Di Sragen Ada Ratusan Kereta Kelinci, Dishub Akan Kumpulkan Pemiliknya

Dishub memperkirakan ada ratusan kereta kelinci yang beroperasi di 20 kecamatan di Sragen. Pemilik kereta kelinci akan diberikan sosialisasi soal larangan mengoperasikan kendaraan itu di jalan raya.

 Ilustrasi kereta kelinci. (Solopos-Indah Septiyaning W.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kereta kelinci. (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen memperkirakan ada ratusan unit kereta kelinci atau sepur mini yang beroperasi di 20 kecamatan Bumi Sukowati. Kendaraan modifikasi itu dipastikan tidak lain jalan dan hanya untuk sarana transportasi di kawasan wisata.

Oleh karenanya, pemerintah melarang kereta kelinci beroperasi di jalan raya. Dalam waktu dekat, Dishub Sragen akan mengumpulkan pemilik kereta kelinci itu untuk menyosialisasikan larangan beraktivitas di jalan raya.

PromosiLangka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Masalah keselamatan penumpang kereta kelinci kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan di Boyolali. Dalam insiden tersebut, dua penumpang kereta kelinci meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

“Dari segi emisi dan kelaikan kendaraan jelas tidak layak untuk kendaraan umum. Kejadian di Boyolali itu memang disayangkan karena kendaraan itu dijalankan seolah tidak peduli dengan keselamatan. Kami prihatin,” jelas Kepala Dishub Sragen Catur Sarjanto saat ditemui Solopos.com di kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (12/5/2022) siang.

Baca Juga: 2 Penumpang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta Kelinci di Boyolali

Dishub akan gandeng aparat kepolisian dalam melakukan sosialisasi supaya kasus di Boyolali tidak terjadi di Sragen. Pasalnya, banyak warga Sragen yang punya kereta kelinci. Jumlahnya sampai ratusan unit.

Catur menyatakan setelah sosialisasi, Dishub tidak segan-segan menindak tegas pemilik kereta kelinci yang masih beroperasi di jalan raya. Ia mengakui tuntutan ekonomi masih jadi faktor utama kenapa pemilik nekat mengoperasikan kereta kelinci. Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan hiburan murah meriah dengan menyewa kereta kelinci.

“Kami sosialisasi bahwa kereta kelinci itu hanya untuk transportasi lingkungan objek wisata. Misalnya, di New Kemukus itu bisa untuk mengangkut pengunjung dari tempat parkir di RTHP Sumberlawang ke objek wisata yang jaraknya dekat. Atau bisa dilakukan di Museum Sangiran untuk mengangkut pengunjung dari tempat parkir ke objek museum,” ujarnya.

Baca Juga: Ibu-Anak Korban Laka Kereta Kelinci Boyolali Dimakamkan 1 Liang Lahat

Catur mengatakan kereta kelinci yan ada kebanyakan diproduksi atau dimodifikasi sendiri. Sebenarnya ada perusahaan karoseri yang membuat kereta kelinci dengan standar keselamatan yang bisa diandalkan, tetapi tentunya biayanya mahal.

Bukan Kendaraan Wajib Uji

Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Sragen, Junaedhi, menambahkan kereta kelinci bukan jenis kendaraan yang wajib uji. Ini didasarkan pada UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 55/2012 tentang Kendaraan.

Secara teknis dan kelaikan jalan, Junaedhi mengatakan kereta kelinci tidak melalui proses perakitan kendaraan yang sesuati aturan. Baik pada rancang bangunnya maupun tipenya.

“Kebanyakan hanya kendaraan modifikasi sendiri oleh pemilik karena tidak melalui pengujian tipe kendaraan. Seharusnya sepur kelinci itu tidak boleh beroperasi di jalan umum, sesuai dengan UU setiap kendaraan yang beroperasi di jalan itu wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Dalam aturannya itu ada sanksi administrasi, denda, sampai kurungan. Wewenang ada di polisi,” jelasnya.

Baca Juga: Laka Maut Kereta Kelinci Terjadi di Boyolali, Armada Lain Kena Imbas

Hal senada disampaikan Kanit Kamsel Satlantas Polres Sragen, Ipda Iwan Subekti. Mewakili Kasatlantas AKP Abipraya Guntur Sulatiasto, Iwan menyampaikan kereta kelinci itu dilarang beroperasi di jalan raya karena sangat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

“Kami akan agendakan untuk operasi kereta kelinci. Jumlah kereta kelinci di Sragen juga belum terdata,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

+ PLUS Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

Koalisi organisasi perlindungan hewan Act for Farmed Animals bersama Open Wing Alliance menyelenggarakan protes massal menuntut McDonald’s Asia menghentikan penggunaan telur ayam dari kandang baterai.

Berita Terkini

Detik-Detik 1 Mobil Tertabrak KA di Prambanan Klaten

Satu unit mobil tertabrak kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jumat (27/5/2022) sore.

Tahun Ajaran 2021/2022 di Sukoharjo Nol Anak Putus Sekolah Jenjang SMP

Jumlah siswa SMP yang terdaftar dalam Dapodik Sukoharjo jenjang SMP saat ini mencapai 32.716 siswa.

Ini Keistimewaan Stasiun Palur Yang Akan Dilewati KRL Solo-Jogja

Stasiun Palur di Jaten, Karanganyar, yang akan dilewati KRL memiliki beberapa keistimewaan yang akan jadi daya tarik bagi penumpang.

Mobil Tertabrak KA di Prambanan, Sopir dan Penumpang Lolos dari Maut

Satu unit mobil tertabrak kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Jumat (27/5/2022) sore. Sopir dan penumpang selamat dari maut tanpa luka sedikitpun.

Disnaker Wonogiri Bentuk Unit Layanan Disabilitas, untuk Apa?

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) guna menyalurkan angkatan kerja disabilitas Wonogiri ke dunia kerja.

Pra Muktamar Muhammadiyah di Solo Digelar Akhir Mei, Ini Materinya

Pra Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, akhir Mei ini, akan membahas arah pergerakan organisasi kemasyarakatan tersebut ke depannya.

Pemkab Wonogiri akan Bangun Mal Pelayanan Publik di Lokasi Ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri bakal membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) di area Gedung Pertemuan Giri Cahaya, Kelurahan Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri pada tahun ini.

Kecelakaan di Dayu Sragen, Pengendara Motor dan Pejalan Kaki Meninggal

Tabrak pejalan kaki yang menyeberang saat mengendarai sepeda motor, remaja putri asal Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, meninggal dunia. Begitu pula dengan pejalan kaki yang ditabrak.

Ini Cara Beli Tiket Masuk Gunung Kemukus via Online

Membeli tiket masuk Gunung Kemukus Sragem secara online begitu mudah. Anda bisa simak caranya di artikel ini.

Target Peserta Virtual Job Fair Wonogiri Tak Tercapai, Ini Penyebabnya?

Target 1.500 pencari kerja (pencaker) pendaftar di Virtual Job Fair Dinas Tenaga Kerja (Diskaner) Wonogiri tidak tercapai.

Sekarang Beli Tiket Objek Wisata Gunung Kemukus Bisa Online

Membeli tiket Gunung Kemukus Sragen kini lebih mudah karena bisa dilakukan secara online melalui aplikasi e-ticketing.

Jalan di Klaten Ini Resmi Bernama Jl. Dr. R. Soeharto, Lokasinya?

Ruas jalan Gebyok-Jimbung, Kecamatan Kalikotes resmi bernama Jl. Dr. R. Soeharto.

Mantap, Minum Jamu Jadi Lifestyle Kekinian di Sukoharjo

Kini, meminum jamu menjadi kebiasaan dan gaya hidup atau lifestyle seiring munculnya pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Mulai Kampanye, Juliyatmono Minta Dukungan Suara Nyaleg DPR RI

Meski masih menjabat Bupatin Karanganyar, Juliyatmono sudah mulai terang-terangan menyatakan diri akan maju mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dan meminta dukungan kader Partai Golkar.

Masih Banyak yang Kecele Arah Baru Lalu Lintas Alun-Alun Karanganyar

Sejumlah pengguna jalan masih ada yang kecele saat melintas di Alun-alun Karanganyar yang mengalami perubahan arah lalu lintas. Sosialisasi terkait perubahan itu akan terus dilakukan selama sebulan.