Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq (kedua dari kanan) berpidato saat deklarasi keterlibatan para santri dalam pengawasan partisipatif, terutama untuk Pilkada 2020 di daerah itu, Kamis (14/11/2019). (Antara-Humas Bawaslu Purworejo)

Solopos.com, MAGELANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Purworejo tak meragukan independensi dan netralitas santri dalam pemilu. Buktinya para santri dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Purworejo dilibatkan dalam pengawasan partisipatif Pilkada 2020.

"Kesukarelawanan dalam pengawasan pemilu seperti yang dilakukan para santri ini punya arti yang sangat penting bagi bawaslu," kata Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Antara di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (15/11/2019).

Partisipasi para santri dalam pengawasan partisipatif pilkada setempat, ujarnya, semakin memperkuat langgam pengawasan pesta demokrasi di daerah setempat. Hal itu, diklaimnya sebagai modal besar bagi bawaslu untuk mengawal pelaksanaan Pilkada 2020 sehingga terselenggara secara demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

Ia mengatakan pengawasan partisipatif juga merupakan upaya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Bawaslu Purworejo bekerja sama dengan Ballgiez Purworejo, wadah para putra kiai di daerah itu, untuk melibatkan para santri tidak kurang dari 10 ponpes dalam pengawasan partisipatif pilkada.

Deklarasi kemitraan Bawaslu-santri setempat melalui Program Jelajah Alam Santri Mengawasi diselenggarakan di kawasan wisata Bukit Sikepel, Desa Jati, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019). Pada kesempatan itu, Presiden Ballgiez Purworejo Habib M. Faqih Muqoddam Al Ba'bud memimpin penyampaian deklarasi, antara lain para santri siap terlibat dan membantu Bawaslu Purworejo dalam mengawasi dan mengawal pilkada setempat.

Selain itu, ucap dia, jaringan santri Purworejo siap memerangi hoaks, ujaran kebencian, dan praktik politik uang. "Hukum agama jelas bahwa politik uang hukumnya haram. Kita semua santri siap melawan politik uang," katanya.

Ia juga menyebut bahwa sejarah telah mencatat kiprah santri terhadap negeri. Bahkan, sejak Indonesia belum merdeka, santri mempunyai kontribusi besar dalam melahirkan dan membangun bangsa dan negara.

Kini, katanya, Bawaslu memanggil para santri untuk terlibat mengawal pilkada yang bersih, jujur, adil, dan demokratis. "Kami tegaskan siap untuk bermitra dengan Bawaslu," katanya.

Setelah deklarasi tersebut, katanya, jaringan santri yang dikoordinasikan Ballgiez siap menyampaikan laporan apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran. Terkait dengan pesan pengawasan partisipatif tersebut, pihaknya akan menyampaikan kepada santri-santri lainnya di Kabupaten Purworejo.

Bawaslu Purworejo sedang mengembangkan gerakan pengawasan partisipatif, terutama terkait dengan pilkada setempat tahun depan, dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat sipil. Sebelumnya, Bawaslu setempat membentuk tiga desa pengawasan dan tiga desa antipolitik uang, terkait dengan persiapan Pilkada 2020 Kabupaten Purworejo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten