Di Tengah Inflasi, Investor Saham AS Tetap Cuan, Ini Rahasianya

Perusahaan yang tidak terlalu tergantung pada jumlah tenaga kerja, memiliki teknologi yang efisien, serta memegang kontrak jangka panjang dengan pemasok dan faktor lain yang mengurangi biaya input bisa outperform saat inflasi.

 Ilustrasi investor memantau pergerakan saham di pasar modal. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi investor memantau pergerakan saham di pasar modal. (freepik)

Solopos.com, JAKARTA–Di tengah inflasi yang terjadi, para investor saham di AS tetap mendulang cuan.

Managing Director perusahaan manajemen investasi AS Blackrock, Kate Moore menjelaskan ada beberapa investasi yang menarik ketika nilai inflasi sedang tinggi.

PromosiBelum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

Blackrock yang mengelola aset senilai US$9,6 triliun tersebut menakar perusahaan yang sekiranya dapat tetap untung ketika inflasi meningkat.

Dalam wawancaranya dengan David Westin di acara “Wall Street Week” Bloomberg Television, Kate Moore mengatakan perusahaan yang tidak terlalu tergantung pada jumlah tenaga kerja, memiliki teknologi yang efisien, serta memegang kontrak jangka panjang dengan pemasok dan faktor lain yang mengurangi biaya input bisa outperform saat inflasi.

“Perusahaan cloud-computing kemungkinan besar akan sukses [memanfaatkan peluang inflasi],” ujar Moore dikutip dari Bloomberg, Sabtu (14/5/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Investasi Amerika untuk DWS Group GmbH & Co., David Bianco mengatakan perlunya diversifikasi portofolio dalam berinvestasi di masa inflasi.

Baca Juga: Pengaruh Krisis Ukraina bagi Amerika Serikat dan Ekonomi Global

Sektor komoditas, real estate dan aset yang termasuk dalam treasury inflation-protected securities (TIPS) dapat menjadi pilihan investor, karena mereka cenderung kuat dibandingkan saham sektor lain dan obligasi yang jatuh selama inflasi.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, inflasi hingga 8,3% sepanjang 2022 hingga April lalu merupakan titik inflasi tertinggi dalam 4 dekade.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Investor Pasar Modal AS Tetap Cuan saat Inflasi, Kok Bisa?

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

+ PLUS Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

Koalisi organisasi perlindungan hewan Act for Farmed Animals bersama Open Wing Alliance menyelenggarakan protes massal menuntut McDonald’s Asia menghentikan penggunaan telur ayam dari kandang baterai.

Berita Terkini

Berbagi Rasa Melalui Cerita di Wedangan Kapok Lombok Aston Solo Hotel

Aston Solo Hotel menghadirkan Wedangan Kapok Lombok. 

Pernah Jadi Orang Terkaya di Bumi, Berapa Kekayaan Bill Gates Sekarang?

Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft pernah menjadi orang terkaya di dunia. Lantas berapa kekayaan Bill Gates sekarang setelah gelar orang terkaya di dunia bergeser ke Elon Musk?

Harga Tandan Buah Segar Belum Terdongkrak, Menunggu Aturan DPO dan DMO?

Data dari Apkasindo menunjukkan bahwa seluruh wilayah penghasil kelapa sawit tidak ada yang membeli tandan buah segar (TBS) sesuai dengan harga Disbun.

Sumbar Setop Sementara Ekspor Rendang, Ini Penyebabnya

Tujuan negara ekspor rendang di Sumbar itu yakni Jepang, Malaysia, dan Singapura.

Peduli Warga Terdampak Banjir Rob, AHASS Jateng Gelar Servis Gratis

Layanan servis gratis sepeda motor bagi warga terdampak banjir rob dibuka di Kantor Kelurahan Tanjung Mas, Semarang pada Rabu-Jumat (25-27/5/2022).

Didukung Semen Gresik, Hampers Buatan UMKM Rembang Terjual Ribuan Paket

Rumah BUMN Rembang yang didukung Semen Gresik selama ini memberi kontribusi meningkatkan kapasitas UMKM sehingga produk yang dihasilkan bisa masuk standar pasar-pasar modern.

Mantap, PT Telkom (TLKM) Bagi Dividen Rp14,86 Triliun

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan dividen tersebut setara dengan 60% dari laba bersih 2021 senilai Rp24,76 triliun.

Masuki Musim Giling, Harga Gula Stabil, Tapi...

CEO PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau SugarCo Aris Tohar menyatakan harga gula saat ini terpantau mulai stabil setelah memasuki musim giling pada Mei 2022, meski harga masih di atas HET,

Modernisasi Jamu Iboe Hadirkan Jamu Lebih Kekinian

Meski dikenal sebagai budaya leluhur, jamu kini tetap eksis di kalangan masyarakat. Bahkan perusahaan jamu, seperti Jamu Iboe pun telah menerapkan modernisasi dalam penjualannya.

Hingga Akhir 2022, Kredit Perbankan Diproyeksi Tumbuh 7,5 Persen

Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan tren peningkatan pertumbuhan kredit perbankan masih akan berlanjut pada 2022.

Rupiah Ditutup Menguat Rp14.566, Mata Uang Lainnya Terkerek

kurs rupiah ditutup naik 46 poin atau 0,31% ke level Rp14.566 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/5/2022)

Investasi TLKM di GOTO Sudah Untung Rp949 Miliar

Investasi TLKM di GOTO sudah menghasilkan untung Rp949 miliar, berikut ini penjelasannya.

India Batasi Ekspor Gula, Begini Nasib Gula Nasional

India masuk empat besar pemasok gula bagi Indonesia meski tidak sebanyak Thailand, Brasil, dan Australia. Keputusan India untuk membatasi ekspor gula tentu akan berdampak pada harga gula global dan nasional.

Cicilan Mobil dan Motor Leasing Berpotensi Naik, Ini Penyebabnya

Direktur Keuangan FIF Group Hugeng Gozali mengatakan, keputusan Bank Indonesia menaikkan GWM akan memperketat likuiditas perbankan.

Akhir 2022 MLFF Jalan Tol Diuji Coba, Begini Saran Mabes Polri

Mabes Polri meminta penerapan MLFF di jalan tol ditunda karena ketidakjelasan mekanisme tata cara pengenaan denda pada penerapan MLFF.