Di Karanganyar, Uji Kir Wajib Protokol Covid-19

Dishub Karanganyar menerapkan aturan ketat sesuai protokol pencegahan Covid-19 selama melayani uji kir semua jenis moda transportasi.

SOLOPOS.COM - Salah satu kendaraan angkutan barang diuji kir oleh petugas Dishub Karanganyar di Kantor Dishub Karanganyar Selasa (1/12/2020). (Solopos.com-Dishub Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Perhubungan Karanganyar menerapkan aturan ketat sesuai protokol pencegahan virus corona jenis baru. Bahkan dalam melayani uji kir semua jenis moda transportasi di Dishub Karanganyar selama pandemi Covid-19 ini pun wajib mematuhi ketentuan tersebut.

Meskipun tidak ada pembatasan jumlah, namun protokol pencegahan Covid-19 di Kantor Dishub Karanganyar, Jawa Tengah diterapkan demi antisipasi penularan penyakit yang dipicu virus corona itu. Kepala Dishub Karanganyar, Sri Suboko, mengklaim penerapan protokol kesehatan secara ketat sudah dilakukan sejak enam bulan terakhir.

Fengsui Kamar Mandi: Bukan Hanya Material, Perhatikan Juga Hal Ini…

Menurutnya, setiap harinya terdapat 50 unit hingga 60 unit kendaraan yang dilayani uji kir. Untuk penerapan uji kir, selama pandemi, waktu dinilai terhitung singkat.

“Untuk penerapan uji kir selama pandemi, secara umum sama dengan institusi lainnya. Kami menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker. Sebenarnya tidak ada perlakuan khusus, hanya saja kami memang cepat dalam menguji. Hanya butuh sekitar 15 menit untuk satu kendaraan,” jelas dia kepada Solopos.com, Selasa (1/12/2020).

Dilarang Berkerumun

Guna mengikuti antrean uji kir, menurutnya pengendara diatur agar tidak menimbulkan kerumunan pemicu penularan Covid-19 di Kantor Dishub Karanganyar. Sedangkan untuk pengendara yang tidak mengenakan masker tetap dilayani namun diwajibkan memakai masker terlebih dulu.

Astronom Deteksi Semburan Radio Misterius dari Galaksi Bima Sakti

“Kami diminta tetap melayani dan manusiawi. Jadi bukan berarti tidak memakai masker tidak dilayani. Mereka kami tegur dan diminta memakai dulu baru dilayani. Tidak saklek, tapi tetap mematuhi aturan protokol yang sudah ditentukan,” imbuh dia.

Selain menjaga jarak, untuk antisipasi kerumunan lantaran banyaknya kendaraan yang dilayani per hari, setiap pengemudi diminta untuk segera meninggalkan lokasi apabila izin sudah keluar. “Kalau smart card-nya sudah terbit ya buat apa di lokasi lama-lama. Mereka juga butuh kerja. Jadi ya memang diminta untuk segera meninggalkan lokasi,” tutur dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

PMI Sragen Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Sampai Dijaga Aparat

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang ini mendonorkan darah...

Kisah Penyintas Covid-19 Sragen Kini Jadi Agent of Change di Desanya

Solopos.com, SRAGEN -- Salah seorang perangkat desa (perdes) di Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Sragen, Yatno, 33, menceritakan pengalamannya sebagai...

Edukasi Warga Soal Vaksin, Satgas Covid-19 Sukoharjo Bentuk Pokja Vaksinasi

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo membentuk kelompok kerja atau pokja vaksinasi. Pokja ini bertugas mengedukasi...

Galang Donor Plasma, PMI Sragen Himpun Data Penyintas Covid-19 

Solopos.com, SRAGEN -- Palang Merah Indonesia atau PMI Sragen menghimpun data para penyintas Covid-19 untuk menjadi donor plasma. PMI...

PPKM Boyolali, Penyitaan Alat Usaha Sebagai Bentuk Edukasi

Solopos.com, BOYOLALI -- Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Satpol PP Kabupaten Boyolali harus menyita peralatan dagang...

Akan Jadi Orang Pertama di Klaten yang Divaksin Covid-19, Begini Kata Bupati Sri Mulyani

Solopos.com, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan selalu siap divaksin Covid-19, dalam waktu dekat. Sesuai rencana, Sri Mulyani...

Anggota DPRD Klaten Ini Blusukan Sembari Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Solopos.com, KLATEN -- Upaya meningkatkan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terus dilakukan berbagai pihak, tak terkecuali para anggota...

Anggap PPKM Efektif Tekan Covid-19, Sragen Dukung Perpanjangan

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Pasalnya, Pemkab Sragen menganggap PPKM efektif menekan...

Tempat Hiburan Sukoharjo Tutup Total Sampai 31 Januari 2021

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo mewajibkan seluruh tempat hiburan umum tutup hingga 31 Januari 2021. Tempat hiburan ini meliputi...

Jangan Lengah! Vaksinasi Covid-19 Tak Lantas Bikin Orang Jadi Kebal

Solopos.com, KLATEN -- Pemberian vaksin atau vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi dinilai sangat penting dilakukan. Namun meski ditujukan menekan...