini lebih sedikit dari pada tahun lalu. Itu karena ada KPM BLT 2020 yang tak masuk DTKS dan kondisi ekonomi mereka sudah membaik. Selain itu ada KPM yang telah diusulkan sebagai penerima BST 2021 dari pemerintah pusat.

Dwi Prasetyo mencatat penerima BLT 2020 di Bulusulur tercatat 108 keluarga. Dana desa yang digunakan untuk mengaver mereka mencapai ratusan juta rupiah. Alokasinya, Rp600.000/penerima/bulan pada tiga bulan pertama, Rp300.000/penerima/bulan pada tiga bulan kedua. Itu belum termasuk penyaluran bulan berikutnya dengan memperhitungkan ketersediaan dana desa.

Pasutri Pedagang Satai Viral Usai Ribut dengan Bupati Sukoharjo Ngaku Siap Patuhi Aturan Baru

Terpisah, Kepala Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Sumaryanto, mengatakan penyaluran BLT di desanya kemungkinan baru bisa dimulai awal Februari. Hingga pekan kedua Januari ini dia belum menggelar musdes untuk menentukan KPM. Menurut dia musdes akan digelar setelah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM usai, yakni 26-28 Januari. Sesuai ketentuan, masa berlaku PPKM 11-25 Januari. Setelah itu Sumaryanto bakal menetapkan APB Desa 2021.

“Baru setelah itu memproses pencairan dana desa [pagu dana desa 2021 Keloran senilai Rp1,123 miliar]. Prosesnya membutuhkan waktu beberapa lama. Dengan estimasi itu diperkirakan penyaluran BLT baru bisa dilakukan setidaknya awal Februari. Kemudian BLT jatah Februari bisa disalurkan pertengahan atau akhir Februari,” ujar Sumaryanto.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom