Di Tangan Sedulur Sikep Sampah Plastik Jadi Paving Block

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, KUDUS — Warga Sedulur Sikep di Kecamatan Undaan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memiliki ide kreatif untuk mengurangi sampah plastik di daerahnya dengan mengubahnya menjadi paving block dan hiasan dinding selayaknya batu alam.

Menurut warga Sedulur Sikep, Gunondo, ide membuat hiasan dinding dan paving block dari sampah plastik merupakan ide dirinya bersama temannya yang bernama Nur Hadi serta dibantu Arifin yang sama-sama dari Kecamatan Undaan. “Karena pemerintah tengah menggalakkan pengurangan sampah plastik, maka saya sebagai masyarakat biasa mencoba untuk ikut menjaga lingkungan agar bebas dari sampah, terutama sampah plastik,” ujarnya di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019).

Salah satunya, kata dia, adalah dengan mengubah sampah plastik menjadi hiasan dinding atau selama ini masyarakat menyebutnya batu alam hiasan dinding rumah serta menjadi paving block untuk mempercantik halaman rumah. Pembuatan paving block dan hiasan dinding itu dimulai sejak sepekan, sedangkan persiapannya dimulai sejak sebulan yang lalu.

Alat untuk mencetak pembuatan paving block maupun hiasan dinding diakuinya masih sederhana karena dibuat sendiri dengan modal patungan dari tiga orang. “Jika ditotal, modal usaha untuk pembuatan alat bisa mencapai Rp6 jutaan, sedangkan saya hanya Rp2,5 juta dari hasil penjualan burung murai batu,” ujarnya didampingi Nur Hadi.

Dalam pembuatannya, Gunondo yang merupakan warga Sedulur Sikep di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu dibantu temannya bernama Nur Hadi yang merupakan warga Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus. Tujuan utama pembuatan paving block maupun hiasan dinding, katanya, untuk mengurangi sampah plastik yang susah diurai.

Nur Hadi menambahkan hingga sekarang batu tempel plastik untuk hiasan dinding berukuran 20 cm x 40 cm yang dibuat mencapai 17 m2, sedangkan paving berdiameter 12 cm dengan ketebalan 4 cm berkisar 3 m2. Untuk mendapatkan sampah plastik saat sekarang, dirinya harus membeli ke pengepul sampah dengan harga berkisar Rp150.000 untuk setiap tiga kuintal. Ketika dibeli, sampah itu masih campur aduk.

“Harapannya, di Desa Karangrowo ini ada bank sampah sehingga sampah plastik yang tidak bisa dimanfaatkan bisa diubah menjadi paving block maupun hiasan dinding,” ujarnya.

Paving block dan hiasan dinding buatan mereka memang kurang sempurna, karena mereka berencana untuk mempercantiknya dengan menambah bahan akrilik agar lebih menarik. Usaha itu juga baru sebatas uji coba karena sebagian paving block yang dibuat baru diujicobakan pemanfaatannya untuk pengerasan halaman rumah milik Nur Hadi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pembuatan hiasan dinding membutuhkan waktu 13 menit mulai dari pembakaran sampah plastik, pencetakan, pendinginan dengan air, sedangkan untuk perapiannya bervariasi karena ketika cetakannya sempurna tidak membutuhkan waktu yang lama. Sementara pembuatan paving membutuhkan waktu sekitar 27 menit mulai dari pembakaran sampah plastik hingga pencetakannya serta pendinginan setelah dicetak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Presiden Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Cilacap

Presiden lepasliar 1.500 tukik penyu lekang dan tukik penyu hijau

Dispar Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Pelaku Usaha Buruan Daftar!

Dinas Pariwisata Kota Solo memfasilitasi pelaku usaha dan kantor instansi untuk pengajuan kode batang atau QR Code PeduliLindungi.

Ngaku Kasatreskrim, Polisi Gadungan Tipu Guru PNS Hingga Rp68 Juta

Tersangka mengaku kepada korban sebagai anggota Polri berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Madiun Kota.

Hampir Sebulan Banjir Rendam Jalan Trans Kalimantan, Kendaraan Antre Melintas

Banjir merendam jalan nasional sepanjang 2,5 kilometer sejak Senin (30/8/2021)

Resmi! Eks Mensos Juliari Batubara Jadi Penghuni LP Tangerang.

Bila harta Juliari tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Yuk Buka Tabungan Secara Digital Melalui OCTO Savers CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengakselerasi kapabilitas fitur dan layanan aplikasi digital banking OCTO Mobile untuk kemudahan nasabah.

Persis Solo Siapkan 3 Desain Jersey Penuh Filosofi

Bryan Barcelona mengatakan setiap desain jersey memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan sejarah Persis maupun identitas tim sebagai klub dari Solo.

Menimba Air, Warga Tasikmadu Karanganyar Temukan Jasad Orang di Dalam Sumur

Jasad warga Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, ditemukan di dalam sumur oleh tetangga rumah kontrakannya, Kamis (23/9/2021).

Ini Dia Galaxy M22, HP Baru Samsung Harga Rp2 Jutaan

Samsung Galaxy M22 resmi hadir di Indonesia dan bakal dijual secara flash sale akhir bulan nanti.

Bersepeda, Wali Kota Madiun Semangati Warga dan Salurkan Bantuan

Kegiatan bersepeda itu selain menjadi sarana untuk menyemangati masyarakat juga untuk memastikan warga patuh protokol kesehatan.

Satpol PP Wonogiri Kurangi Patroli PPKM pada Malam Hari, Ini Alasannya

Satpol PP Wonogiri mengurangi patroli keliling pada malam hari selama PPKM level 3 namun lebih intensif pada siang hari.

Waduh! Squid Game Dianggap Jiplakan As the Gods Will, Bagaimana Faktanya?

Drama Korea teranyar Netflix, Squid Game, dituduh jiplakan film Jepang, As the Gods Will.

Resmi Diperkenalkan di Jateng-DIY, All New Honda BR-V Siap Mejeng di Solo dan Jogja

All New Honda BR-V dengan 5 varian dan pilihan warna ini dibanderol dengan harga on the road (OTR) di Jateng-DIY mulai Rp260 juta.

Gapoktan Jateng Berkomitmen Kuatkan Lumbung Pangan Masyarakat

Menjaga ketersediaan dan akses pangan perlu dilakukan dengan penguatan cadangan pangan melalui kegiatan lumbung pangan masyarakat (LPM).

Wuzz! Puting Beliung Sapu Kerjo Karanganyar, Atap 3 Rumah Warga Beterbangan

Atap tiga rumah warga Desa Tawangsari, Kerjo, Karanganyar, beterbangan disapu puting beliung yang melanda wilayah itu, Kamis (23/9/2021).