Di Sel Khusus 30 Hari, Pelanggaran Ferdy Sambo dkk Kategori Berat

Penempatan khusus selama 30 hari di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, mulai Sabtu (6/8/2022) malam, itu karena dugaan pelanggaran etik Ferdy Sambo dkk masuk kategori berat.

 Irjen Pol Ferdy Sambo (beridir, tengah), Brigadir Nopriansyah Josua Hutabarat (kanan) dan Putri Candrawathi (tengah, duduk). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Irjen Pol Ferdy Sambo (beridir, tengah), Brigadir Nopriansyah Josua Hutabarat (kanan) dan Putri Candrawathi (tengah, duduk). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan empat perwira Polri lainnya menjalani penempatan dalam tempat khusus (patsus) selama 30 hari ke depan.

Penempatan khusus selama 30 hari di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, mulai Sabtu (6/8/2022) malam, itu karena dugaan pelanggaran etik mereka masuk kategori berat.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Anggota Polri Pasal 5 ayat 1 huruf a poin 7, penempatan dalam tempat khusus paling singkat tujuh hari dan paling lama 21 hari.

Namun jika pelanggaran disiplin masuk kategori berat, patus bisa diperpanjang selama tujuh hari. Hal ini diatur dalam Perkap Pasal 5 ayat 2.

Baca Juga: Bukan Ditahan, Ini Status Ferdy Sambo dkk di Sel Khusus 30 Hari

“Bilamana ada hal-hal yang memberatkan pelanggaran disiplin, penempatan dalam tempat khusus sebagaimana pada ayat 1 huruf a angka 7 dapat diperberat dengan tambahan paling lama tujuh hari,” bunyi Perkap Nomor 2 Tahun 2016 Pasal 5 ayat 2.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan Ferdy Sambo dkk. diduga tidak profesional dalam penanganan kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Baca Juga: Susul 4 Perwira Polri, Ferdy Sambo di Sel Khusus 30 Hari

Meski demikian, kelima perwira Polri itu bukan ditahan karena dalam proses pidana kematian Brigadir J mereka masih berstatus saksi.

“Jadi bukan ditangkap dan ditahan. Irjen FS ini dimasukkan ke sel khusus untuk memudahkan pemeriksaan terkait masalah etik. FS diduga melakukan pelanggaran, yakni ketidakprofesionalan dalam olah TKP di rumah dinasnya karena itu menjalani patsus. Pada malam hari ini yang bersangkutan ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Polri,” ujar Dedi Prasetyo dalam jumpa pers, sebagaimana ditilik Solopos.com dari Breaking News Kompas TV, Sabtu (6/8/2022) malam.

Definisi Patsus

Apa beda penahanan dan patsus? Berdasarkan dokumentasi Solopos.com, patsus memang berbeda dengan penahanan.

Patsus adalah tindakan yang dilakukan tim provos terhadap polisi yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.

Baca Juga: Ferdy Sambo Sempat Bilang Propam Garda Terakhir Mencari Keadilan

Aturan itu ada dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Anggota Polri.

Dalam Pasal 1 ayat 35 disebutkan, tempat khusus berupa markas, rumah kediaman, ruang tertentu, kapal, atau tempat yang ditunjuk oleh atasan yang menghukum (Ankum).

Lama patsus bagi polisi yang diduga melanggar etika adalah 21 hari (Pasal 1 ayat 26). Namun jika pelanggarannya berat, patsus bisa diperpanjang tujuh hari (Pasal 5 ayat 2).

Baca Juga: Tim Siber Polri Periksa 15 HP Terkait Kematian Brigadir J

Status Ferdy Sambo dan empat perwira Polri yang menjalani patsus adalah terduga pelanggar.

Dalam Pasal 1 ayat 15 disebutkan, terduga pelanggar adalah anggota Polri yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga melakukan pelanggaran disiplin.

Jika dalam sidang kode etik terbukti bersalah, Ferdy Sambo dan kawan-kawan akan berstatus terhukum. Pasal 1 ayat 16 menyebut, terhukum adalah terduga pelanggar yang telah mendapatkan putusan hukuman disiplin yang bersifat tetap.

Baca Juga: Irjen Pol Ferdy Sambo Huni Sel Khusus di Mako Brimob

Dokumentasi Solopos.com, sebelum Ferdy Sambo sudah ada empat perwira yang ditempatkan ke sel khusus atas pelanggaran yang sama.

Baca Juga: Ferdy Sambo Sempat Bilang Propam Garda Terakhir Mencari Keadilan

Empat polisi itu masing-masing tiga perwira menengah dari Polres Metro Jakarta Selatan dan satu perwira dari Polda Metro Jaya.

“Dari 25 personel yang diperiksa, empat orang kami masukkan dalam ruangan khusus selama 30 hari ke depan,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menjelaskan update penanganan kasus kematian Brigadir J di Mabes Polri, Kamis (4/8/2022) malam lalu.

Kapolri menegaskan dirinya bertindak tegas mengusut kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah tiga kali memerintahkan agar kasus Brigadir J diusut tuntas.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Manis Gula Olahan, Racun Badan dari Minuman Ringan

      Manis Gula Olahan, Racun Badan dari Minuman Ringan

      Sejumlah produk minuman ringan hanya mencantumkan tambahan gula olahan dalam ukuran sendok makan, yang terkadang diabaikan karena dianggap sedikit, sehingga berpotensi menjadi racun badan di masa depan.

      Berita Terkini

      Langkah Awal Kolaborasi, UNS Teken Kerja Sama dengan Universitas Pakuan

      Setelah ini akan ada kerja sama-kerja sama yang dijalin oleh prodi di UNS dengan prodi-prodi yang ada Universitas Pakuan.

      Bantuan untuk Korban Bencana di Pakistan Masih Dibuka hingga 3 Oktober

      Pemerintah masih menerima bantuan dari organisasi masyarakat untuk warga Pakistan terdampak bencana alam hingga pekan depan, tepatnya 3 Oktober 2022.

      Kemenag: Pembimbing Ibadah Haji Harus Besertifikat

      UU No. 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memberi mandat Kementerian Agama untuk membina, salah satu upaya yang dilakukan adalah sertifikasi petugas dan pembimbing ibadah haji.

      Curahan Hati Dedi Mulyadi Jelang Sidang Cerai: Demi Kamu, Aku akan Bertahan

      Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, menyampaikan pesan menyayat hati menjelang sidang gugatan perceraian dengan istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.

      Jokowi Soroti Kasus Hakim Agung Sudrajad

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai Hakim Agung Sudrajad Dimyadi yang menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

      Viral, Polwan Pekanbaru Aniaya Pacar Adiknya

      Seorang wanita Polisi atau sering disebut Polwan di Pekanbaru, Brigadir IR, diduga mengeroyok dan menganiaya perempuan bernama Riri beberapa hari lalu.

      Lukas Enembe Tersangka Suap dan Gratifikasi Proyek dari APBD Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua. 

      Posisi Investasi Internasional Indonesia September 2022 Turun

      Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatatkan kewajiban neto  yang menurun pada kuartal II/2022. 

      Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, DPR: Polisi Harus Lebih Berhati-hati

      DPR RI meminta Polri mempersiapkan alat pemeriksaan keamanan di pos penjagaan asrama Polisi dan lokasi lain dimana anggota Kepolisian bertugas pascaledakan di asrama Brimob Sukoharjo.

      Bos PLN Sampaikan Evaluasi Program Kompor Listrik di Solo dan Denpasar

      PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berfokus untuk melakukan pendampingan dan evaluasi pada keluarga penerima manfaat (KPM) program uji coba peralihan LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik.

      KPK Telisik Pencucian Uang Lukas Enembe ke Kasino Judi

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelisik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Gubernur Papua Lukas Enembe ke Kasino Judi. 

      KPK Panggil Gubernur Papua Lukas Enembe Hari Ini

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubernur Papua Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Senin (26/9/2022).

      Kualitas Hidup 5 Negara Ini Terbaik

      Majalah bisnis dan teknologi asal Amerika Serikat, CEOWorld, menobatkan Finlandia sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik.

      Presiden Jokowi Dorong Pelaku Usaha Rintisan Tangkap Peluang Sektor Pangan

      Presiden Jokowi menyebut sektor pangan terdapat setidaknya tiga aspek yang bisa disasar oleh para pelaku usaha rintisan Indonesia, yakni produksi, distribusi, dan pemasaran.

      Kapolri Mutasi 30 Perwira, Salah Satunya Kapolres Jakarta Selatan

      Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menerbitkan surat telegram mutasi 30 perwira Polri ke sejumlah jabatan, salah satunya Kapolres Jakarta Selatan.