Di Sleman Stok Vaksin 17.000 Dosis, Pendaftar Hampir 40.000 Orang
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Freepik.com)

Solopos.com, SLEMAN- Antusiasme masyarakat di Sleman, untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 cukup tinggi. Meski stok vaksin baru ada sekitar 17.000 dosis vaksin, jumlah pendaftar pada tahap kedua ini sudah mencapai hampir 40.000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan penerima vaksin tahap kedua bagi pelayan publik. Pendaftaran dibuka sejak 22 Februari dan ditutup pada 28 Februari, ada 35.478 daftar calon penerima vaksin.

Rinciannya, ASN sebanyak 7.254 orang, tenaga pendidik (16.458 orang), wartawan (265 orang), pedagang pasar (4.053 orang), petugas pariwisata (3.644 orang), tokoh agama (1.002 orang), TNI (1.204 orang) dan Polri (1.598 orang).

"Setelah ditutup per 28 Februari kemarin, kami memperpanjang masa pendaftaran bagi pekerja publik. Lalu memulai pendataan bagi calon penerima vaksin untuk lansia (lanjut usia)," kata Joko, Senin (1/3).

Baca jugaPB IDI: Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Belum Selesai

Selain stok vaksin, Joko mengatakan, pendataan calon penerima vaksin untuk lansia tidak ada perubahan dibanding sebelumnya. Usia 70 tahun masih bisa divaksin asalkan tidak memiliki komorbid. "Saat ini, untuk lansia minimal 59 tahun bisa mendaftar. Mereka tetap mengisi form nanti akan discreeing dulu sebelum divaksin," katanya.

Link pendaftaran https://daftarvaksin.slemankab.go.id/ akan disebar di paltform media sosial milik Pemkab dan akan disebarluaskan ke tingkat kalurahan dan RT/RW. Disinggung soal tidak semua lansia memiliki Ponsel, menurut Joko satu nomor Ponsel bisa untuk mendaftarkan beberapa NIK lansia.

"Pendaftaran vaksinasi untuk Lansia dan perpanjangan pendaftaran vaksinasi bagi pelayan publik akan ditutup pada 7 Maret mendatang pukul 23.59 WIB," katanya.

Baca jugaKerangka Manusia Ditemukan Di Tumpukan Rumput, Diduga Warga Godean Sleman

Petugas Keamanan

Joko mengakui jika jumlah pendaftar calon penerima vaksin tahap kedua ini melebihi ketersediaan stok vaksin. Dinkes Sleman saat ini memiliki 17.100 dosis vaksin. Padahal jumlah pendaftar saat ini mencapai 35.478 orang.

"Kami baru dapat 17.100 dosis, jelas sangat kurang, sehingga penerima vaksin harus dibuat jadwal dulu," kata Joko.

Untuk gelombang pertama tahap kedua ini, katanya, penerima vaksin akan diberikan lebih dulu bagi petugas keamanan baik TNI maupun Polri. "Pendataan akan terus jalan. Hasil pendataan ini menjadi dasar bagi kami untuk mengajukan stok vaksin tambahan ke pusat. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kuouta tambahan," katanya.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri berharap program vaksinasi Covid-19 bisa kembali menggairahkan kondisi pariwisata di Sleman. Pasalnya, pandemi Covid-19 sangat memukul pelaku usaha wisata dan destinasi di Sleman. "Pelaku wisata termasuk yang divaksin tahap kedua ini. Kalau semua banyak yang divaksin, kami berharap agar perekonomian kembali bergerak," katanya.

 

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom