Di Sragen Ada 134 Nakes yang Tak Bisa Divaksin
Seorang nakes memejamkan mata kuat-kuat saat divaksin dokter di Puskesmas Sambirejo, Sragen, Selasa (26/1/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Tim vaksinator Kabupaten Sragen berhasil memvaksin sebanyak 1.427 orang atau 29,4% dari target sebanyak 4.856 orang selama dua hari percepatan vaksinasi dari Senin-Selasa (25-26/1/2021). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen mengidentifikasi ada 134 orang (2,7%) tenaga kesehatan (nakes) yang tidak bisa divaksin karena memiliki komorbid. Selain itu sebagian dari mereka pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

Dinkes mencatat ada 123 orang (2,53%) yang terpaksa harus ditunda vaksinasinya karena terdeteksi memiliki tensi darah tinggi. Sisanya sebanyak 3.172 orang (65,32%) nakes akan disisir sampai Jumat (29/1/2021) siang.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinkes Sragen, dr. Hargiyanto, kepada Solopos.com, Selasa malam. Data penerima vaksinasi tersebut masih dinamis hingga berakhirnya vaksinasi tahap I yang berlangsung dari Senin hingga Jumat besok. Hargiyanto mengatakan pada Selasa kemarin vaksinasi nakes di 25 puskesmas ditargetkan selesai. Dia mengatakan nakes yang ditunda karena hipertensi pada Selasa akan dievaluasi dan bila memungkinkan divaksinasi pada Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Bidan di Sambirejo Sragen Ketakutan Sampai Perut Mulas Saat Disuntik Vaksin Covid-19

“Mulai besok vaksinator puskesmas menyisir nakes jejaring di wilayah kerjanya, seperti nakes klinik, dokter praktik mandiri, dan nakes di fasilitas kesehatan di luar puskesmas. Vaksinasi tetap dilakukan di puskesmas masing-masing sehingga nakes di luar puskesmas harus datang ke puskesmas,” ujar Hargiyanto.

Pantau Vaksinasi

Ia bersama Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno sempat melihat kegiatan vaksinasi di Puskesmas Ngrampal, Sragen, Selasa siang. Kepala Puskesmas Ngrampal, Nur Wulandari, mengatakan nakes yang divaksin di Puskesmas Ngrampal ada 41 orang. Sebanyak 17 nakes lainnya ditunda karena mengalami hipertensi, stroke, diabetes, ibu hamil, menyusui, dan ganguan lambung. Selain itu, kata dia, dua nakes lainnya mengikuti vaksinasi di fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga: Angin Ribut Terjang 4 Kecamatan di Sragen, 1 Orang Meninggal

Dalam kesempatan itu, Wabup melihat tempat penyimpanan vaksin, yakni berupa cold chain cukup besar dengan suhu antara 2-8 derajat Celsius. Dedy memastikan kualitas vaksin tetap terjaga. Pemeriksaan vaksin juga dilakukan pada tempat pengantar vaksin dari ruang penyimpanan vaksin menuju ruang vaksinasi. “Setelah saya periksa semua maka kualitas vaksin masih terjaga. Vaksinasi pada hari kedua ini sudah memenuhi standar,” ujar Dedy.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom