Kategori: Klaten

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Klaten selama ini bisa menjalani isolasi mandiri, bahkan lebih memilih menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Di Kecamatan Gantiwarno, ada dua tempat disiapkan untuk tempat isolasi terpusat tingkat kecamatan. Kedua lokasi isolasi Covid-19 di Klaten itu, yakni rumah pribadi di wilayah Desa Jabung dengan kapasitas enam kamar serta bangunan pelayanan kesehatan yang sementara waktu belum termanfaatkan.

Selain di tingkat kecamatan, desa-desa di Gantiwarno juga menyiapkan tempat isolasi terpusat tingkat desa memanfaatkan fasilitas umum yang ada di desa seperti polindes. Hanya saja, selama ini tempat isolasi tersebut belum termanfaatkan.

Baca Juga: 9 Bulan Diadopsi, Anak Balita Disiksa Hingga Tewas

Camat Gantiwarno Klaten, Lilis Yuliati, mengatakan kecenderungan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala memilih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Kecenderungannya itu lebih memilih di rumah masing-masing. Pertama lebih nyaman, kemudian dekat dengan keluarga. Kalau menghendaki seperti itu, kami tidak bisa memaksa [warga terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat],” kata Lilis saat berbincang dengan Espos, Jumat (19/2/2021).

Lantaran hal itu, Lilis menjelaskan penguatan yang dilakukan yakni dalam proses pemantauan ketika ada warga yang menjalani isolasi mandiri. Pemantauan itu dilakukan oleh petugas medis maupun Satgas yang ada di tingkat desa. Penguatan pengawasan itu dimaksudkan agar tata laksana isolasi mandiri bisa dipatuhi oleh orang terkonfirmasi positif Covid-19 maupun keluarganya.

“Selain gugus tugas desa serta petugas medis, pemantauan diperkuat dari babinsa dan bhabinkamtibas. Mereka selalu mengawasi dengan minimal menyampaikan tata laksana isolasi mandiri. Seperti, harus terpisah dengan anggota keluarga lain, kamarnya sendiri, tempat makan dan minum, handuk, dan lain-lain disendirikan,” ungkap dia.

Baca Juga: Gempa Sulawesi Barat Dinilai Tak Lazim, Mengapa?

Soal pemenuhan kebutuhan pokok warga atau pun keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, Lilis mengatakan disediakan dari desa serta swadaya masyarakat sekitar. “Dukungan sembako dan sebagainya itu dari desa dan warga juga aktif membantu. Biasanya itu ketika mereka membantu dipasrahkan kepada bidan desa untuk diberikan kepada mereka [yang menjalani isolasi mandiri],” ungkap dia.Pasien Tersisa Tersebar

Terkait angka kasus Covid-19 di Gantiwarno, Lilis menjelaskan mulai menurun. Dari semula ada 14 orang terkonfirmasi positif Covid-19, hingga Kamis (19/2/2021) tersisa sembilan orang.

Asal desa kesembilan orang itu menyebar ke berbagai wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Gunung Kidul, DIY itu. “Rata-rata kasus Covid-19 di Gantiwarno itu impor [terpapar Covid-19 di luar Klaten],” urai dia.

Baca Juga: Kristen Gray Dideportasi Via Bandara Soekarno-Hatta

Kepala Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno, Suyadi, mengatakan sebelum ada PPKM mikro, sudah dibentuk Satgas bahkan posko tingkat desa yang melibatkan berbagai unsur. Begitu pula dengan tempat isolasi terpusat yang disiapkan di gedung Polindes.

Suyadi mengatakan Polindes hingga kini belum pernah termanfaatkan untuk isolasi mandiri orang terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya, tak ada warga Kerten yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Sebelumnya pernah ada satu dan menjalani isolasi mandiri sekarang sudah dinyatakan negatif,” ungkap dia.

Kepala Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Wakhid Muhsin, juga mengatakan di desanya sudah disiapkan tempat isolasi terpusat tingkat desa memanfaatkan gedung di kantor desa. Lantaran tak ada kasus Covid-19, tempat isolasi di Klaten tersebut hingga kini belum termanfaatkan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share