Di Undip Semarang, Kepala BNPT Bongkar Ciri Penganut Radikalisme di Kampus

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 69 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan mendapat pembekalan tentang bahaya radikalisme dan terorisme. Tak tanggung-tanggung, pembekalan kepada mahasiswa Undip itu diberikan langsung Kepala Badan Nasional Pemberantasan Teroris (BNPT), Komjen Pol. Suhardi Alius.

Pembekalan diberikan di Gedung Prof. Soedharto, Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Rabu (20//2/2019). Tak hanya para mahasiswa, Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, juga turut hadir dalam acara tersebut.

Rektor mengatakan radikalisme yang telah menjamur di Indonesia lebih dikarenakan masalah integritas dari masyarakat yang sangat kurang. Ia berharap mahasiswanya mampu berhati-hati dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya memecah belah masyarakat, salah satunya melalui pembentukan integritas dan jiwa ksatria.

“Hal yang berkaitan dengan ilmu adalah nomor kesekian, yang terpenting adalah jiwa integritas dan jiwa ksatria yang dibangun didalam diri mahasiswa. Itu yang paling penting,” kata Yos dalam keterangan resmi.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius, mengingatkan akan sejarah pembangunan dan pentingnya ideologi sebagai upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan negara.

“Negara kita ini dibangun dengan ideologi, dan para pahlawan sulit sekali memperjuangkan kemerdekaan. Sekarang tugas kita untuk mempertahankannya, tugas kita semua sebagai penerus bangsa,” ujar Suhardi.

Menurut Kepala BNPT, dengan memegang teguh nasionalisme, tidak melupakan sejarah serta memupuk nilai dan kearifan lokal dapat membekali generasi muda dalam menghadapi globalisasi dan kemajuan teknologi. Hal ini penting dipahami ketika globalisasi dan kemajuan teknologi tidak hanya meningkatkan daya saing profesi, melainkan hal-hal negative, seperti penyebaran paham radikalisme dan terorisme, terutama di dunia maya atau Internet.

“Kita bisa betah sekali menghabiskan waktu di depan gadget dan menggunakan Internet. Awas, kelompok radikal dan teroris menggunakan Internet sebagai medianya. Kalau pegangan kalian terhadap kearifan lokal, sejarah dan nasionalisme kuat, kalian memiliki daya tahan,” ujar mantan Sestamma Lemhannas itu.

Lebih lanjut, Kepala BNPT juga menjelaskan ciri dan identifikasi radikalisme yang dapat dirasakan di  lingkungan sosial, termasuk lingkungan akademik.

“Radikalisme negatif itu meliputi intoleransi, anti-NKRI, anti Pancasila dan pemahaman nilai-nilai takfiri. Kalau ada pegawai, pengajar yang mengancam kalian dengan ideologi menyimpang tertentu, ada teman yang perilakunya berubah drastis, jangan permisif, salah ya ditegur, sebelum jadi kultur,” ujar Suhardi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Bersepeda, Wali Kota Madiun Semangati Warga dan Salurkan Bantuan

Kegiatan bersepeda itu selain menjadi sarana untuk menyemangati masyarakat juga untuk memastikan warga patuh protokol kesehatan.

Satpol PP Wonogiri Kurangi Patroli PPKM pada Malam Hari, Ini Alasannya

Satpol PP Wonogiri mengurangi patroli keliling pada malam hari selama PPKM level 3 namun lebih intensif pada siang hari.

Waduh! Squid Game Dianggap Jiplakan As the Gods Will, Bagaimana Faktanya?

Drama Korea teranyar Netflix, Squid Game, dituduh jiplakan film Jepang, As the Gods Will.

Resmi Diperkenalkan di Jateng-DIY, All New Honda BR-V Siap Mejeng di Solo dan Jogja

All New Honda BR-V dengan 5 varian dan pilihan warna ini dibanderol dengan harga on the road (OTR) di Jateng-DIY mulai Rp260 juta.

Gapoktan Jateng Berkomitmen Kuatkan Lumbung Pangan Masyarakat

Menjaga ketersediaan dan akses pangan perlu dilakukan dengan penguatan cadangan pangan melalui kegiatan lumbung pangan masyarakat (LPM).

Wuzz! Puting Beliung Sapu Kerjo Karanganyar, Atap 3 Rumah Warga Beterbangan

Atap tiga rumah warga Desa Tawangsari, Kerjo, Karanganyar, beterbangan disapu puting beliung yang melanda wilayah itu, Kamis (23/9/2021).

Berstatus Ayah-Anak, Gibran Ternyata Juga Mesti Buat Janji Dulu untuk Ketemu Presiden Jokowi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ternyata mesti membuat janji dulu jika ingin bertemu ayahnya, Presiden Jokowi.

Dari Teman, Kini SBY dan Yusril Saling Berhadapan

Yusril berpendapat jangan ada partai yang dibentuk dan dikelola 'suka-suka' oleh para pendiri atau tokoh-tokoh penting yang dilegitimasi oleh AD/ART.

Gokil! Pengusaha Batam Beli Kantong Udara Las Vegas Arief Muhammad Rp210 Juta!

Deal pembelian kantong berisi udara Las Vegas Arief Muhammad lewat penawaran di media sosial.

Babak Akhir Kasus Perusakan Nisan Makam Polokarto Sukoharjo, Pengurus dan Ahli Waris Bertemu

Kasus perusakan batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, berakhir setelah ahli waris dan pengurus dipertemukan.

Vaksinasi Anjing dan Kucing Cegah Penularan Rabies di Solo

VaksinasiĀ rabies secara gratis diberikan kepada hewan penularĀ rabies

Warga Sragen Jual Obat Terlarang Hingga Ratusan Butir per Hari, Pembeli Mayoritas Anak SMA

Aparat Satuan Narkorba Polres Sragen kembali menangkap seorang pengedar obat-obatan berbahaya.

Sebelum Azis, 2 Pimpinan DPR Ini Lebih Dulu Jadi Pesakitan. Siapa Mereka?

Setya Novanto sempat mundur sebagai Ketua DPR pada Desember 2015.

Acara Lamaran Ria Ricis Penuh Haru, Ini Fakta Teuku Ryan yang Bikin Penasaran

Teuku Ryan yang dikenal sebagai selebgram Aceh banjir air mata saat menyampaikan lamaran untuk Ria Ricis.