Di Sragen, Kecurangan Ujian CBT Ditangkal Pakai Cara Ini…

SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menjadi satu-satunya sekolah yang mengembangkan ujian berbasis komputer atau CBT dengan kamera.

SOLOPOS.COM - Seorang guru mengawasi ujian daring dengan melihat tampilan wajah siswa saat mengerjaan soal ujian CBT di ruang IT SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, Senin (30/11/2020). (Solopos.com-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menjadi satu-satunya sekolah yang mengembangkan ujian semester secara dalam jaringan atau daring dengan menggunakan basis kamera pada perangkat laptop. Langkah ujian CBT itu ditempuh untuk mencegah kecurangan siswa di Sragen.

Sistem ujian berbasis computer atau computer based test atau CBT di Sragen itu dirancang dengan fitur khusus. Sistem itu tidak memungkinkan siswa menyontek atau selancar di Google meskipun melaksanakan ujian di rumah.

Kepala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, Amir, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (30/11/2020), menunjukkan sistem CBT khusus itu saat dioperasionalkan guru pengawas di tiga ruang lantai II gedung sekolah yang terletak di Cantel Wetan, Sragen Tengah, Sragen itu.

Elemen Fengsui dalam Rumah Bisa Datangkan Rezeki

Setiap guru mengawasi satu kelas. Ada 300 siswa Kelas VII, VIII, dan IX yang ujian semester serentak mulai Senin itu. Ratusan kelas itu terbagi atas 12 kelas sehingga ada 12 guru pengawas. Setiap guru pengawas bisa melihat aktivitas siswa saat mengerjakan soal karena terpantau lewat kamera laptop mereka.

“Aplikasi ini seperti Zoom atau webinar. Ketika guru pengawas melihat siswa yang mengerjakan maka gerak gerik siswa bisa diketahui. Siswa pun tidak bisa mencari jawaban di mesin pencarian Google karena ketika membuka aplikasi ujian itu maka aplikasi lainnya terblokir secara otomatis. Selain pengawas ujian, kami juga menugaskan pengawas sistem untuk mengatasi ketika terjadi masalah pada sistem,” ujar Amir.

Proctor Bawahi 2 Kelas

Pengawas sistem itu disebut dengan istilah proctor. Amir mengatakan seorang proctor membawahi dua kelas sehingga ada enam orang proctor. Dia menjelaskan proctor ini tidak mendapatkan akses langsung ke siswa.

“Proktor ini bisa mengetahui seorang siswa bisa mengerjakan berapa soal. Bahkan benar atau salah jawaban itu pun bisa diketahui. Setiap siswa juga bisa mengetahui hasil nilai ujiannya setelah menekan tombol selesai setela ujian berakhir,” ujar Amir.

Ngeri, Bangunan di Karo Ambles Terbawa Longsor

Amir mengklaim sistem ini baru kali pertama diterapkan di Sragen, yakni di sekolah yang dipimpinnya. Dia mengatakan ujian semester dilakukan terjadwal sejak 30 November sampai 2 Desember 2020 mendatang. Kebetulan pada hari pertama, ujar dia, mata pelajarannya Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan. Satu mata pelajaran berdurasi 90 menit. Ujian dimulai pukul 07.30 WIB-10.30 WIB.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Prihantomo membenarkan bila seluruh SMP negeri dan swasta mulai ujian semester Senin. Dia menyampaikan ujian semester di sekolah negeri menggunakan google form atau daring bagi siswa di rumah. Dia mengatakan pengawasannya dilakukan dengan cara buka tutup sesuai waktu dan link ujian diberikan tepat sebelum ujian dimulai.

“Dengan waktu yang pas maka kesempatan anak untuk berbuat curang bisa diminimalisasi. Kami tidak bisa 100% menjamin siswa tidak curang tetapi kami berusaha meminimalisasi kecurangan itu. Sistem ini lebih baik bila dibandingkan dengan sistem daring sebelumnya,” ujarnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

Cegah Persebaran Covid-19 dengan Nyatakan Saya Siap Divaksin

Solopos.com, SRAGEN — Warga asal Dukuh Rejosari RT 004, Desa Donoyudan, Kalijambe, Sragen, Johan Wahyudi, 49, menyatakan siap divaksin...

Belasan Hajatan Digelar Pekan Ini Di Gondangrejo Karanganyar, Camat: Abaikan Prokes, Bubarkan!

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, mengancam membubarkan hajatan semasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) apabila tidak mematuhi...

Nekat, Gelar Hajatan di Sukoharjo akan Dibubarkan

Solopos.com, SUKOHARJO-- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di...

Kasus Covid-19 di Ponpes Colomadu Karanganyar, Diduga Gegara Santri Nggak Jujur

Solopos.com, KARANGANYAR -- Delapan orang santri putri di salah satu pondok pesantren atau ponpes di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terkonfirmasi...

Penyaluran BST Klaten Difokuskan di Desa Demi Mencegah Kerumunan

Solopos.com, KLATEN – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai atau BST tahap 10 pada Januari 2021 melalui Kantor Pos Klaten tetap...

New Normal Sragen: Belanja Nyaman dengan 3M di Supermarket

Solopos.com, SRAGEN — Dua petugas bersiaga di dua pintu masuk Luwes Sragen, Jumat (15/1/2021). Keduanya bertugas mengukur suhu tubuh...

Tempat Ibadah Solo Diperketat Selama PPKM!

Solopos.com, SOLO — Tempat peribadatan memperketat protokol kesehatan jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Upaya tersebut sebagai wujud tempat...

Terapkan Paseduluran Keluarga, Warga KRB III Merapi Selalu Siap Mengungsi

Solopos.com, KLATEN — Warga di kawasan rawan bencana atau KRB III erupsi Gunung Merapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang,...

80% Warga Sragen Sudah Mematuhi Aturan PPKM

Solopos.com, SRAGEN — Tingkat kepatuhan warga Sragen dalam mentaati Instruksi Bupati tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencapai...

Ubahlaku Pandemi Covid-19, Pekerja Solo Sesuaikan Kebijakan Kantor

Solopos.com, SOLO — Perusahaan-perusahaan di Kota Solo, Jawa Tengah menyesuaikan pola kerja pekerjanya sebagai antisipasi penyebaran virus corona pemicu...