ilustrasi razia. (Antara)

Solopos.com, SOLO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo melakukan penyisiran dan inspeksi mendadak (sidak) di tempat hiburan dan salon. Hasilnya, sebanyak 15 salon di Kota Solo dicurigai menawarkan jasa plus-plus selama Ramadan.

Kabar tentang dugaan keberadaan salon plus-plus tersebut membuat warganet heboh. Sejumlah netizen tampak kaget membaca kabar dari Solopos.com yang dibagikan pengelola akun Instagram @_infocegatansolo, Sabtu (25/5/2019).

Menariknya, sejumlah netizen justru penasaran dengan keberadaan salon plus-plus tersebut. Mereka pun mempertanyakan keberadaan salon tersebut lewat kolom komentar di unggahan tersebut kepada si pengelola akun Instagram @_infocegatansolo.

Nama salonnya apa saja min? Lokasinya di mana biar aku bisa mampir ke sana,” kelakar @virgiawan_rendra.

Daftarnya mana min? Buat observasi bersama,” imbuh @085_258_400_123.

Di tempatku ada salom rambut cap meduro. Bayar Rp10.000 plus pijat keramas,” sambung @dafit_triadi.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, mengerahkan 40 personel yang disebar di beberapa tempat mencurigakan di Solo. Terkait kecurigaan salon berjasa plus-plus, dia menerapkan metode khusus untuk memetakan keberadaan praktik tersebut.

“Kalau jasa salon plus kan kami belum pernah mencobanya juga. Kalau tidak ada laporan dari warga kami melakukan sidak dan penelusuran. Penelusuran tersebut yang bisa menentukan apakah benar ada praktik tersebut. Tapi, dari data kami memang sebagian besar sudah menaati aturan yang diumumkan,” ungkapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten